Cara

Cara Menentukan Offside

Offside dinilai ketika bola dimainkan atau disentuh oleh rekan setim. Seorang pemain berada dalam posisi offside jika bagian kepala, badan, atau kakinya berada di wilayah lawan dan lebih dekat ke garis gawang daripada bola serta pemain lawan kedua terakhir.

Yang Dibutuhkan

Untuk menilai offside, perhatikan waktu tepat saat rekan setim memainkan bola, posisi bola, garis tengah, pemain lawan kedua terakhir, serta bagian tubuh penyerang yang boleh digunakan untuk mencetak gol. Tangan dan lengan tidak dihitung.

Langkah-langkah

  1. Tentukan waktu penilaian

    Bekukan situasi pada saat bola dimainkan atau disentuh oleh rekan setim penyerang. Posisi pemain ketika menerima bola bukan patokan utama.

  2. Periksa wilayah pemain

    Pemain hanya dapat berada dalam posisi offside jika bagian kepala, badan, atau kakinya berada di wilayah permainan lawan. Garis tengah tidak termasuk wilayah lawan untuk penilaian ini.

  3. Temukan pemain lawan kedua terakhir

    Urutkan dua pemain lawan yang paling dekat dengan garis gawang. Pemain kedua terakhir tidak selalu bek karena penjaga gawang dapat berada jauh dari gawang.

  4. Bandingkan posisi dengan bola

    Pemain tidak berada dalam posisi offside jika sejajar atau berada di belakang bola ketika bola dimainkan oleh rekan setim.

  5. Bandingkan dengan lawan

    Jika bagian tubuh yang sah untuk mencetak gol lebih dekat ke garis gawang daripada bola dan pemain lawan kedua terakhir, pemain tersebut berada dalam posisi offside.

  6. Abaikan tangan dan lengan

    Tangan dan lengan seluruh pemain, termasuk penjaga gawang, tidak digunakan untuk menentukan posisi offside. Batas lengan mengikuti bagian bawah ketiak menurut Laws of the Game.

  7. Periksa keterlibatan aktif

    Posisi offside saja bukan pelanggaran. Pemain baru dihukum jika memainkan atau menyentuh bola, mengganggu lawan, atau memperoleh keuntungan dari bola yang memantul, dibelokkan, atau berasal dari penyelamatan.

  8. Nilai sentuhan pemain bertahan

    Sentuhan atau pantulan tidak otomatis menghapus offside. Jika pemain bertahan dengan sengaja memainkan bola dalam keadaan memiliki kontrol yang memadai, penyerang biasanya tidak dianggap memperoleh keuntungan dari posisi sebelumnya, kecuali bola berasal dari penyelamatan yang disengaja.

  9. Periksa pengecualian restart

    Tidak ada pelanggaran offside jika pemain menerima bola secara langsung dari tendangan gawang, lemparan ke dalam, atau tendangan sudut.

  10. Tentukan keputusan

    Jika pemain berada dalam posisi offside dan terlibat aktif, wasit memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada lawan dari tempat terjadinya pelanggaran.

Tips

Saat menonton tayangan ulang, fokuskan perhatian pada momen bola pertama kali disentuh pengumpan, bukan ketika bola meninggalkan kakinya atau diterima penyerang. Gunakan garis lapangan sebagai bantuan visual, tetapi ingat bahwa sudut kamera dapat menipu.

Masalah Umum

Kesalahan umum adalah menganggap setiap pemain yang melewati bek terakhir pasti offside, memakai posisi saat bola diterima, atau menghitung tangan sebagai bagian tubuh. Offside juga dapat sulit dinilai karena sudut kamera, gerakan cepat, dan perbedaan antara sentuhan, defleksi, penyelamatan, serta permainan sengaja oleh lawan. Dalam pertandingan resmi, keputusan mengikuti wasit dan protokol VAR jika digunakan. Peraturan dapat diperbarui sehingga Laws of the Game IFAB menjadi acuan.

FAQ

Apakah sejajar dengan pemain lawan kedua terakhir termasuk offside?

Tidak. Pemain yang sejajar dengan pemain lawan kedua terakhir atau dua pemain lawan terakhir tidak berada dalam posisi offside.

Apakah pemain offside jika tidak menyentuh bola?

Belum tentu. Ia hanya dihukum jika terlibat aktif, misalnya mengganggu lawan, mencoba memainkan bola yang berdampak pada lawan, atau memperoleh keuntungan dari posisinya.

Apakah ada offside dari lemparan ke dalam?

Tidak ada pelanggaran offside apabila pemain menerima bola secara langsung dari lemparan ke dalam. Pengecualian yang sama berlaku untuk tendangan gawang dan tendangan sudut.