Dongeng Seru Cerita Kancil dan Buaya

Cerita kancil dan buaya selalu menjadi dongeng yang paling digemari anak-anak. Bagaimana tidak, kancil yang jenaka itu selalu melakukan aksi yang menggelitik. Sosok buaya yang ganas mudah dihadapi hanya dengan kecerdikan sang kancil.

Fabel tentang cerita kancil dan buaya tetap menjadi pilihan favorit dongeng meski sudah sering didengar oleh anak Indonesia.

Berikut cerita pendek antara kancil dan buaya yang bisa kalian nikmati.

Cerita Si Kancil dan Sang Buaya

Pada suatu kala ada seekor kancil yang sedang berjalan-jalan di antara rerimbunan hijaunya pohon. Melompat kesana kemari sambil menyanyi. Setelah menelusuri gelapnya hutan, ditengah perjalanan si kancil merasa lelah.

Di dekat pohon yang tidak terlalu padat, kancil beristirahat sambil memanfaatkan cahaya matahari yang masuk di antara celah-celah pohon. “ Krucuuuk…….krucuuukk……krucuuukkk”,  ada bunyi yang berasal dari perutnya, rupanya si kancil sudah lapar.

Bergegaslah si kancil mencari makanan dan menyusuri hutan. Tak lama kemudian,ia sampai di pinggir sungai. Pandangannya  tertuju pada warna merah merona yang menggantung di sebuah pohon yang terletak di seberang sungai.

Gerombolan buah rambutan yang lebat telah memikat hati si kancil. Sambil mengerutkan dahi, si kancil mencari akal untuk dapat mencapai pohon rambutan. Didepannya terdapat sungai yang mengalir cukup deras.

Kancil Merencanakan Strategi

kancil merencanakan strategi

Sumber : dailymotion.com

Si kancil berpikir sejenak sambil memperhatikan lingkungan sekitar sungai.

Tiba-tiba dia meloncat kegirangan sambil berteriak : “ Buaya…buaya….ayo keluar…. !!”

“Bruarrrr…”. Seekor buaya dengan gagahnya muncul dari dalam air. Sang buaya berkata “ Berani sekali kau datang kemari, apa kau sudah bosan hidup ?”. “Aku kesini membawa berita undangan dari Raja Hutan”, sahut si kancil.

Sang buaya merasa ingin tahu akan undangan tersebut , “ undangan apa ?”.  Dengan santai si kancil menjelaskan, “ Raja hutan menyuruhku menyebarkan undangan kesemua penghuni hutan untuk menghadiri pesta besar!”.

cerita si kancil dan buaya

Sumber : youtube.com

“ Pesta besar…..?”sang buaya tercengang dan para buaya lain muncul dengan semarak.

“Sudah lama sekali tak ada pesta besar ….!”, sahut buaya hitam. Waawww, pesat besarrr….. banyak makanan. Kapan..? Dimana…? “ , tanya buaya coklat dengan sangat gembira.

Si kancil pun menjelaskan panjang lebar mengenai sebuah pesta besar , “ Iya, pesta besar. Ada banyak makanan nanti, ada daging rusa,daging  kambing , sapi , kerbau, daging gajah pun juga ada !”. Para  buaya membalas ,” pasti lezat sekali , …. Ye .. ye … ye…!”.

Begitu mendengar berita pesta besar dari si Kancil , para  buaya sangat senang sekali. Mereka berunding bersama sesaat, lalu ketua buaya berkata ,” Hey kancil, kami semua sudah memutuskan….. untuk menghadiri kepesta besar Raja hutan”.

Si kancil sontak tertawa kegirangan dan melanjutkan penjelasannya, “  Bagus kalau begitu, jika kalian hendak menghadiri pesta besar Raja hutan, biar aku hitung terlebih dahulu berapa jumlah kalian”.

Si kancil pun melangkahkan kakinya mendekati sungai untuk menghitung jumlah  para buaya. “ HHmmmmm….. apa semua sudah berkumpul ?”, Tanya si kancil kurang yakin. Para buaya saling menatap satu sama lain.

“ Sudah kancil, kami semua sudah ada di sini ! Cepatlah menghitung, kami sudak tak sabar ,” ungkap buaya putih dengan semangat. “Baiklah kalau begitu”, balas si kancil.

Hambatan Si Kancil Pertama

hambatan si kancil pertama

Sumber : Rebanas.com

Dengan sukacita para buaya menari-nari di dalam sungai. “Tungguu!”, teriak si buaya kuning. Buaya kuning mendekati kancil sambil melotot penuh curiga , “ Bagaimana kami bisa tahu kalau kamu tidak membohongi kami ?”

Si kancil terlihat kebingungan dan berpikir mencari alasan. Tak berapa lama ketua buaya menimpal  dan memarahi buaya kuning, “ Perintah Raja hutan jangan pernah kau pertanyakan ! Mengertiii !”. “ Iya, baiklah.”, jawab buaya kuning sambil memundurkan langkah.

Si kancil merasa sangat lega, ia langsung memberikan perintah. “ Nah, sekarang kalian cepatlah berbaris dengan rapi dan berjajar hingga ke tepi sungai, biar aku saja yang menghitung berapa jumlah semua buaya yang ada di sungai ini !”.

Sang ketua buaya menyetujui perkataan si kancil. ” Betul juga idemu kancil.., ayooo semua buaya, kita berbaris yang rapi!”.  Ketua buayapun mengajak para buaya lain untuk segera membuat barisan. Para buaya dengan cepat mengambil posisi dengan rapi dan sejajar.

Para buaya telah membentuk barisan dengan rapi dan bersiap-siap untuk dihitung oleh si kancil. Si kancil bersiap-siap untuk menghitung mereka. “ Sekarang kalian semua sudah berbaris, aku akan mulai menghitung kalian!”.

Hambatan Si Kancil Kedua

hambatan si kancil kedua

Sumber : apkpure.com

Si kancil mulai menapakkan kaki di sebuah batu, dan bersiap melompat di buaya pertama. Tiba-tiba langkahnya terhenti oleh sibuaya kuning.

“Tidak usah kancil, tidak usah. Merepotkan engkau saja. Biarkan aku saja yang menghitung jumlah buaya yang ada di sungai in.” ujar buaya kuning. Sang ketua buaya sepakat dengan usul buaya kuning, “ Bagus itu, bagus. Kamu tidak usah repot-repot kancil, biarkan dia menghitung kami semua.”

Si kancil sudah kehilangan akal dan merasa sangat cemas. Buaya kuning bersiap-siap menghitung jumlah buaya yang dari tadi telah berbaris rapi. “ Hitunglah dengan benar dan jangan sampai ada yang terlewat seekorpun !”, ujar ketua buaya kepada buaya kuning.

Buaya kuning memulai menghitung para buaya, si kancil hanya bisa memandang dan merenung. “Mari kita berhitung ! “ ajak buaya kuning. “ Satu… satu tambah satu sama dengan dua. Dua tambah satu sama dengan tiga. Tiga tambah satu sama dengan……emmmpaatt. Empat tambah satu sama dengan ….. Berapa ya ?” Tanya buaya kuning.

Rupanya buaya kuning tidak bisa menghitung lagi. Ia kebingungan dan bertanya pada buaya coklat. “ Kau tau berapa empat tambah satu ?”.

Sang ketua buaya melirik buaya kuning dan bertanya. “ Hey kuning berapakah jumlah semua buaya yang ada di sini ?” Buaya kuning termenung dan menjawab dengan gugup. “ eeemmmmm, semuanya ada…. Ada banyak di sungai ini.”

Para buaya semakin gaduh. “ Kuning , kalau kau tak bisa menghitung , janganlah menghitung !” sahut buaya putih. “ Hitunglah dengan benar. Ada yang terlewat nanti !” buaya hitam menambahkan.

Buaya kuning gelagapan sambil garuk-garuk kepala.

Keberhasilan Si Kancil

keberhasilan si kancil

Sumber : Uniqpost.com

Si kancil yang banyak akal ini pun langsung menenangkan suasana. “ Tenang … tenanglah kalian. Biarkan aku saja yang menghitung kalian.” Ketua buaya menyuruh si kancil untuk menghitung. “ Ayo kancil, cepat hitunglah jumlah kami dengan benar !”

“ Satu ..” ujar si kancil berhasil melompat di punggung buaya pertama.

Lagi-lagi buaya kuning menghentikan strategi si kancil. “Kancil berhentiii… Kapan pesta besar dilaksanakan ? Dengan sedikit geram kancil membalas, “ Minggu depan “.

“Dimana ?” buaya kuning melanjutkan pertanyaan. “Di Istana Raja hutan lah. Ada pertanyaan lagi ?” jawab si kancil dengan nada kesal.

“ Sudahlah jangan banyak tanya lagi !” Protes ketua buaya. “ Iya ! Iya ! Egh, kancil lanjutkan menghitung .” kata buaya kuning.

Kancilpun melanjutkan menghitung dan melompat dari  punggung  buaya kesatu sampai punggung kelima. “ Dua.. Tiga… Empat… Limaa”.

Sampailah kancil di seberang sungai. Tersenyum lebar dan gembira karena buah rambutan telah berada di hadapannya.

Sang ketua buaya bertanya dengan penasaran. “ Berapa semua jumlah buaya, kancil ?”

certia kancil dan buaya

Sumber : Youtube.com

Si Kancil menjawab dengan lantang. “Semuanya ada enam ekor buaya yang gagah perkasa. Aku akan memberitahu Raja hutan kalian semua akan datang .”

Para Buaya pun bersuka ria dan gembira. Si kancil menahan kegembiraan para buaya. “ Hey Buaya , maaf aku lupa bahwa pesta besar telah berlangsung minggu lalu “

Para buaya sontak terkejut dan merah besar . “ Kancil, kau telah menipu kami”

Sambil tertawa si kancilpun langsung pamit pergi dan berburu buah rambutan. “

Pesan Moral dari Cerita Kancil dan Buaya

pesan moral cerita kancil dan buaya

Sumber : youtube.com

Sudah seharusnya kita selalu menggunakan akal dan pikiran, jangan mudah putus asa dalam menghadapi persoalan yang sulit. Masalah sesulit apapun pasti ada jalan keluar jika kita mau berusaha dengan maksimal.

Demikian cerita tentang kancil dan buaya. Semoga bisa mengambil pesan positif dari bacaan di atas.

Jangan lewatkan juga kisah yang tidak kalah menarik Dongeng Malin Kundang dan Jaka Tarub.

Tags:
  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.