7+ Langkah Budidaya Ikan Lele yang Mudah dan Maksimal

Budidaya ikan lele merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Ikan tawar yang satu ini termasuk salah satu ikan yang paling banyak digemari masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang lezat, harga ikan lele di pasarpun sangat terjangkau. Sehingga bisnis ini dapat menjadi peluang yang menguntungkan.

Ikan lele menjadi makanan lauk pauk yang banyak ditemukan di berbagai industry kuliner, mulai dari warung kecil hingga restoran mewah.  Produksi lele nasional tiap tahunnya selalu ada peningkatan ( Bisa kalian cek atau googling).

Harga pasaran untuk ikan lele juga stabil , malah tiap tahun cenderung naik. Sehingga disini ada permintaan pasar yang cukup tinggi dengan harga yang tetap tinggi. Tidak sedikit pembudidaya ikan lele yang telah sukses dan mendapat penghasilan besar, bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

Langkah-langkah budidaya ikan lele dengan benar dan tepat sangatlah penting guna menghasilkan panen ikan lele yang maksimal serta menguntungkan.

Kelebihan Budidaya Ikan Lele

Kelebihan Ikan Lele :

  1. Mempunyai tekstur daging yang lembut dan rasa yang nikmat
  2. Kaya akan ptotein dan rendah lemak ataupun kalori
  3. Mengandung vitamin B-12 sebagai sumber energy
  4. Asam lemak omega dan lemak omega yang sangat penting bagi tubuh untuk menjaga kesehatan jantung
  5. Ikan lele mengandung zat yang rendah merkuri

Kemudahan Budidaya Ikan Lele :

  1. Tidak harus dengan modal yang banyak
  2. Ikan lele bisa hidup dimana saja kecuali air asin
  3. Ikan lele memiki daya tahan tubuh yang kuat
  4. Benih ikan lele mudah didapatkan dengan harga murah

Langkah – Langkah Budidaya Ikan Lele

langkah budidaya ikan lele

Sumber : Catfish.com

Bagi anda yang ingin memulai bisnis budidaya ikan lele, berikut tahap – tahap cara budidaya ikan lele yang benar, mudah dan lengkap agar bisnis anda berjalan dengan maksimal.

1. Persiapan Kolam Ikan Lele

Ada beberapa macam jenis kolam yang bisa digunakan sebagai tempat budidaya ikan lele. Kolam bisa berupa tanah, terpal ataupun tembok. Setiap tipe kolam memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing.

a. Budidaya Ikan lele di kolam terpal

kolam terpal ikan lele

Sumber : Bukalapak.com

Kelebihan : Dana yang dibutuhkan  tidak terlalu banyak , kolam mudah dibersihkan, dan waktu pembuatan kolam lebih cepat.

Kekurangan : kolam tidak tahan lama dan kolam mudah bocor.

Kolam jenis terpal banyak digunakan pembudidaya di Indonesia, karena lebih murah, cepat dan mudah.

b. Budidaya ikan lele di kolam tembok

kolam tembok ikan lele

Sumber : Youtube.com

Kelebihan : Kolam dapat bertahan lebih lama, kolam lebih awet, dan dapat menampung lebih banyak ikan lele.

Kekurangan : Biaya pembuatan kolam tembok  lebih mahal.

Kolam tembok kebih efektif karena awet dalam berbagai macam kondisi. Dalam membuat kolam jenis tembok, harus benar dan tepat agar tidak retak atau bocor.

c. Budidaya ikan lele di kolam tanah

kolam tanah ikan lele

Sumber : Rumahdijual.com

Kelebihan : Lebih menghemat pakan, dana yang dikeluarkan sedikit dengan menggunakan lahan kosong yang ada.

Kekurangan : kolam tanah mudah kering ketika musim kemarau dan lebih sulit mengontrol hama yang masuk ke dalam kolam.

Untuk memutuskan kolam yang akan anda pakai, anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu akan kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja serta yang paling penting adalah berapa  jumlah dana anda.

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pengaturan kolam :

  1. Kolam yang besar dapat mengurangi resiko ikan lele mati karena kekurangan oksigen.
  2. Jangan sampai volume air terlalu dangkal. Bila terjadi penguapan air pada kolam , tambahkan air secara berkala ke posisi normal.
  3. Tingkat kedalaman air pada kolam , bulan pertama = sekitar 20 cm. Bulan kedua = 40 cm. Dan bulan ketiga = 80 cm.
  4. Sebelum menebar benih tunggu beberapa hari setelah pengisian air kolam, agar terbentuk lumut dan fitoplankton yang berguna menetralkan air kolam supaya tidak mudah keruh.
  5. Anda bisa menambahkan eceng gondok atau talas ke dalam kolam agar kolam menjadi lebih teduh

2. Seleksi Benih Ikan Lele

memilih benih ikan lele

Sumber : Alamikan.com

Kualitas benih ikan lele yang akan anda tebar sangat mempengaruhi kesuksesan saat panen. Benih harus benar – benar sehat.  Anda harus lebih teliti dalam memilih benih ikan lele.

a. Benih unggul

benih unggul ikan lele

Sumber : Youtube.com

Benih yang sehat memiliki gerakan yang lincah, tidak terdapat luka atau lecet pada tubuhnya, serta warna benih sedikit lebih terang. Ukuran benih yang baik untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5 – 7 cm. Pilih ukuran semua benih ikan lele rata agar berkembangnya  serempak pula.

b. Jumlah benih

Banyak pendapat dari pakar budidaya ikan lele yang berbeda tentang jumlah bibit lele dalam suatu kolam.  Ada yang berpendapat dengan kolam ukuran 2 x 1 m untuk 100 bibit, dan ada pula yang berpendapat 300 bibit.

Usahakan dalam satu kolam tidak banyak terdapat ikan. Karena bisa mengakibatkan benih ikan lele stress dan saling memangsa satu sama lain.

Anda bisa mengambil solusi paling aman dan banyak digunakan oleh pembudidaya ikan lele yaitu dengan ukuran kolam 5 x 10 meter diisi dengan 1000 bibit.

c. Cara menebar benih

menebar benih ikan lele

Sumber : Mancingikan.net

Lakukan penebaran benih pada pagi hari atau malam hari supaya terhindar dari sengatan matahari. Kondisi air yang panas berpotensi mengakibatkan kematian benih ikan lele.

Tebar bibit sebagian demi sebagian dengan menggunakan ember. Tempatkan bibit pada ember, diamkan beberapa saat  kemudian miringkan ember agar bibit lele dapat keluar dengan sendirinya. Hal ini mencegah bibit ikan lele stess.

Untuk meminimalkan resiko kematian, anda dapat memisahkan lele yang berukuran besar dengan lele yang berukuran kecil.

3.Pakan Ikan Lele

pakan ikan lele

Sumber : Rumahmesin.com

Pakan merupakan hal yang terpenting dalam budidaya ikan lele. Ada berbagai jenis dan merek pakan yang dijual di pasaran. Anda dapat menggunakan pakan jenis sentrat 781 – 1 yang sudah mengandung banyak nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin.

Usahakan beli pakan dalam jumlah yang banyak sekalian dan jangan sampai stok habis. Karena jika anda telat dalam pemberian pakan ikan lele, mengakibatkan ikan menjadi memangsa satu sama lain. Pastikan juga pakan tidak kadaluwarsa.

Jadwal pemberian pakan , umumnya 3 kali sehari yaitu jam 7 pagi, jam 5 sore dan jam 10 malam. Namun untuk bibit ikan bisa menyesuaikan  nafsu makan ikan. Perhatikan juga, anda tidak boleh memberikan makanan secara berlebihan, karena dapat menimbulkan berbagai penyakit dari pakan yang telah mengendap.

Untuk lele yang sudah besar, kita bisa menambahkan makanan seperti potongan ayam tiren, potongan ikan, keong, dll.

4. Perawatan Air

merawat air kolam ikan lele

Sumber : Randifarm.co.id

Agar hasil budidaya ikan lele maksimal , anda wajib menjaga kualitas dan kuantitas air. Perhatikan selalu timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Apabila timbunan pakan sisa menimbulkan bau busuk, anda harus membuang sepertiga air bagian bawah. Isi dengan air baru lagi.

Jangan sembarangan memasukkan air ke dalam kolam. Air yang mengandung bakteri dapat menyebabkan berbagai penyakit pada lele.  Dan tidak disarankan mengganti air sebelum masa panen.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

hama dan penyakit ikan lele

Sumber ; lele.co.id

Hama dan penyakit merupakan salah satu hal yang mempengaruhi jumlah panen menurun dan mempersulit keberhasilan budidayanya.

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain seperti  ular, burung , linsang, dll. Untuk mencegah hama dapat memasang saringan pada jalan masuk keluarnya air dan memasang pagar disekeliling kolam.

Penyakit  yang biasanya terjadi pada budidaya ikan lele datang dari  protozoa, bakteri, dan virus. Ketiga mikroorganisme ini dapat mengakibatkan bintih putih, perut kembung dan luka di kepala / ekor  yang berpotensi kematian.

Untuk mencegah adanya penyakit yaitu dengan perawatan kualitas air, pemberian pakan yang tidak berlebihan, dan suhu kolam yang selalu terjaga sekitar 260 C – 320 C .

6. Panen Budidaya Ikan Lele

panen ikan lele

Sumber : Laparcikarang.com

Setelah 3 bulan bibit lele disebar, biasanya ikan lele sudah dapat dipanen.  Ikan lele yang siap dipanen memiliki ukuran 7 – 9 ekor per kg.  Sehari sebelum panen, sebaiknya jangan memberi pakan pada ikan lele agar tidak ada kotoran saat diangkut. Selain itu lele terlihat lebih sehat.

Surutkan air terlebih dahulu dan gunakan peralatan yang berbahan licin atau halus agar tidak melukai tubuh pada ikan lele.  Lakukan sortasi untuk memisahkan lele berdasarkan ukurannya.

Memisahkan ukuran lele yang seukuran akan berdampak pada harga. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan bagi pembudidaya ikan lele.

7. Pasca Panen Ikan Lele

pasca panen ikan lele

Sumber : Tokopedia.com

Sebelum menebar bibit baru, bersihkan kolam dan pastikan tidak ada kotoran atau sisa makanan.

Demikian langkah – langkah yang bisa anda terapkan dalam menjalankan budidaya ikan lele. Anda juga harus selalu memperhatikan catatan seluruh keuangan, mulai dari biaya modal, biaya perawatan, penjualan dan sebagainya.

Semoga dapat bermanfaat bagi anda yang tertarik budidaya ikan lele.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.