Apa Itu

Apa Itu FOMO?

FOMO adalah singkatan dari fear of missing out, yaitu rasa khawatir atau takut tertinggal dari pengalaman, informasi, kesempatan, atau kegiatan yang dinikmati orang lain. Perasaan ini sering muncul saat seseorang melihat aktivitas orang lain di media sosial.

Penjelasan Sederhana

FOMO membuat seseorang merasa bahwa orang lain sedang memperoleh pengalaman yang lebih menarik, sukses, atau menyenangkan. Perasaan tersebut dapat mendorong keinginan untuk terus memeriksa media sosial, mengikuti tren, menghadiri berbagai kegiatan, atau mengambil keputusan agar tidak merasa tertinggal. FOMO dapat dialami siapa saja dan tidak selalu menunjukkan adanya gangguan kesehatan mental.

Cara Kerjanya

FOMO dapat muncul ketika seseorang melihat unggahan yang menampilkan pencapaian, perjalanan, acara, pembelian, atau kehidupan sosial orang lain. Karena unggahan biasanya hanya memperlihatkan bagian tertentu dari kehidupan, seseorang dapat membandingkannya dengan kesehariannya secara tidak seimbang. Kekhawatiran tertinggal kemudian mendorong perilaku seperti terus memeriksa ponsel atau mengikuti sesuatu tanpa mempertimbangkan kebutuhan pribadi.

Contoh

Contohnya, seseorang membeli barang yang sedang tren karena takut dianggap ketinggalan, mengikuti banyak acara meskipun kelelahan, atau berulang kali memeriksa media sosial agar tidak melewatkan kabar terbaru. Dalam investasi, FOMO dapat terlihat ketika seseorang membeli aset secara terburu-buru hanya karena harganya sedang naik dan ramai dibicarakan.

Manfaat

Mengenali FOMO membantu seseorang memahami alasan di balik keputusan dan kebiasaan digitalnya. Kesadaran ini dapat digunakan untuk menetapkan batas penggunaan media sosial, mempertimbangkan kebutuhan pribadi, mengelola waktu, dan mengambil keputusan dengan lebih tenang.

Informasi Penting

FOMO berbeda dari keinginan biasa untuk mengikuti kegiatan. Perasaan ini perlu diperhatikan jika terus-menerus menimbulkan kecemasan, mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan, kondisi keuangan, atau aktivitas sehari-hari. Batasi paparan yang memicu perbandingan, periksa alasan sebelum mengambil keputusan, dan pertimbangkan berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan jika keluhannya sulit dikendalikan. Informasi ini bukan diagnosis medis.

FAQ

Apa tanda-tanda seseorang mengalami FOMO?

Tandanya dapat berupa sering memeriksa media sosial, merasa gelisah saat tidak mengetahui kabar terbaru, sulit menolak ajakan, atau mengikuti tren karena takut tertinggal.

Bagaimana cara mengurangi FOMO?

Batasi waktu menggunakan media sosial, matikan notifikasi yang tidak penting, fokus pada prioritas pribadi, hindari membandingkan kehidupan secara berlebihan, dan beri waktu sebelum mengambil keputusan.

Apakah FOMO berbahaya?

FOMO tidak selalu berbahaya, tetapi dapat menjadi masalah jika memicu stres berkepanjangan, keputusan impulsif, pengeluaran berlebihan, atau gangguan pada kehidupan sehari-hari.