Ragam

10 Contoh Produk Kerajinan Tesktil dan Penjelasannya

Kerajinan tekstil merupakan salah satu kerajinan tangan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai macam contoh produk kerajinan tekstil dapat dengan mudah...

Written by dawan setiawan · 7 min read >
contoh kerajinan tekstil

Kerajinan tekstil merupakan salah satu kerajinan tangan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai macam contoh produk kerajinan tekstil dapat dengan mudah ditemukan pada berbagai toko. Salah satu contoh hasil produk kerajinan tekstil ialah fashion, seperti kaos, topi, kemeja, handuk, dll. Berikut adalah jenis jenis kerajinan tekstil beserta contoh-contohnya .

Pengertian Kerajinan Tekstil

Kerajinan tekstil  merupakan karya seni atau kerajinan yang menggunakan tekstil sebagai bahan utama. Tekstil adalah bahan yang berasal dari serat kemudian diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan utama untuk pembuatan berbagai produk fashion.

Jadi, kerajinan tekstil adalah suatu kerajinan atau barang jadi yang terbuat dari bahan serat, benang, maupun kain, dimana selanjutnya sering dinamakan sebagai bahan tekstil.

Pada umumnya, bahan tekstil dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, antara lain :

  1. Berdasarkan Jenis Produk / Bentuk : serat staple, serat filament, benang, kain, produk jadi.
  2. Berdasarkan Jenis Bahan : serat alam, serat sintesis, dan serat campuran.
  3. Berdasarkan Jenis Warna / Motif : Putih, berwarna, bermotif / bergambar.
  4. Berdasarkan jenis Konstruksinya : tenun, rajut, renda, kempa, benang tunggal dan benang gintir.

Jenis – Jenis Kerajinan Tekstil

Secara garis besar, kerajinan tekstil di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kerajinan tekstil modern dan kerajinan tekstil tradisional. Perbedaan yang mendasar dari keduanya adalah dari tata cara pembuatan kain.

1. Kerajinan Tekstil Tradisional

kerajinan tekstil tradisional
merahputih.com

Kerajinan tekstil tradisional adalah kerajinan tekstil yang dibuat secara manual oleh tangan manusia dengan cara tradisional tanpa menggunakan mesin atau teknologi lainnya. Di Indonesia, kerajinan tekstil tradisional berkembang  berdasarkan kreatifitas daerah masing-masing, dimana dengan pengaruh dari budaya dan adat dari daerah itu sendiri.

Umumnya kerajinan tradisional memiliki harga dan nilai seni yang relatif tinggi dibanding modern. Proses pembuatan kain ini sangat lama, dimana semakin rumit motif yang dibuat semakin lama pula proses pengerjaannya.

Kelebihan :

  • Jumlah yang terbatas dan memiliki nilai eksklusif yang tinggi karena dibuat langsung oleh tangan manusia.
  • Mengandung nilai seni dan budaya yang tinggi
  • Memiliki kualitas dan daya tahan yang baik.
  • Memberdayakan sumber daya lokal

Kekurangan :

  • Proses produksi yang membutuhkan banyak waktu sehingga harus lebih bersabar

Contoh Kerajinan Tekstil Tradisional :

  • Songket Palembang
  • Sarung Bali
  • Tenun Ulos Sumatera Utara
  • Kain Ikap Celup
  • Batik Tulis

Fungsi Kerajinan Tekstil Tradisional:

Produk kerajinan tekstil tradisional memiliki fungsi yang lebih khusus, yaitu hanya digunakan sebagai lambang atau keperluan tertentu seperti acara adat hingga sebagai status sosial bagi yang memiliki atau memakain produk tersebut.

2. Kerajinan Tekstil Modern

kerajinan tekstil modern
breakingnews.co,id

Kerajinan tekstil modern yaitu kerajinan yang dihasilkan dengan menggunakan bantuan mesin modern maupun alat teknologi lain, sehingga semua produksi secara otomatis. Tekstil modern menawarkan lebih banyak produk yang bermanfaat bagi manusia.

Kelebihan :

  • Mampu memproduksi produk dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat.
  • Lebih efektif dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja.
  • Menawarkan harga yang lebih murah dan terjangkau

Kekurangan :

  • Sebagian besar kualitas produk kerajinan tekstil modern kurang baik
  • Memiliki daya tahan produk yang rendah

Contoh Kerajinan Tekstil Modern :

  • Kemeja
  • Sprei
  • Topi
  • Tas

Fungsi Kerajinan Tekstil Modern :

Pada dasarnya produk tekstil modern ini banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Adalah sebagai berikut :

  • Sebagai Kebutuhan Sandang : Pakaian, kemeja, topi, dasi, alas tidur, selimut, bantal dan sebagainya.
  • Sebagai Dekorasi : Taplak meja, gorden dan hiasan.
  • Sebagai penyimpan : Tas, sarung tangan, sarung HP.
  • Sebagai alat : gendongan bayi, tali ikat, dan sebagainya.

Contoh Contoh Kerajinan Tekstil

Ada banyak sekali produk kerajinan tekstil yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Karena hampir di seluruh daerah Indonesia memiliki produk tekstil khas masing-masing. Berikut adalah berbagai contoh produk kerajinan tekstil berdasarkan cara pembuatannya :

  1. Kerajinan Sulam

kerajinan menyulam

Kerajinan Sulam atau bordir merupakan kerajinan tangan yang menggunakan teknik untaian benang dengan jarum, untuk menciptakan suatu motif atau gambar yang unik di atas kain. Biasanya teknik sulam dikombinasikan dengan beberapa aksesoris lain sebagai pelengkap, seperti manik, ring, payet, serta pernak pernik lainnya.

Hasil akhir dari kerajinan bordir ini meliputi :

  • Sulam Datar : Hasil sulam yang rata dengan permukaan kain atau bahan lainnnya.
  • Sulam Terawang : Hasil sulam berlubang-lubang pada permukaan kain ( taplak meja dan kebaya).
  • Sulam Timbul : Hasil sulam membentuk gelombang di atas permukaan kain sesuai lekuk gambar.

Jenis-Jenis Bordir atau Sulam :

  • Sulam Bebas atau Sulam Benang

Yaitu dimana benang dijahit di atas kain dengan mengabaikan pola tenun pada kain. Teknik sulam ini digunakan dalam sulam wol seperti bordir tradisional Cina dan Jepang.

  • Sulam Jahitan

Yaitu dimana sulaman dibuat dengan menghitung jumlah jahitan yang telah dibuat. Sulaman dibuat di atas kain tenunan sejajar, seperti pada kain kanvas, kain aida, kain strimin, dan kain linen. Jenis sulaman yang termasuk sulam hitung jahitan antara lain kruistik, sulam Assisi, dan blackwork.

Contoh  kerajinan tekstil sulam :

contoh kerajinan sulam

  1. Kerajinan Batik

kerajinan batik
saminjogja.wordpress.com

Kerajinan Batik merupakan salah satu karya seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan bangsa Indonesia. Batik dapat dikatakan sebagai sebuah karya seni yang bernilai estetis tinggi.

Pada setiap karya batik terdapat paduan warna dan guratan lilin yang mengandung makna tersendiri. Mulai dari sejarah, kebudayaan, kondisi alam yang kemudian semua dikombinasikan dan dituangkan melalui corak unik di atas selembar kain.

Karya batik dapat digolongkan menjadi dua macam, yakni tradisional dan modern.

Batik Tradisional

kerajinan batik tradisional
kimgonta.wordpress

Batik tradisional atau tulis dibuat secara manual oleh tangan manusia menggunakan alat canting dan kuas dengan bahan lilin yang dipanaskan untuk menciptakan pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain.  Untuk pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup.

Proses pembuatan satu lembar kain batik tradisional dapat menghabiskan waktu tiga hingga empat bulan. Oleh karena itu, unsur seni dalam batik tradisional begitu dalam dan bernilai tinggi. Karena  proses pembuatannya yang sangat lama dan memerlukan ketelitian yang tinggi, batik tulis memiliki harga yang mahal dan prestisius.

Batik Modern

kerajinan batik modern

Batik modern dibuat dengan bantuan mesin modern atau menggunakan teknik celup seperti mesin cetak (printing), sehingga mampu memproduksi secara massal dan cepat. Pada dasarnya, hasil batik modern tidak kalah jauh dibanding batik tradisional.

Namun , pada batik modern tidak eksklusif dari segi motif dan gambar karena diproduksi secara massal tergantung permintaan pasar. Batik modern dibandrol dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan batik tradisional.

  1. Kerajinan Tenun

kerajinan tenun

Kerajinan tenun kain merupakan kain yang dibuat secara tradisional dari bahan benang dengan menggunakan tangan manusia dan alat bantu kayu. Namun,saat ini seiring dengan berkembangnya zaman, tenun kain dapat dibuat dengan cara modern.

Tenun kain manual sederhana saat ini masih diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, dimana masing-masing daerah memiliki ciri khas sendiri-sendiri pada corak dan warnanya.

Pada suku atau daerah tertentu, corak / motif gambar binatang atau orang lebih banyak ditonjolkan. Seperti pada daerah Sumba Timur dengan corak motif kuda, rusa, udang, naga, singa, orang-orangan, dan lain-lain.

Sementara pada daerah Timor Tengah Selatan lebih banyak menonjolkan corak motif burung, cecak, buaya dll. Ada beberapa daerah lain yang menerapkan corak motif bunga atau daun-daun.

Contoh Kerajinan Tekstil Tenun

Lombok

produk kerajinan tekstil tenun lombok

Ambon

contoh kerajinan tekstil tenun ambon

  1. Kerajinan Tapestry

kerajinan tapestry

Kerajinan tapestry merupakan salah satu teknik membuat kerajinan tekstil tertua di dunia berupa tenun tradisional. Teknik ini dilakukan pada alat tenun vertikal atau juga dapat di lantai. Proses  tapestry yaitu menenun dengan menggunakan dua buah benang dengan arah saling bersilangan, yakni :

  • Bagian benang sejajar dengan panjang disebut sebagai wrap atau benang lungsing.
  • Bagian benang sejajar dengan lebar disebut sebagai weft atau benang pakan.

Sebagian besar, tapestry menggunakan benang lungsing berbahan alami seperti benang linen atau katun. Benang pakan yang digunakan berupa benang wol atau katun, namun bisa juga benang sutra, benang emas, benang perak. Karya tapestry telah diproduksi dan digunakan pada zaman Helenis.

Contoh Kerajinan Tekstil Tapestry

contoh kerajinan tapestry

  1. Kerajinan Jahit Perca

produk kerajinan tekstil perca

Kerajinan Jahit perca adalah suatu hasil produk kerajinan yang dibuat dengan cara menjahit potongan-potongan kain bekas atau  perca yang digabung sedemikian rupa mengikuti pola yang diinginkan.

Jahit perca merupakan proses yang lebih memfokuskan pada kualitas jahitan serta pemilihan corak bahan. Meski menggunakan bahan sisa, design yang unik akan mampu menghasilkan karya jahit perca yang indah dan mahal.

Contoh Tekstil Perca

produk tekstil perca

  1. Kerajinan Jahit Tindas (Quilting)

kerajinan jahit tindas

Jahit tindas atau Quilting merupakan teknik menghias suatu kain dengan cara menempelkan atau melapisi dengan bahan hias di permukaan kain tersebut lalu dijahit tindas. Sehingga menghasilkan berupa hiasan timbul yang bagus dan menawan.

Salah satu hasil produk kerajinan tekstil jahit tindas adalah selimut dengan berbagai hiasan timbul.

contoh produk jahit tindas
contoh produk jahit tindas
  1. Kerajinan Cetak Saring

kerajinan cetak saring

Cetak saring atau teknik sablon merupakan suatu teknik proses cetak kain yang menggunakan layar atau filter screen dengan kerapatan tertentu. Layar  tersebut terbuat dari bahan dasar nylon atau sutra.

  • Layar diberi pola yang berasal dari negatif desain yang sebelumnya telah dibuat.
  • Kain direntangkan secara kuat agar mampu menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar.
  • Setelah diberikan fotoresis atau penyinaran, akan timbul bagian-bagian yang dapat dilalui tinda dan tidak.

Kerajinan cetak saring ini cukup banyak berkontribusi pada induktri tekstil di Indonesia. Untuk teknik sablon tradisional, masih banyak diterapkan pada home industry atau skala kecil.

Contoh Produk Cetak Saring / Sablon

contoh produk cetak saring

  1. Kerajinan Makrame

kerajinan makrame

Kerajinan Makrame merupakan kerajinan tangan kuno yang menggunakan bahan dasar benang dan tali. Makrame dibuat mengikat tali atau benang kemudian membentuk simpul yang saling berhubungan sehingga menghasilkan sebuah barang jadi.

Teknik ini tanpa menggunakan alat jarum, namun cukup dengan jari tangan manusia. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran dan ketelitian serta teknik menyimpul yang mumpuni. Produk hasil kerajinan mackamé dapat berupa barang hias maupun barang pakai, seperti gelang, kalung, hiasan dinding, dan sebagainya.

Contoh Kerajinan Makrame

contoh kerajinan makrame

  1. Kerajinan Rajut

kerajinan merajut

Merajut adalah teknik membuat sebuah kerajinan dengan merangkai benang atau tali dengan menggunakan dua jarum mirip sumpit di tangan kiri dan kanan, sehingga menghasilkan suatu barang jadi yang indah dan fungsional.

Contoh Hasil Rajut

contoh kerajinan merajut

Karya rajut lebih berfokus pada barang-barang pakai seperti tas, topi, kaus kaki, dan sebagainya.

  1. Kerajinan Renda

teknik merenda

Merenda adalah teknik membuat sebuah kerajinan dengan menautkan benang atau tali dengan menggunakan satu jarum model hook (pengait) sehingga menjadi suatu bentuk atau rangkaian tertentu dan menghasilkan produk jadi.

Berbeda dengan karya rajut, pada karya renda lebih digunakan untuk membuat suatu bidang atau bentuk, seperti model kotak, segitiga, bintag dan sebagainya. Contohnya adalah taplak meja, tatakan gelas, hiasan, dll.

Contoh Hasil Produk Merenda

contoh kerajinan tekstil merenda

Bahan dan Alat Pembuatan Produk Kerajinan Tekstil

Secara garis besar, bahan pembuatan produk kerajinan tekstil terbagi menjadi dua macam, yaitu bahan utama dan bahan pelengkap.

Pada proses pembuatan produk kerajinan tekstil, bahan yang digunakan tergantung dari jenis produk apa yang akan dihasilkan, fungsi dari produk tersebut serta teknik yang akan digunakan.

Bahan Utama

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil adalah bahan tekstil yang berasal dari serat alam atau serta polyester, baik itu berupa kain tenun, rajut, kempa maupun benang/tali.

Beberapa  bahan tekstil yang dapat dipakai dalam pembuatan produk kriya tekstil adalah kain katun, kain satin, benang katun, benang nylon, tali koor, dan lain lain.

Bahan Pelengkap

Bahan pelengkap pada pembuatan produk kerajinan tekstil memiliki fungsi untuk memperindah atau menyempurnakan hasil produk yang dibuat. Dalam penggunaannya juga sama dengan bahan utama yakni harus disesuaikan  dengan jenis produk, fungsi serta teknik pembuatan.

Bahan pelengkap yang sering digunakan ialah bahan tekstil yang berasal dari serta alam maupun polyester seperti kain pelapis/pengeras, busa pelapis, dakron, kain furing , renda dan lain lain.

Alat

Alat-alat pembuatan  produk kerajinan tekstil terbagi menjadi dua jenis yaitu alat utama dan alat penunjang.

  • Alat utama : mesin, mesin jahit, alat-alat menjahit, gunting, pita ukur, papan landasarn dan sebagainya.
  • Alat penunjang : mata itik, lem, lilin bakar, pemidangan, jarum T, dan sebagainya.

Fungsi Kerajinan Tekstil

Beberapa fungsi yang diperoleh dari kerajinan tekstil , antara lain :

  1. Sebagai Dekorasi (Hiasan/Aksesoris)

Produk-produk kerajinan tekstil banyak dibuat untuk berfungsi sebagai benda-benda hiasan atau dekorasi. Biasanya produk-produk pajangan ini menonjolkan keindahan dan nilai estetik yang tinggi.

  1. Sebagai Benda Terapan (Fungsional)

Pada dasarnya fungsi utama dari produk kerajinan tekstil ialah dapat memenuhi kebutuhan manusia dalam berbagai kegiatan

  1. Sebagai Simbolik dan Ritual

Untuk produk kerajinan tekstil tradisional banyak yang digunakan sebagai fungsi simbolik, yakni untuk melambangkan hal-hal tertentu dengan nilai-nilai spiritual. Dalam penggunaannya produk-produk tersebut biasanya untuk kelengkapan ritual.

Contoh : kain poleng dari bali – digunakan acara ruwatan atau penyucian.

  1. Sebagai Mainan

Terdapat beberapa produk kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai mainan. Meski sebagai mainan, produk tersebut tetap mempertahankan nilai-nilai estetika.

 

Demikian adalah contoh contoh produk kerajinan tekstil lengkap beserta penjelasannya. Informasi di atas semoga dapat menjadi referensi dan menambah wawasan anda semua.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.