Prinsip, Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran

Dalam pekerjaan dan proses belajar, Anda tentu pernah dengar tentang evaluasi. Baik itu evaluasi pembelajaran, nilai, project dan pekerjaan semuanya memiliki artian berbeda. Dalam proses pembelajaran sendiri, evaluasi harus diperhatikan demi tercapainya tujuan kegiatan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan, terdapat prinsip evaluasi pembelajaran yang wajib diterapkan.

Pengertian Evaluasi Pembelajaran

pengertian evaluasi pembelajaranEvaluasi adalah suatu proses untuk merencanakan, memperoleh dan memberikan informasi penting dan dibutuhkan guna mendapatkan beberapa alternatif dalam mengambil keputusan. Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian evaluasi pembelajaran adalah proses untuk memperoleh informasi yang menyeluruh dan berkesinambungan akan sebuah proses dan hasil belajar siswa, sehingga dapat dijadikan acuan dalam penentuan keputusan selanjutnya.

Dalam pekerjaan, evaluasi menjadi hal penting untuk melihat seberapa baik pekerjaan tersebut dilakukan. Evaluasi dalam pekerjaan biasanya lebih fokus pada tingkat keberhasilan yang dicapai. Sedangkan dalam pembelajaran, evaluasi lebih pada melihat apakah ilmu yang dipelajari ini diserap dengan baik. Jadi jika seseorang tadinya hanya mengerti 1 dari sepuluh hal menjadi mengerti 5, evaluasi yang bisa didapat dari itu tentu sangat baik.

Berbeda dari evaluasi kerja yang melihat 5 ini sebagai hasil yang tidak memuaskan. Di dunia pendidikan evaluasi ini akan bergantung pada satu individu dengan individu lainnya.

Seseorang anak yang sudah biasa tinggal di Inggris dan seorang lagi yang tinggal di Indonesia tentu akan memiliki tingkat keahlian bahasa Inggris yang berbeda. Jadi saat ada pelajaran bahasa Inggris, hasil evaluasi lebih menilai pada perubahan di anak. Anak yang lama tinggal di Inggris tentu normal mendapatkan nilai tinggi, tapi si anak yang tinggal di Indonesia perlu diacungi jempol saat tadinya tidak bisa berubah menjadi paham konsep grammar bahasa lain walaupun memiliki nilai yang belum cukup tinggi.

Prinsip Evaluasi Pembelajaran

prinsip kerja evaluasi pembelajaranEvaluasi pembelajaran pada dasarnya berdiri dari beberapa prinsip yaitu prinsip komprehensif, prinsip kontinulitas, prinsip objectivitas, prinsip practicality, prinsip reliability, prinsip validity, prinsip authenticity dan prinsip kooperatif. Setiap prinsip ini tentu penting untuk didalami, jadi mari bahas bersama masing – masingnya di bawah ini!

Prinsip komprehensif

Dalam hal ini, evaluasi dalam pembelajaran harus dilihat secara utuh. Penilaian yang hanya sebagian saja akan membuat pandangan pada seseorang yang berubah menjadi tidak jelas. Kita misalkan si anak belajar matematika.

Dalam evaluasinya, Anda harus memastikan si anak bisa mendapatkan jawaban yang benar tapi hal ini saja tidak cukup. Selain jawaban, Anda harus melihat bagaimana si anak menggunakan logikanya dalam mencapai jawab tersebut. Hal seperti rumus, runtutan cara dan juga bahasa matematika yang digunakan dalam jawabannya tersebut juga sebaiknya digunakan untuk mengukur pemahaman si anak.

Prinsip objectivitas

Dalam prinsip ini, Anda sebagai pengajar harus bisa memisahkan diri dan melihat kualitas si anak dari sisi objektif. Peranan perasaan kasihan ataupun rasa tertentu pada murid akan membuat penilaian menjadi tidak tepat. Jadi saat melakukan evaluasi, pastikan Anda mendasarkannya pada data dan informasi faktual dan bukan perasaan.

Prinsip validity

Evaluasi yang dilakukan diharapkan tepat sasaran. Jika hal yang diajarkan adalah A, hendaknya evaluasi juga berpusat pada A. Jika target evaluasi tidak tepat tentu, hasilnya nanti tidak akan valid.

Prinsip kontinuitas

Pada dasaran prinsip ini, evaluasi sebaiknya dilakukan secara rutin dan teratur untuk membantu penyerapan pembelajaran pada anak.

Evaluasi yang berkelanjutan ini contohnya adalah mengajari penggunaan perhitungan kali, tambah, kurang dan bagi sebelum melanjutkan pada aljabar. Jika Anda selalu mengevaluasi kemampuan hitung basic pada si murid, tentu mereka akan lebih mudah bertransisi ke aljabar yang lebih kompleks. Semisal hasil evaluasi perhitungan dasar ini buruk, Anda bisa memutuskan untuk tidak memberikan aljabar dulu sebelum si murid mampu menguasai perhitungan dasarnya.

Prinsip practicality

Dalam hal ini prinsip evaluasi harus paham akan penggunaan biaya, waktu dan sumber daya. Jika evaluasi ini membuat si murid kesulitan melakukannya karena faktor – faktor di tersebut, tentu hasil yang akan di dapat menjadi tidak tepat. Pastikan proses evaluasi praktis hingga semua murid bisa melakukannya.

Prinsip reliability

Hasil dan proses evaluasi diharapkan selalu dapat diandalkan. Dalam hal ini evaluasi harus memenuhi standar tertentu yang bisa dibuktikan dan memiliki patokan. Jika memiliki patokan yang jelas, tentu saja evaluasi si murid akan bisa diaplikasikan untuk proses pembelajaran selanjutnya. Secara sederhana, nilai dan ranking untuk menilai anak harus ada aturan jelasnya.

Prinsip authenticity

Tergantung pada pelajaran yang akan dievaluasi, Anda hendaknya memberikan hal tersebut sesuai dengan dunia nyata. Sebagai contoh pelajaran bahasa Inggris, Anda sebisa mungkin menilai dengan standar soal yang sering digunakan untuk berbincang dengan orang asing. Hal ini penting untuk membuat pelajaran yang diberikan terasa bermanfaat bagi para murid.

Prinsip kooperatif

Dalam melakukan evaluasi, sebaiknya Anda melibatkan banyak orang yang mampu mendukung si murid. Pihak seperti guru, orang tua, teman dan pihak – pihak lain yang berhubungan dengan pendidikan si anak, perlu diajak bekerja sama demi kesuksesan evaluasi ini.

Fungsi Dari Evaluasi Pembelajaran

fungsi evaluasi pembelajaranSeperti yang sebelumnya sudah dibahas, fungsi dari evaluasi pembelajaran adalah melihat apakah ilmu pembelajaran yang diberikan telah mengubah si murid. Dalam hal ini evaluasi bisa mengukur secara pasti seberapa besar murid tersebut menguasai materi. Dari sini Anda dapat melihat apakah ada hal – hal lain yang bisa dilakukan untuk mendukungnya secara maksimal.

Fungsi ini penting untuk membuat pembelajaran bisa menjadi proses yang berkelanjutan. Jika si murid belum menguasai penuh, pelajaran yang belum jelas bisa diberikan. Jika sudah dikuasai, si murid siap untuk menghadapi bahasan yang lebih kompleks.

Secara umum, fungsi evaluasi bisa dibagi menjadi:

  • Evaluasi selektif. Evaluasi ini biasanya digunakan untuk menjaring siswa dengan tujuan seleksi. Sebagai contoh, evaluasi tes untuk melihat apakah si siswa siap naik kelas.
  • Evaluasi diagnostik. Evaluasi yang satu ini lebih menempatkan diri pada pengukur tertentu. Sebagai contoh penempatan nilai dalam evaluasi untuk mengukur kemampuan anak.
  • Evaluasi keberhasilan. Evaluasi bisa menjadi alat ukur yang melihat tingkat keberhasilan seseorang dalam dunia pendidikan. Contoh, orang yang lulus evaluasi sarjana tentu statusnya lebih sukses daripada orang yang hanya lulus evaluasi SD.

Fungsi – fungsi di atas tentu lebih kompleks di dunia nyata karena satu sama lain bisa bertumpuk fungsinya. Tapi secara general, fungsi evaluasi biasanya mengenai tiga hal di atas tersebut.

Manfaat Evaluasi Pembelajaran

manfaat evaluasi pembelajaranPada dunia pendidikan evaluasi pembelajaran tentu banyak manfaatnya. Jika melihat bahasan fungsi di atas, Anda tentu sudah bisa membayangkan hal apa saja yang bisa Anda dapat dari proses evaluasi. Untuk menjelaskan ini, mari melihat manfaat evaluasi dari beberapa persepektif berikut ini:

Manfaat bagi Murid

Bagi murid, evaluasi ini akan berguna untuk mengukur diri. Orang tidak akan tahu bahwa dirinya mengerti tentang suatu materi jika tidak ada hal yang menjadi patokan. Dalam hal ini evaluasi bisa berupa nilai mata pelajaran yang diberikan. Jika nilai baik, si murid akan tahu bahwa dirinya meguasi materi dengan baik.

Evaluasi bagi murid juga bisa jadi alat motivasi. Nilai baik pasti akan dipuji dalam evaluasi. Jadi untuk mendapatkan pujian ini, si murid pasti akan berusaha mendapatkan evaluasi yang baik. Di sisi lain, jika mendapatkan nilai buruk, ia akan malu dan akan menekan diri untuk belajar lebih baik.

Manfaat bagi Guru

Bagi pengajar, evaluasi ini bisa jadi alat bantu dalam mengarahkan murid. Misal ada beberapa materi yang butuh penjelasan lebih baik karena hasil evaluasi menunjukkan banyak murid yang tidak menguasainya. Menggunakan informasi ini, si pengajar bisa menyesuaikan materi dan cara penyampaiannya agar penguasaan bisa lebih baik bagi si murid.

Tujuan Evaluasi Pembelajaran

tujuan evaluasi pembelajaranBeberapa tujuan dari pelaksanaan evaluasi pembelajaran antara lain :

  1. Untuk memberikan angka kemajuann atau hasil belajar siswa. Serta dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa akan materi pelajaran. Dalam hal ini berfungsi laporan kepada orangtua atau wali siswa, penentuan kenaikan kelas dan kelulusan siswa.
  2. Untuk membuat peserta didik mengingat kembali atas semua materi yang telah diajarkan serta untuk mengetahui tingkat perubahan perilakunya.
  3. Mengetahui latar belakang siswa untuk kemudian dianalisa sebab sebab kesulitan belajar para siswa.
  4. Sabagai umpan balik bagi Guru yang bisa dijadikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan proses remedial

Mudah – mudahan dengan pembalasan prinsip hingga tujuan evaluasi pembelajaran di atas bisa menambah ilmu anda. Terima kasih sudah membaca!

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.