Fungsi dan Prinsip Kerja Corong Pisah

Ketika memasuki laboratorium pasti Anda akan banyak menjumpai banyak alat khusus yang digunakan dalam proses uji coba. Masing-masing alat laboratorium tersebut  memiliki bentuk dan fungsi masing-masing. Salah satunya adalah corong pisah. Fungsi corong pisah sendiri tidak lepas dengan proses uji coba. Bagi anda yang ingin mengetahuinya, berikut pemaparannya hingga prinsip kerja maupun cara menggunakan corong pisah.

Mengenal Corong Pisah

Corong pemisah merupakan peralatan laboratorium yang digunakan dalam ekstraksi cairan-cairan untuk memisahkan komponen-komponen pada suatu campuran antara dua fase pelarut dengan densitas berbeda.

Umumnya, salah satu fase merupakan larutan air dan fase lainnya adalah perlarut organic lipofilik seperti MTBE, eter, diklorometana, kloroform atau etil asetat. Kebanyakan dari pelarut organic berada di atas fase air, kecuali pelarut organic yang mempunyai atom dari unsur halogen.

Bentuk Corong Pisah

bentuk corong pisahUntuk corong pisah sendiri bentuknya menyerupai kerucut atau mirip cabe gendut. Alat ini juga memiliki penyumbat di bagian mulut atasnya dan keran pada bagian bawahnya.

Bentuk dari corong pisah ini tentunya memiliki fungsi yakni untuk menyaring atak memisahkan cairan di bagian bawah dan bagian atas sebagai inputnya.

Dalam laboratorium, corong pisah yang digunakan merupakan alat yang terbuat dari kaca borosilikat serta kerannya yang terbuat dari Teflon atau kaca. Pemilihan bahan ini ialah karena warnanya yang transparan sehingga memudahkan peneliti melihat proses pemisahan, serta ketahanan bahan yang bagus terhadap berbagai macam cairan.

Sementara untuk ukuran corong pisah sendiri sangat bervariasi. Ukuran yang paling kecil biasanya mulai dari 50 ml, sedangkan untuk ukuran yang paling besar mencapai 3 L. lain halnya dengan corong pisah yang digunakan dalam skala industri, dimana alat ini bisa memiliki ukuran yang begitu besar dan dipasang centrifuge.

Fungsi Corong Pisah

fungsi corong pisahDalam proses uji coba, alat ini memiliki beberapa fungsi utama yang menjadikannya sebagai alat vital dalam proses pengujian. Berikut ini adalah penjabaran beberapa fungsi corong pisah.

1. Mengencerkan Larutan

Fungsi pertama dari alat laboratorium ini adalah untuk membantu proses pengenceran larutan yang membutuhkan ketelitian sangat tinggi. Seperti yang sudah dijelaskan singkat di atas, jika alat ini digunakan untuk memisahkan komponen-komponen secara otomatis.

Dimana alat ini mampu memisahkan dua komponen pelarut dengan densitas yang berbeda secara maksimal. Penggunaan alat ini akan otomatis memisahkan komponen tersebut dengan akurasi yang begitu tinggi.

2. Memisahkan Dua Cairan

Selain untuk memisahkan larutan dengan ketelitian atau akurasi tinggi, alat ini juga berfungsi untuk memisahkan dua cairan yang tak bercampur karena kepolarannya yang berbeda. Dengan kata lain, corong pisah biasanya digunakan untuk pemisahan ekstraksi.

Dalam pemisahan ekstraksi, cairan-cairan yang akan dipisahkan terlebih dahulu dikocok. Selanjutnya cairan akan didiamkan selama beberapa saat sampai masing-masing larutan terpisah. Hasilnya, larutan yang memiliki massa jenis lebih kecil akan berada di bagian bawah dan dikeluarkan dengan cara membuka kran pada corong secara perlahan.

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan jika fungsi corong pisah ialah untuk memisahkan dua komponen secara akurat, baik komponen baik dari dua fase pelarut maupun dari cairan yang berbeda.

Prinsip Kerja Corong Pemisah

prinsip kerja corong pisahSetiap alat laboratorium tentunya bukan hanya memiliki bentuk, fungsi dan juga bahan pembuatan yang berbeda, namun juga prinsip kerja yang berbeda. Seperti corong pisah ini yang memiliki prinsip kerja cukup simple namun akurat.

Dalam kinerjanya, alat ini akan memisahkan dua komponen yang memiliki massa jenis berbeda. Prosesnya sendiri bisa memakan waktu yang cukup cepat maupun lama, tergantung dengan jenis komponen yang hendak dipisahkan.

Setelah didiamkan selama beberapa saat (proses pemisahan), maka akan didapatkan hasil pemisahan dimana komponen atau larutan yang memiliki massa jenis lebih kecil berada di bagian bawah komponen yang memiliki massa jenis lebih besar.

Kemudian untuk memisahkan dua komponen/larutan tersebut, Anda cukup membuka kran yang ada di bagian bawah corong secara perlahan. Jika larutan dengan massa jenis kecil sudah tertuang dalam wadah berbeda, tinggal tutup kembali kran pada corong pisah dan pemisahan pun sudah selesai.

Cara Penggunaan Corong Pemisah

cara menggunakan corong pisahSetelah mengetahui bentuk, fungsi serta prinsip kerjanya, tentu Anda penasaran bagaimana cara penggunaan alat ini. Cara penggunaan corong pisah ini bisa dilakukan dengan cara mencampurkan dua fase pelarut dalam satu corong yang berada di atas. Pastikan dalam kondisi ini keran tertutup rapat.

Selanjutnya, corong ditutup dan digoyang dengan kuat untuk membuat dua fase larutan tersebut tercampur. Setelah itu, balik corong dan buka keran untuk melepaskan tekanan uap yang berlebihan di dalam tabungnya.

Berikutnya diamkan corong selama beberapa waktu hingga dua fase pelarut tersebut terpisah sempurna. Jika sudah terlihat pemisahan terjadi secara maksimal, kemudian buka keran dan penyumbat corong.

Hasilnya dua fase larutan tersebut akan terpisah dengan salah satu fase keluar dari corong. Untuk mengontrol jumlah pemisahan fase Anda juga perlu mengontrol keran corong dengan hati-hati.

Perbedaan Corong Pisah dengan Corong Gelas

Jika dilihat, peralatan laboratorium yang berupa corong bukan hanya satu dua saja. Ada beberapa jenis corong yang masing-masing memiliki kriteria berbeda, seperti corong pisah, corong gelas, corong Buchner dan lain sebagainya.

Namun sebagian orang awam seringkali masih bingung membedakan setiap jenis corong tersebut, terutama corong pisah dan corong gelas. Nah berikut ini adalah beberapa perbedaan antara corong gelas dan pisah.

1. Bentuk

Secara bentuk sebenarnya keduanya memiliki perbedaan yang begitu jelas. Bentuk corong gelas sendiri relatif lebih kecil pada bagian corong atasnya dan panjang di bagian pipa bawahnya.

Bentuk coronya pun tidak menyerupai tabung namun seperti segitiga dengan bagian terbuka di atasnya. Ukurannya pun cukup pendek. Sementara di bagian bawahnya terdapat semacam pipa yang menyambung langsung dengan bagian corong. Ukuran pipa ini hampir sama panjang dengan tabungnya.

Sedangkan bentuk corong pisah hanya memiliki keran pada bagian bawah dan ukuran corong atasnya jauh lebih besar dibanding bagian kerannya.

2. Fungsi

Kedua jenis corong ini tentu memiliki fungsi yang jauh berbeda. Seperti corong pemisah yang berfungsi untuk memisahkan dua larutan melalui pipa yang berada di bagian bawah tabung. Sementara fungsi corong gelas sendiri lebih pada media atau alat bantu untuk memasukkan larutan pada wadah yang memiliki dimensi input kecil.

Jadi secara umum fungsi corong gelas ini sama dengan fungsi corong umum, yakni untuk memudahkan pemindahan larutan/material dari wadah satu ke wadah lain yang bagian inputnya kecil dan susah untuk memasukkan larutan jika tanpa bantuan corong.

3. Harga

Jika dilihat dari materialnya, kedua alat ini biasanya terbuat dari kaca transparan. Namun untuk corong gelas juga banyak dijumpai dari karet atau plastik, sehingga harganya cenderung lebih murah. Selain karena bahan, ukurannya pun lebih kecil sehingga tak heran jika harganya lebih miring.

Semoga ulasan lengkap tentang corong pisah di atas menambah wawasan Anda. Diharapkan setelah membaca artikel ini anda juga sudah paham dan siap praktik dalam penggunaan corong pisah.

Tak ada salahnya bila anda juga mempelajari mengenai alat laboratorium lain seperti neraca analitik dan labu destilasi.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.