Bagian-Bagian, Fungsi, Jenis dan Cara Menggunakan Mikroskop

Bagian-bagian Mikroskop– Mikroskop, anda pasti sudah tahu apa kegunaan dari alat yang satu ini. Ya, mikroskop digunakan untuk melihat benda yang memiliki ukuran sangat kecil dan tidak bisa dilihat secara kasat mata. Tentu ada cara sendiri yang harus diperhatikan dalam menggunakan alat mikroskop ini. Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang cara menggunakan mikroskop, anda juga harus mengetahui bagian-bagian dan jenis-jenis mikroskop.

Mikroskop merupakan salah satu alat yang sering ditemukan di lab biologi. Di setiap sekolah, alat tersebut digunakan dalam kegiatan penelitian. Nah, berikut adalah penjelasan lengkap terkait bagian-bagian dari mikroskop.

Bagian-Bagian Mikroskop

bagian bagian mikroskopAlat mikroskop terbagi menjadi beberapa bagian. Setiap bagian ini memiliki fungsinya masing-masing.

1.Lensa Okuler

lensa okuler mikroskopLensa ini berguna untuk menghasilkan bayangan maya, tegak dan memperbesar dari lensa objektif. Lensa okuler akan memperbesar ukuran bayangan menjadi 4 sampai 25 kali lebih besar.

Letak lensa ini ialah di ujung atas tabung mikroskop. Sehingga lensa okuler ini merupakan bagian mikroskop yang paling berdekatan dengan mata pengamat.

2. Tabung Mikroskop

tabung mikroskopSelanjutnya adalah tabung mikroskop yang berguna untuk mengatur fokus dan menghubungkan lensa objektif dan lensa okuler.

3. Revolver

revolver mikroskopRevolver bisa dikatakan rumah bagi lensa objektif dan berguna untuk mengatur perbesaran dari lensa objektif. Lensa objektif yang diletakkan pada revolver biasanya sebanyak 3 buah yaitu dengan perbesaran 4X, 10X, dan 100X.

Cara menggunakan revolver ini sangat gampang, anda tinggal memutar bagian revolver untuk mengganti permbesaran lensa objektif.

4. Lensa Objektif

lensa objektif pada mikroskopLensa objektif terletak pada bagian bawah dan berdekatan dengan objek yang sedang diamati. Lensa objektif ini berguna untuk membentuk bayangan pertama dan berada dengan preparat. Bayang dari benda bisa diperbesar hingga 10x, 40x bahkan 100x lipat. Hal tersebut bertujuan untuk menentukan struktur serta bagian renik yang tampak pada bayangan akhir.

Supaya bisa mendapatkan bayangan yang lebih jelas, pengamat disarankan untuk mengoles minyak emersi pada lensa objektif sebelum melakukan pengamatan. Nah, daya pisah specimen yang ada pada lensa objektif diukur dengan menggunakan Nilai Apertura (NA).

5. Meja Preparat

meja preparat pada mikroskopMeja preparat ini digunakan untuk meletakkan benda atau objek yang akan diamati. Agar tidak mudah bergeser, preparat akan dijepit dengan menggunakan penjepit pada meja. Beberapa jenis mikroskop dilengkapi dengan meja preparat yang bisa diatur ketinggiannya.

6. Penjepit Kaca (Klip)

penjepit kaca atau clip mikroskopPenjepit kaca atau klip ini berguna mengunci preparat atau kaca objek agar tidak mudah bergeser atau jatuh.

7. Kondensor

kondensor pada mikroskopKondensor berguna untuk mengumpulkan cahaya yang akan langsung dipusatkan ke objek akibat pantulan cahaya dari cermin. Ini karena kondensor dilengkapi dengan lensa gabungan di dalamnya.

Cara menggunakan kondensor cukup dengan memutar ke kanan atau kiri atau juga bisa di naik turunkan.

8. Diafragma

diafragma mikroskopDiafragma berguna untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk dan mengenai preparat (objek benda). Diafragma terletak di bagian bawah meja dan di atas kondensor.

9. Sendi Inklinasi

sendi inklinasi mikroskopSendi inklinasi pada mikroskop berguna untuk mengatur sudut kemiringan atau tegaknya mikroskop untuk memudahkan dalam pengamatan.

10. Cermin (Reflektor)

cermin pada mikroskopCermin adalah bagian utama dari mikroskop dan memiliki peranan sangat penting untuk mengamati sebuah objek. Fungsi dari cermin ini ialah untuk menerima serta memantulkan cahaya yang akan diteruskan ke objek dengan menggunakan bantuan dari kondensor.

11. Kaki Mikroskop

kaki mikroskopKaki mikroskop yang berada paling bawah ini berguna untuk menopang dan menyangga mikroskop.

12. Lengan

bagian lengan mikroskopBagian ini digunakan oleh pengamat sebagai pegangan saat digunakan untuk mengangkat ataupun memindahkan mikroskop.

13. Makrometer

makrometer pada mikroskopMakrometer adalah pemutar kasar yang digunakan untuk menaik turunkan tabung dengan cepat agar bisa menghasilkan gambar preparat yang lebih jelas.

14. Micrometer

mikrometer pada mikroskopMikrometer atau pemutar halus digunakan untuk menaik turunkan tabung dengan cara yang lebih lambat supaya bisa menghasilkan gambar preparat lebih jelas.

Cara menggunakannya yakni dengan memutar knob pada makrometer terlebih dahulu untuk mendapatkan image. Setelah mendapatkan image, putar knob pada bagian mikrometer secara perlahan untuk memperjelas bayangan.

Itulah bagian-bagian beserta fungsi dari alat mikroskop. Ketahui bagian mikroskop dengan baik agar bisa menggunakan mikroskop secara lebih profesional. Nah, agar anda bisa mendapatkan bayangan yang diinginkan, anda juga harus tahu cara menggunakan mikroskop ini. Bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara menggunakan mikroskop yang baik dan benar, berikut ada beberapa cara yang bisa anda lakukan.

Cara dan Tips Menggunakan Mikroskop

tips dan cara menggunakan mikroskop

  1. Pertama, taruh meja preparat pada permukaan yang datar agar memudahkan pengamatan.
  2. Setelah itu, gunakan revolver untuk mengatur perbesaran lensa objektif pada fase yang lebih rendah. Lensa objektif ini harus diletakkan pada sumbu pengamatan supaya berada pada garis yang sama dengan arah masuknya cahaya serta lensa okuler.
  3. Apabila anda menggunakan mikroskop dengan jenis monokuler, maka anda harus menggunakan lensa okuler dengan satu mata. Begitu pula jika anda menggunakan mikroskop binokuler, maka anda bisa menggunakan dua mata untuk bisa melihat bayangan yang muncul.
  4. Agar jumlah sinar yang masuk ke dalam mikroskop dapat terpenuhi, anda bisa menyalakan lampu dan jangan lupa mengatur posisi cermin dengan baik.
  5. Setelah itu,  buka bagian diafragma dengan menggunakan tuas. Sesuaikan lubang agar sinar yang datang dapat diterima oleh mata dengan optimal, yakni tidak terlalu redup ataupun terlalu terang.
  6. Atur makrometer untuk menjauhkan lensa objektif dari meja preparat. Aturlah searah jarum jam.
  7. Taruh preparat yang sudah disiapkan para meja preparat, yakni tepat dibawah lensa objektif. Agar tidak bergeser, gunakan penjepit yang sudah tersedia.
  8. Gunakan lagi makrometer untuk menaikkan meja preparat mendekati lensa objektif sekitar 0,5 cm.
  9. Lihat bayangan benda yang berada pada lensa okuler sembari menaik turunkan peja preparat dengan menggunakan mikrometer.
  10. Lihat objek preparat dari arah samping, dan sesuaikan lensa objektif dengan menggunakan perbesaran yang lebih tinggi dari pada kedudukannya.
  11. Pastikan pula bahwa lensa objektif tersebut tidak bersentuhan dengan preparat. Ini karena bisa merusak hasil pengamatan.
  12. Selanjutnya, fokuskan preparat dengan cara memutar mikrometer ke arah yang berlawanan dengan jarum jam secara perlahan.
  13. Apabila hasil pengamatan yang anda lakukan belum terlihat jelas, maka Anda harus mengatur pencahayaannya.
  14. Putar bagian revolver yang ada pada lensa objektif ke keadaan semula yakni pada perbesaran paling kecil setelah anda melakukan pengamatan.
  15. Langkah selanjutnya, turunkan meja preparat serta naikkan tabung mikroskop.
  16. Terakhir, ambil preparat dari meja preparat.

Beberapa langkah di atas merupakan cara menggunakan mikroskop yang baik dan benar untuk bisa melihat hasil bayangan yang diteliti. Ternyata, ada beberapa jenis mikroskop yang bisa Anda temukan. Berbagai macam jenis mikroskop tersebut tentu saja memiliki fungsi dan struktur yang berbeda.

Ada apa sajakah jenis mikroskop yang bisa anda temukan? Anda bisa menyimak pembahasannya berikut ini:

Jenis-Jenis Mikroskop

  • Jenis mikroskop Berdasarkan Jumlah Lensa

  1. Mikroskop Monokuler

mikroskop monokulerMikroskop ini hanya menggunakan satu lensa pembesar. Meski penampakan dari bayangan objek yang ditayangkan sudah cukup jelas, akan tetapi mikroskop satu ini hanya digunakan untuk melihat beberapa objek yang sederhana saja. Seperti gambar penampang sel hewan ataupun tumbuhan. Anda juga bisa dengan mudah menemukannya di laboratorium sekolah.

  1. Mikroskop Binokuler

mikroskop binokulerMikroskop binokuler adalah mikroskop yang menggunakan dua buah lensa untuk bisa melihat penampakan objek yang sedang diteliti. Lensa pertama yang dimiliki oleh mikroskop binokuler akan diperkuat dengan lensa kedua. Sehingga, hal ini akan membantu Anda untuk melihat benda meski dengan menggunakan mikro sekalipun.

  • Jenis Mikroskop Berdasarkan Sumber Cahaya

  1. Mikroskop Cahaya

Jenis mikroskop yang satu ini hanya mengandalkan cahaya matahari ataupun cahaya lampu ruangan saja. Mikroskop yang dapat dengan mudah ditemukan pada laboratorium sekolah tersebut tentu tidak bisa jika tidak ada cahaya matahari ataupun lampu.

  1. Mikroskop Elektron

Mikroskop elektron bisa dibilang sebagai penyempurna dari mikroskop cahaya. Jika mikroskop sebelumnya sangat bergantung pada cahaya dari luar, mikroskop satu ini akan menggunakan cahaya yang bisa muncul dari dalam mikroskop itu sendiri.

Hal tersebut karena komponen elektro statik ataupun elektro dinamika akan mengatur intensitas pencahayaan mikroskop yang sedang digunakan.

Dalam sains, mikroskop menjadi salah satu alat yang sangat penting. Ini karena alat tersebut akan sangat membantu untuk bisa melihat objek dengan ukuran yang lebih kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Selain mikroskop ketahui juga alat ukur fisika lain yang tidak kalah penting seperti jangka sorong dan elestroskop.

Tags:
  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.