Cara Membuat, Simbol dan Contoh Contoh DFD

Contoh DFD– Dalam sebuah komponen sistem informasi, ada prosedur atau model sistem yang harus dirancang atau didesign. Salah satu tools pemodelan sistem yang sering digunakan untuk membuat desain model yakni data flow diagram (DFD) atau juga sering disebut dengan diagram alir data. Bagi anda yang mencari referensi contoh DFD, berikut ulasan lengkap dengan semua simbol dan cara membuat DFD.

Dalam proses desain model, sistem analisis wajib memiliki pemahaman tentang semua kaidah manajemen dan proses bisnis yang baik terhadap sistem yang akan dibuat design modelnya.

Pengertian Data Flow Diagram (DFD)?

DFD adalah sebuah diagram yang digunakan untuk memodelkan suatu sistem secara logik. Tak jaug berbeda dengan bagan alir dokumen, DFD juga bisa digunakan baik untuk analisis maupun desain.

Hanya saja, DFD kerap digunakan pada tahap desain karena diagramnya memiliki batasan ruang lingkup sistem yang sangat jelas. Sehingga pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih fokus.

Untuk memperjelas pemahaman anda mengenai pengertian DFD, berikut adalah pengertian DFD dari beberapa ahli.

  • Andri Kristianto

Sebuah model proses data yang didesign untuk menggambarkan aliran data, dari dan juga kemana tujuannya.

  • Tata Sutabri

Sebuah network yang menjelaskan sistem secara otomatis maupun komputerisai, manual serta gabungan dari keduanya. Penggambarannya didesign dalam bentuk komponen dengan aturan-aturan tertentu.

  • Jogiyanto Hartono

Suatu diagram yang menggunakan simbol atau notasi dalam menunjukkan sebuah arus sistem.

  • Wijaya

Suatu gambaran grafis yang menunjukkan dan menjelaskan aliran data dari sumbernya dalam suatu objek untuk kemudian ditransformasikan pada tujuan lain dalam objek lain.

Perbedaan DFD dengan Diagram Konteks (Context Diagram)

contoh diagram konteks

contoh diagram konteks

Diagram Konteks atau Context Diagram ialah diagram yang menggambarkan ruang lingkup sebuah sistem secara menyeluruh dan lengkap.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Diagram konteks ini bagian yang paling tinggi dalam DFD, sehingga pemodelan DFD diawali dengan pembuatan diagram konteks. Sementara DFD menggambarkan sistem yang lebih detail lagi hingga bagian terkecil seperti fitur dalam setiap bagian yang dimiliki oleh sistem.

Untuk penggunaan simbol, DFD maupun konteks diagram menggunakan jenis dan bentuk simbol yang sama. Akan tetapi untuk aturannya terdapat perbedaan antara pemodelan DFD dan konteks diagram.

Pada diagram konteks hanya diizinkan sebuah simbol proses saja sementara pada DFD diperbolehkan untuk menggunakan lebih dari satu simbol proses. Selain itu, pada konteks diagram digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem dengan lingkungan luar, sedangkan pada pemodelan DFD juga digambarkan hubungan antar proses didalam sistem.

Simbol dan Notasi DFD

Beberapa ahli mendefinisikan simbol DFD misalnya saja seperti Gane/Sarson, DeMarco/Yourdon.

Mereka mendefinisikan simbol DFD sebagai berikut:

simbol dan notasi dfd

Penjelasan dari simbol simbol Data Flow Diagram (DFD) , antara lain :

  • Entitas eksternal

Entitas eksternal mewakili terminal atau entitas yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan dan digambarkan dengan simbol persegi panjang.

Pada umumnya komponen ini diberi nama sesuai dengan dunia luar yang berinteraksi dengan sistem yang sedang dibuat modelnya seperti kata benda. Contoh : Bagian Pemasaran, Dosen, Mahasiswa, dll.

  • Proses

Proses merupakan kegiatan atau pekerjaan yang dikerjakan oleh orang maupun komputer dimana aliran data masuk ini ditransformasikan ke aliran data keluar. Komponen ini digambarkan dengan simbol lingkaran.

  • Aliran Data

Aliran data digambarkan dengan simbol anak panah yang menunjukkan arah masuk dan keluar dari suatu proses. Aliran data ini menggambarkan perpindahan data atau informasi dari satu bagian sistem ke bagian yang lain.

  • Data Store

Data Store digambarkan dengan simbol dua garis yang menjelaskan tempat penyimpanan file atau database. Biasanya data store diberi nama sesuai dengan nama file penyimpanannya, seperti : mahasiswa, mata kuliah, dosen, dll.

Contoh DFD

Lantas, seperti apa contoh DFD itu? Berikut beberapa contoh DFD untuk referensi anda semua :

Contoh DFD Penjualan

contoh diagram konteks

diagram level 1 penjualan

diagram level 1 proses 1 penjualan

diagram level 2 penjualan

diagram level 1 proses 2 penjualan

diagram level 1 3 penjualan

diagram level 1 proses 3 penjualan

diagram level 2 1 penjualan

diagram level 2 proses 1 penjualan

Contoh  DFD Pendaftaran Sekolah

contoh kasus dfd

diagram konteks

diagram zero pendaftaran sekolah

diagram zero pendaftaran sekolah

diagram rinci pendafaran sekola

diagram rinci pendafaran sekolah

Contoh DFD di atas merupakan DFD yang ada di dalam suatu sekolah. DFD ini menunjukkan suatu diagram pendaftaran siswa baru yang ada di sekolah OIS. Dari diagram tersebut menunjukkan bahwa terdapat peranan antara calon siswa, bank, kepala sekolah dan juga ketua yayasan dengan sekolah.

Ya, kenyataannya membuat, membaca dan memahami DFD memang tidak sesulit yang Anda bayangkan. Meski tentu saja, semakin rumit sebuah sistem yang berjalan, maka akan semakin rumit pula pembuatan DFD-nya.

Contoh di atas bisa Anda gunakan untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan DFD. Mengingat fungsi dari DFD sangatlah penting, untuk itu setiap inci dari pembahasan harus benar-benar dikuasai dengan sebaik-baiknya.

Tujuan DFD

Sebenarnya, apa sih tujuan dibuatnya DFD? Berdasarkan tujuannya, DFD dibuat dengan tujuan antara lain sebagai berikut:

  • Untuk menggambarkan fungsi-fungsi untuk menginformasikan suatu aliran data.
  • Untuk memberikan suatu indikasi yang berkaitan dengan bagaimana suatu data ditransformasikan pada saat data bergerak dengan menggunakan sistem.

Fungsi DFD

Sedangkan fungsi DFD sendiri antara lain adalah sebagai berikut:

  • DFD dijadikan sebagai suatu alat untuk membuat model yang memungkinkan suatu profesional sistem dapat digunakan untuk menggambarkan sistem jaringan proses fungsional dan dihubungkan antara satu sama lain melalui alur data, baik secara komputerisasi maupun manual.
  • DFD adalah sebuah alat perancang sistem yang lebih mengorientasikan diri terhadap alur datanya.
  • DFD digunakan sebagai suatu alat untuk membuat model yang dapat memberikan penekanan terutama ada fungsi sistemnya.

Level Pada DFD

level pada dfdTahukah Anda, ternyata adalah DFD ini terdapat beberapa level. Ada level yang ada di dalam DFD antara lain adalah sebagai berikut.

1. Diagram Konteks

Diagram konteks adalah suatu diagram yang digunakan untuk menggambarkan sebuah lingkaran besar yang mewakili semua proses yang ada di dalam suatu sistem. Diagram konteks juga sering disebut dengan nama diagram nomor 0 (nol).

Pada umumnya diagram ini sangat sederhana karena tidak mengandung penyimpanan. Hal ini dilakukan karena semua entitas eksternal yang nantinya ditujukan pada diagram konteks sudah berisi aliran-aliran data utama yang akan menuju dan berasal dari sistem.

Diagram ini juga akan memberikan gambaran secara keseluruhan dari suatu sistem. Hanya saja sistem ini dibatasi dengan boundary (dapat digambarkan dengan menggunakan garis putus).

2. Diagram Nol (Diagram Level-1)

Apa itu diagram nol? Diagram nol adalah sebuah diagram pemecah yang berasal dari diagram konteks. Diagram ini digunakan untuk membuat penyimpanan data. Diagram ini juga digunakan untuk menggambarkan suatu proses yang terjadi pada DFD.

Diagram ini juga memberikan gambaran secara menyeluruh tentang sistem yang akan dicapai, ia juga menunjukkan tentang fungsi utama yang ada pada proses yang ada baik alian datanya maupun eksternal entity.

Pada level ini sendiri biasanya sudah ada proses digambarkannya suatu daya stor yang akan digunakan. Adapun untuk roses yang tidak rinci akan diproses pada level selanjutnya dengan menggunakan simbol (*) maupun (p) yang biasanya ditambahkan pada akhir dari nomor prosesnya. Dalam diagram ini juga harus menyeimbangkan antara input dengan outputnya.

3. Diagram rinci

Sedangkan diagram rinci adalah sebuah diagram yang dimanfaatkan untuk memecahkan atau menguraikan proses yang ada di dalam diagram nol.

Cara Membuat DFD

cara membuat dfdBagaimana cara membuat DFD itu sendiri ? Nah, bagi Anda yang ingin tahu bagaimana cara membuat diagram ini. Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah pembuatan diagram DFD.

1.Langkah pertama yang harus dilakukan untuk membuat DFD adalah dengan mengidentifikasinya terlebih dahulu dari semua kesatuan luar yang akan terlibat pada sistem.

2. Setelah itu, identifikasi pula semua input serta output yang terlibat dengan kesatuan luarnya.

3. Selanjutnya adalah dengan menggambar diagram konteks.

  • Tentukan nama sistem
  • Tentukan batasan sistem
  • Tentukan terminator apa saja yang ada pada sistem
  • Tentukan apa saja yang diterima/diberikan entitas eksternal dari maupun ke sistem
  • Gambar diagram konteks

4. Jika diagram konteks telah digambar, maka langkah selanjutnya adalah dengan menggambar bagan berjenjang dari semua proses yang ada dalam sistem.

5. Setelah itu baru di gambar DFD untuk overview diagramnya. Atau disebut dengan diagram level-0.

  • Tentukan proses utama pada sistem
  • Tentukan apa yang diberikan/diterima setiap proses ke/dari sistem dengan selalu memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang telah keluar pada level berikutnya)
  • Bila perlu, munculkan data store sebagai sumber maupun tujuan alur data
  • Hindari perpotongan arus data
  • Cantumkan nomor pada proses utam

6. Sedangkan langkah terakhir adalah dengan menggambar DFD untuk level-level yang lebih lanjut.

Bagaimana? Sudahkah Anda paham dengan pengertian dan contoh DFD? Informasi di atas membahas sedikit tentang DFD, tujuan, fungsi serta cara membuatnya. Selain itu, ada juga contoh yang bisa dijadikan acuan untuk Anda lebih mudah dalam memahami DFD. Semoga dengan adanya informasi seputar DFD ini bisa menambah wawasan Anda dan tentunya memberikan manfaat.

 

Tags:
  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.