Fungsi dan Cara Menggunakan Pipet Volume/Gondok

Pipet volume, alat yang juga kerap disebut pipet volumetris ini merupakan alat laboratorium yang memiliki ukuran kecil. Fungsi dari pipet volume sendiri sangat beragam. Alat ini biasa digunakan untuk berbagai pengujian biologi molekular, kimia analitik maupun kedokteran. Lantas bagaimana cara menggunakan pipet volume ini dalam laboratorium ?

Mengenal Pipet Volume / Gondok

Pipet volume atau biasa yang disebut dengan pipet gondok ini merupakan salah satu alat ukur kuantitatif dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Hal ini ditandai dengan bentuknya yang ramping pada penunjuk volume dan hanya ada satu ukuran volume.

Meskipun terlihat begitu sederhana dengan bentuk yang simple, namun alat ini memiliki peran yang begitu pokok. Pipet volume ini dibuat dalam banyak jenis dengan tujuan yang berbeda-beda.

Dalam proses uji coba, bahkan pipet volume termasuk salah satu alat utama yang wajib ada di laboratorium.

Proses pembuatan alat ini juga membutuhkan ketelitian tinggi sehingga pada penggunaanya, hasil yang didapatkan pun akurat. Bukan hanya ketelitian, dalam proses pembuatannya bahkan alat ini juga harus diukur menggunakan teknik-teknik yang begitu presisi dan harus memenuhi tingkat ketepatan tertentu sehingga tercipta dengan sempurna.

Fungsi Pipet Volume/Gondok

fungsi pipet volumeBegitu pentingnya pipet volume di dalam laboratorium tentu karena fungsi atau kegunaanya yang tak dapat digantikan dengan alat lain. Benar sekali, kegunaan atau fungsi alat ini sangatlah penting untuk sebuah kegiatan di dalam laboratorium.

Berikut ini adalah beberapa fungsi pipet volume/gondok yang harus Anda ketahui.

1. Memindahkan Cairan

Dalam uji coba laboratorium, pemindahan atau pencampuran cairan harus dilakukan secara tepat agar hasil uji coba bisa sesuai dengan apa yang diharapkan dan tak menimbulkan resiko berbahaya misal ledakan.

Untuk mendapatkan pengukuran cairan secara tepat, peneliti akan menggunakan alat laboratorium ini sebagai medianya. Pengambilan cairan menggunakan pipet volume yang dapat diatur sesuai keinginan menjadikan alat ini efektif untuk digunakan dalam sebuah uji coba.

2. Mengambil Cairan Dalam Jumlah Kecil

Dalam praktik uji coba, pengambilan sebuah cairan bisa dilakukan dengan jumlah banyak atau sedikit sesuai dengan ketentuan/kebutuhan. Hal ini harus dilakukan secara pasti dan sesuai dengan aturan. Oleh sebab itu, proses uji coba pun membutuhkan alat yang dapat digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah kecil maupun besar, seperti pipet volume ini.

Walaupun terkesan sederhana, namun penggunaan alat ini tak dapat digantikan dengan alat lain, terlebih lagi dalam pengujian dengan zat cair berbahaya.

Bentuk Pipet Volume

bentuk pipet volumePipet merupakan sebuah alat yang memiliki bentuk silinder dan cukup panjang. Jika diperhatikan lebih detail, bentuk pipet volume ini menyerupai bentuk sedotan minuman.

Umumnya alat ini terbuat dari bahan gelas yang bening atau transparan. Sementara untuk satuan ukurnya biasanya menggunakan satuan mililiter atau ml. dengan begitu bentuk serta ukuran pipet sangat cocok dan akan sangat membantu proses pengujian tertentu yang membutuhkan keakuratan tinggi.

Jenis Pipet dan Fungsinya

Dalam pembuatannya, pipet dibagi menjadi beberapa jenis yang masing-masing memiliki fungsi spesifik tersendiri. Selain itu, setiap jenis dari pipet volume juga biasanya akan digunakan dalam kegiatan yang berbeda sehingga tidak menyebabkan kegagalan dalam proses uji coba.

Berikut ini adalah beberapa macam jenis pipet beserta fungsinya.

1. Pipet atau Chemical Dropper

Chemical Dropper merupakan pipet yang berfungsi sebagai alat untuk memindahkan sejumlah zat cair. Piper sendiri memiliki tingkat presisi dan tingkat akurasi yang tinggi.

Dalam pembuatannya, pipet ini terbagi menjadi dua jenis, yakni mikropiper yang memiliki ukuran sangat kecil hingga kecil. Kemudian yang kedua adalah jenis makro yang memiliki ukuran serta volume cairan lebih besar jika dibandingkan dengan jenis mikro.

2. Pipet Ukur

pipet ukurPipet ukur atau yang kerap disebut measuring pipet merupakan jenis pipet volume yang memiliki ukuran paling besar yakni mencapai 50 ml. Fungsinya utamanya sebenarnya masih sama, yakni untuk memindahkan berbagai macam jenis larutan dalam proses uji coba.

3. Pipet Tetes

pipet tetesSesuai dengan namanya, pipet tetes merupakan jenis pipet yang dapat memindahkan cairan setetes demi setetes dari satu wadah ke wadah lain. Cara kerjanya pun masih tak jauh berbeda dengan jenis lain, yakni dengan menyedot cairan dari wadah pertama kemudian dipindah ke wadah lain, namun dengan cara meneteskannya.

4. Pipet Volume

Pipet volume ialah jenis pipet yang memiliki bentuk lain dari yang lain meskipun secara fungsi jenis pipet ini masih sama dengan jenis pipet lainnya, yakni untuk memindahkan cairan dari satu wadah ke wadah lain.

Untuk bentuknya, bagian tengah pipet volume menggembung dan berguna untuk memindahkan serta mengambil cairan ataupun larutan dengan volume tertentu sesuai label volume yang ada pada bagian tengah (yang menggelembung).

Pengambilan cairan menggunakan pipet volume ini bisa dilakukan secara manual, namun Anda juga bisa menggunakan bantuan alat penyedot yang disebut dengan propipet atau pipet pump.

5. Pipet Buret

pipet buretYang terakhir ada pipet buret yakni pipet yang memiliki fungsi sangat akurat dalam mengukur sebuah cairan yang dikeluarkan saat proses titrasi. Jenis ini biasanya digunakan dalam sebuah uji coba yang membutuhkan akurasi tingkat tinggi.

Cara Menggunakan Pipet Volume

cara menggunakan pipet volumeSetelah mengetahui fungsi dan juga jenis-jenisnya, lalu bagaimana dengan cara menggunakan pipet volume ini? Sebenarnya pada ulasan di atas sudah dijelaskan secara umum jika penggunaan alat laboratorium ini ialah dengan mengambil cairan dan satu wadah ke wadah lain. Namun untuk lebih jelasnya, berikut panduan atau cara menggunakan pipet volume.

1. Mengukur Cairan yang Akan Diambil

Dalam sebuah proses pengujian, tentu jumlah zat cair yang akan digunakan harus sesuai dengan ketentuan, sehingga proses pengambilan pun harus pas. Nah sebelum menggunakan alat ini, sebelumnya Anda sudah harus tahu ukuran yang diinginkan dan menyesuaikan ukuran tersebut pada pipet.

2. Menyedot Cairan

Setelah mengetahui jumlah atau ukuran tepat zat cair yang akan digunakan, selanjutnya sedot cairan tersebut. Pastikan Anda menyedotnya sesuai ukuran yang sudah ditentukan tadi.

3. Pindahkan Cairan

Terakhir pindahkan cairan yang sudah ada di dalam pipet volume ke dalam wadah lain yang sudah disiapkan sebelumnya. Proses pemindahan sendiri bisa dilakukan sekaligus dalam jumlah banyak atau setetes demi setetes sesuai prosedur uji coba.

Mudah bukan? Yang terpenting untuk diperhatikan dalam penggunaan alat ini adalah akurasi cairan yang Anda ambil dan pindahkan. Pastikan jika volume cairan yang Anda sedot sesuai dengan jumlah atau ketentuan yang diterapkan.

Lalu bagaimana cara penyimpanan alat ini? untuk penyimpananya sendiri sebaiknya pada rak atau papan khususnya. Bahan pipet yang rentan pecah, karena terbuat dari kaca transparan menjadikan alat ini membutuhkan perawatan yang baik.

Selain itu, pipet juga harus disimpan dalam kondisi bersih sehingga sisa zat cair yang menempel pada pipet tak menyebabkan kerusakan pada alat ini (biasanya jika pipet habis digunakan untuk memindahkan zat berbahaya atau molekul keras).

Itulah penjelasan lengkap tentang apa itu pipet volume, fungsi, bentuk, jenis serta cara penggunaanya. Semoga dengan penjelasan di atas Anda sudah lebih paham apa yang dimaksud dengan pipet dan apa kegunaanya. Semoga bermanfaat.

Selain pipet volume, anda bisa membaca juga pemaparan alat laboratorium yang lain secara lengkap seperti, Neraca Analitik, Corong Pisah dan Corong Buchner.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.