Penjelasan dan Contoh Struktur Organisasi Perusahaan

Penting sekali bagi sebuah perusahaan entah kecil, menengah maupun besar untuk memiliki struktur organisasi yang ramping dan jelas. Di era kini yang perkembangan pasar begitu pesat dan kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk tampil optimal dan efisien guna mempertahankan bisnisnya. Untuk itu berikut contoh, cara membuat serta penjelasan struktur organisasi perusahaan ( manufaktur, hotel, koperasi) yang perlu anda pelajari.

Struktur Organisasi Perusahaan

Pengertian Struktur organisasi perusahaan dapat didefinisikan sebagai sebuah susunan berbagai komponen atau unit-unit kerja dalam sebuah organisasi perusahaan atau badan yang saling bekerja sama secara aktif, efektif dan efisien untuk mencapai visi dan misi yang telah dibuat.

Sehingga di dalam struktur organisasi ini dapat terlihat dengan jelas posisi, peran dan tugas masing masing unit yang telah ditetapkan oleh organisasi atau perusahaan.  Setiap orang yang telah menduduki posisinya harus berperan aktif sesuai dengan keahliannya dengan maksimal.

Aspek Struktur Organisasi Perusahaan

membuat struktur organisasiBagan struktur organisasi perusahaan dapat menjelaskan 4 aspek penting dari setiap jabatan yaitu Kedudukan, Fungsi, Hak, dan Kewajiban.

  • Kedudukan

Struktur yang ada pada setiap perusahaan menggambarkan garis hierarki yang membentang dari posisi teratas hingga ke bawah. Setiap kedudukan ini memiliki tingkat yang berbeda-beda antara satu sama lain berdasarkan fungsinya.

Contoh : Direktur,  Manager, Manager Personalia

  • Fungsi

Fungsi dari setiap posisi ini sama halnya dengan peran yang harus dikerjakan. Fungsi juga dibedakan dari kedudukan setiap jabatan. Perbedaan antara kedudukan dan fungsi menentukan perbedaan hak dan kewajiban pula.

Contoh : Direktur dan Manager personalia memiliki peran yang berbeda-beda.

  • Hak

Hak adalah sesuatu yang harus di terima oleh setiap individu sesuai dengan posisi atau kewajibannya.

  • Kewajiban

Sementara untuk kewajiban, merupakan sesuatu yang wajib dikerjakan oleh setiap individu sesuai dengan posisinya. Semakin tinggi kedudukan seseorang di dalam sebuah struktur organisasi perusahaan, maka semakin tinggi pula kewajiban dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.

Cara Membuat Struktur Organisasi Perusahaan

menyusun struktur perusahaanDalam membuat struktur organisasi perusahaan harus memperhatikan betul mengenai penempatan individu pada posisi yang tepat. Menyusun struktur organisasi yang tidak tepat dapat menyebabkan produktifitas dan kegiatan tidak berjalan efektif.

Sebelum menyusun struktur organisasi perusahaan, ada 7 poin penting yang wajib anda perhatikan agar struktur organisasi bisa tepat sasaran dan berjalan dengan efektif pula.  Berikut adalah 7 poin penting :

  1. Tentukan Visi, Misi, dan Tujuan

Langkah pertama sebelum menyusun sebuah struktur organisasi perusahaan, anda harus menentukan apa visi, misi dan tujuan maupun sasaran dengan jelas dari perusahaan tersebut.

Tidak sedikit perusahaan yang baru dibangun dan membuat struktur organisasi tanpa memperhatikan kejelasan tentang apa tujuannya. Akibatnya tujuan dan sasaran dari perusahaan tersebutpun tidak tercapai dengan maksimal.

  1. Perumusan Bisnis

Pastikan sudah ada sasaran/target bisnis yang harus dicapai. Buatlah rumusan mengenai apa saja bisnis yang akan dikerjakan, proses dan semua pekerjaan dengan jelas dan rinci untuk menghasilkan sebuah produk. Aktivitas yang jelas akan memudahkan dalam pembuatan struktur organisasi.

  1. Perhatikan Kemampuan Pekerja

Poin penting berikutnya adalah buatlah analisa dan cermati akan kemampuan yang dimiliki pada setiap pegawai. Kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan maksimal jika sebuah perusahan tersebut memahami betul karakter dan keahlian pada setiap pegawainya.  Sehingga setiap pegawai akan menempati posisi yang sesuai dengan  kemampuannya.

  1. Pertimbangkan Umur Pekerja

Berdasarkan jenjang karir, ada 7 tahapan yang dilalui seorang pekerja yaitu mulai dari masa Trial, Establishment, Transition, Growth, Maintenance, dan withdrawal. Secara umum umur pegawai menunjukkan tingkat kedewasaan, kematangan maupun kecekatan melakukan pekerjaan.

Faktor umum menjadi salah satu indikator penting yang harus dipertimbangkan dalam menyusun struktur organisasi perusahaan. Hal ini bertujuan agar setiap pegawai dengan umur tertentu dapat menempati posisi dan jabatan yang telah ditentukan.

  1. Evaluasi

Menyelenggarakan evaluasi terkait penempatan posisi setiap pegawai pada akhir bulan maupun minggu sangat penting. Dari kegiatan ini anda dapat mempertimbangkan ulang akan kinerja pegawai yang rendah akibat posisi yang tidak tepat dengan keahlian.

  1. Struktur Organisasi yang Ramping

Struktur organisasi perusahaan yang baik merupakan yang ramping namun tetap efisien. Struktur organisasi yang menerapkan prinsip kerampingan hanya akan membuat struktur jabatan yang hanya vital. Namun pada perusahaan yang sudah sangat besar ketika setiap urusan yang ditangani sudah kompleks, maka perlu sekali mengembangkan struktur organisasi tersebut.

Contoh Struktur Organisasi Perusahaan

Setiap perusahaan menerapkan struktur organisasi yang berbeda, hal ini tergantung akan kondisi dan kebutuhan dari masing-masing perusahaan tersebut.

Struktur Organisasi Perusahaan Umum

contoh struktur organisasi perusahaan umum

1. Dewan Direksi

Pada umumnya, direksi terdiri satu orang direktur utama, tiga wakil direktur utama dan juga enam orang direktur.

Tugas :

  • Sebagai pimpinan umum dalam pengelolaan sebuah perusahaan yang menentukan arah usaha dan visi misi perusahaan.
  • Menduduki kekukasan dan memegang kendali secara penuh serta bertanggung jawanb secara menyeluruh akan pengembangan perusahaan.
  • Memutuskan setiap kebijakan yang dilaksanakan perusahaan termasuk penjadwalan seluruh aktivitas dan proses kegiatan perusahaan.

Tanggung Jawab :

Secara umum tanggung jawab direksi perusahaan adalah mengelola perseroan sesuai dengan anggaran dasar. Sementara secara formal, direksi harus menyelenggarakan tiga kali rapat direksi guna melakukan evaluasi kinerja operasional dan keuangan perseroan, serta meninjau ulang strategi dan hal-hal penting lainnya.

Diluar itu masih ada beberapa pertemuan secara informal yang harus diadakan untuk membahas dan menyetujui beberapa hal yang harus dibahas dengan segera.

Direktur Utama

Tugas dan Tanggung Jawab :

  • Melaksanakan semua tugas yang diberikan oleh Dewan Direksi untuk dipertanggung jawabkan kepada Dewan Direksi.
  • Memimpin seluruh dewan maupun komite eksekutif serta memimpin rapat umum.
  • Mengkoordinasi dan melakukan pengendalian dalam semua bentuk kegiatan di bidang administrasi keuangan, kepegawaian, dan kesekretariatan. Selain itu juga melakukan koordinasi akan pengadaan peralatan dan perlengkapan perusahaan.
  • Melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab dari Direktur perusahaan sesuai dengan aturan hukum dan standar etika.

Direktur

Tugas dan Tanggung Jawab seorang Direktur atau pimpinan perusahaan adalah :

  • Menetapkan tujuan dan visi misi dari setiap manajer yang dibawahnya
  • Menentukan dan memutuskan prosedur kegiatan perusahaan pada tiap-tiap manajer untuk mencapai sasaran yang ditargetkan perusahaan.
  • Melakukan pengawasan, pengendalian dan koordinasi terhadap semua kegiatan manajer secara berkala dan pertanggungjawabannya.
  • Merancang dan menetapkan semua kebijakan operasional perusahaan dalam jangka pendek.
  • Melakukan pengangkatan, pemberhentian, atau mutasi karyawan beserta gajinya.
  • Direktur juga harus bertanggung jawab atas semua kerugian perusahaan jika kerugian tersebut disebabkan oleh direktur yang tidak menjalankan tugasnya berdasarkan maksud dan tujuan anggaran.
  1. Direktur Keuangan

Mengawasi dan mengontrol operasional keuangan, serta bertanggung jawab atas semua urusan finansial perusahaan. Direktur keuangan juga bertugas menetapkan prosedur pelaksanaan secara rinci mengenai keuangan.

  1. Direktur Personalia

Mengembangkan sistem perencanaan kepegawaian atau tenaga kerja dan mengendalikan setiap kebijakannya. Melaksanakan kebutuhan administrasi dan kepegawaian serta membina pengembangan staff administrasi.

2. Manajer

Secara garis besar, tugas dan tanggung jawab seorang manajer adalah mengatur, mengawasi dan mengontrol bidang manajerial yang dibawahinya.

  • Melakukan pengarahan yang meliputi pengambilan keputusan, kebijakan, supervisi dan lain lain.
  • Menyusun rancangan organisasi dan pekerjaan.
  • Melaksanakan seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan
  • Menerapkan sistem komunikasi, pengendalian dan reward pada operasional
  1. Manajer Pemasaran

Tugas dan tanggung seorang manajer pemasaran adalah menangani semua hal yang berkaitan dengan promosi dan penjualan produk ataupun jasa perusahaan. Sehingga manajer pemasaran ini harus memastikan bisnis perusahaan dari mulai memberikan informasi atau mengenalkan sampai tahap customer membelinya.

Seorang manajer juga menetapkan informasi yang efektif. Selain itu ia juga bertanggung jawab penuh akan fungsi dan tugas untuk dilaporkan hasil kerja secara berkala kepada direktur.

  1. Manajer Personalia
  • Pengorganisasian, perencanaan program serta pengendalian pada unit personalia.
  • Menindaklanjuti seluruh proses administrasi pada semua kegiatan personalia
  • Melaksanakan proses dan prosedur rekrutmen pegawai yang meliputi : searching, interview, test dan selection
  • Manajemen remunerasi yakni terkait dengan struktur dan skala gaji, insentif dan lembur
  • Menangani seluruh perizinan dan sistem penilaian kinerja pegawai dan karyawan
  • Dan lain lain
  1. Manajer Produksi

Sementara manajer produksi berperan untuk bertanggung jawab atas semua kegiatan di pabrik yang meliputi PPC, produksi, Pembelian dan gudang.

  • Mengkoordinasi dan mengarahkan tiap-tiap bagian di bawahnya untuk mencapai tujuan dan target yang telah ditetapkan perusahaan
  • Bersama-sama dengan supervisor menanggulangi masalah yang muncul pada proses produksi
  • Bertanggung jawab langsung kepada Direktur dan melaporkannya secara berkala\

3. Kepala Divisi atau Departemen

Posisi terakhir pada struktur organisasi perusahaan yaitu kepala divisi atau departemen yang secara umum bertanggung jawab membawahi bidang tugas masing-masing. Divisi sendiri dibagi beberapa bagian lagi seperti divisi humas, pemasaran, personalia, dan lain lain. Divisi inilah yang langsung membawahi langsung para staff, karyawan dan pekerja.

Ketahui apa saja tugas administrasi lengkap di perusahaan.

Contoh Struktur Organisasi Perusahaan Manufaktur/Jasa

contoh struktur organisasi perusahaan manufaktur 2

contoh struktur organisasi perusahaan manufaktur 3

contoh struktur organisasi perusahaan manufaktur 1

Contoh Struktur Organisasi Perusahaan Hotel

contoh struktur organisasi perusahaan hotel 1

contoh struktur organisasi perusahaan hotel 2

contoh struktur organisasi perusahaan hotel 3

Contoh Struktur Organisasi Perusahaan Koperasi

contoh struktur organisasi perusahaan koperasi 1

contoh struktur organisasi perusahaan koperasi 2

contoh struktur organisasi perusahaan koperasi 2

Contoh Struktur Organisasi Perusahaan Rumah Sakit

contoh struktur organisasi perusahaan rumah sakit

contoh struktur organisasi perusahaan rumah sakit 2

contoh struktur organisasi perusahaan rumah sakit 3

Demikianlah ulasan Contoh dan penjelasan mengenai struktur organisasi perusahaan. Beberapa perusahaan tertentu kadang memiliki struktur organisasi yang sedikit berbeda dari contoh di atas.

Setelah mengetahui struktur organisasi di atas, anda juga wajib tahu bagaimana meraih tujuan karir dan mungkin juga wirausaha .

Tags:
  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.