Penjelasan Fungsi, Cara Menggunakan, Prinsip Kerja Voltmeter

Fungsi Voltmeter– Dalam dunia listrik, Voltmeter menjadi salah satu alat elektronik yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dimana dengan hadirnya voltmeter ini, menunjukkan jika teknologi telah menjadi suatu hal yang sangat umum difungsikan sekarang ini. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana fungsi Voltmeter yang sangat penting dalam kehidupan, maka simak penjelasan berikut ini tentang definisi, fungsi, bagian, serta cara menggunakan Voltmeter yang baik dan benar!

Pengertian Voltmeter

voltmeter

putriaudika.blogspot.com

Secara umum, Voltmeter adalah suatu alat ukur yang dapat difungsikan guna mengukur besarnya tegangan listrik yang terdapat dalam suatu rangkaian listrik. Dimana, untuk penyusunannya dilakukan secara paralel sesuai pada lokasi komponen yang sedang diukur.

Alat ini terdiri dari tiga lempengan tembaga yang terdapat di dalamnya. Dimana semua lempengan tersebut dipasang dalam Bakelit yang telah terangkai pada suatu tabung plastik ataupun kaca. Sedangkan lempengan luarnya disebut dengan anode, dan lempengan bagian tengahnya disebut dengan katode. Dan Ukuran tabung yang dimaksud tersebut, umumnya sekitar 15 x 10 cm (dalam ukuran tinggi x diameter).

Tak jauh berbeda dengan Amperemeter, untuk desain voltmeter sendiri juga terbagi menjadi beberapa komponen yaitu multiplier atau hambatan seri serta terdapat juga galvanometer.

Dimana kinerja alat ukur tersebut biasanya akan lebih baik serta dapat meningkat bila ditambah dengan menggunakan multiplier. Dimana penambahan multiplier ini, menyebabkan kemampuannya dapat bertambah hingga beberapa kali lipat besarnya dibandingkan dengan sebelumnya.

Selain itu, bila kuat arus serta medan magnetnya saling berinteraksi maka bisa memunculkan gaya magnet. Dan gaya itulah yang nantinya akan menggerakkan jarum, sedangkan besar kecil dari penyimpangan jarum tersebut dipengaruhi langsung oleh arus listrik yang mengalir.

Voltmeter sendiri biasanya dihubungkan bersama dengan alat ukur amperemeter, yang padahal keduanya merupakan alat berbeda dan fungsinya pun juga berbeda. Dimana perbedaannya adalah jika voltmeter berfungsi dalam mengukur besar tegangan listrik atau yang disebut dengan volt, maka amperemeter berfungsi dalam menghitung kuat arus listrik atau yang disebut dengan ampere.

Saat ini jenis voltmeter sendiri sudah lebih canggih. Voltmeter tidak hanya berupa jarum analog atau jarum penunjuk saja, tapi ada voltmeter jenis digital yang lebih mudah dan tentunya canggih.

Fungsi Voltmeter

fungsi-fungsi voltmeterLalu apa saja fungsi Voltmeter? Secara umum, Voltmeter merupakan alat ukur listrik yang difungsikan guna mengukur volume tegangan listrik yang terdapat dalam sebuah rangkaian listrik. Dimana jika Anda akan menggunakannya , Alat Voltmeter ini menunjukkan kode-kode yang masing-masing memiliki fungsi yang tidak sama. Untuk kode voltmeter (V), milivolt (mV), kilovolt (kV) dan juga mikrovolt.

Alat ini ternyata mempunyai batasan ukuran yakni nilai maksimum tegangan arus yang dapat diukur. Bila tegangan melebihi batas maksimal atau yang telah ditentukan, maka akan secara otomatis alat itu akan rusak bahkan meledak.

Bila anda ingin meningkatkan kemampuan Voltmeter dalam mengukur besarnya tegangan listrik, anda dapat memberikan komponen tambahan yaitu multiplier yang telah dijelaskan di atas. Namun sebenarnya cara ini tidak disarankan, karena dinilai cukup berbahaya dan tidak sesuai dengan batas tegangan yang seharusnya diukur.

Selain itu, voltmeter juga digunakan untuk mengukur besarnya tegangan arus pada panel listrik serta menjadi indikator arus bolak balik dengan batas tegangan 220 – 250 untuk one fasa dan 380-400 untuk tegangan three fasa yang dikenal dengan istilah alternating current.

Fungsi voltmeter yang lain yakni digunakan untuk memeriksa tegangan listrik pada kendaraan.

kegunaan voltmeter

  • Mengukur tegangan listrik Accu dengan mudah karena tidak harus membuka maupun membongkar jok.
  • Mengontrol kesehatan spul alias generator.
  • Menyeimbangkan arus listrik yang ada pada komponen-komponen kendaraan.

Bagian-Bagian Voltmeter

Voltmeter memiliki beberapa bagian penting yang harus Anda pahami secara benar agar nantinya bisa menggunakannya secara benar juga. Nah, beberapa bagian tersebut ialah:

  • Terminal positif dan negatifbagian voltmeter 1
  • Skala tinggi dan rendahbagian voltmeter 2
  • Setup pengatur fungsibagian voltmeter 3
  • Batas ukur
  • Jarum penunjuk.

Cara Menggunakan Voltmeter

cara menggunakan voltmeterDengan mengetahui bagian-bagian dan fungsi Voltmeter tersebut, maka cara menggunakannya yang benar dan tepat yakni:

  • Pastikan rangkai komponen yang mempunyai potensial berbeda yakni secara paralel.
  • Kemudian sesuaikan rangkaian arus mana yang perlu searah dengan memasang kutub-kutub voltmeter.
  • Selain itu, pastikan juga bahwa kutub positif ataupun negatif mempunyai potensial yang berbeda. Dimana dari keduanya itu, posisi kutub positif harus mempunyai potensial yang tinggi.
  • Selanjutnya periksa kabel hitam, merah dan biru, bila terdapat penyimpangan yang mengarah ke kiri itu artinya pemasangannya terbalik. Itu memang tak akan menjadi masalah dalam rangkaian arus bolak balik.

Macam-Macam Voltmeter

voltmeter analog

voltmeter analog

Alat ukur Voltmeter ini, memiliki dua macam yakni Analog dan Digital. Dari namanya tentu bisa digambarkan bagaimana perbedaannya. Ypas, Voltmeter yang dipasang secara paralel dalam sebuah rangkaian bisa dijadikan sebagai patokan dalam cara untuk mengetahui suatu tegangan. Dimana kutub alat ukur ini wajib dibuat searah dengan arus baik itu kutub positif ataupun kutub negatif.

voltmeter digital

voltmeter digital

Nah, untuk jenis yang digital, maka pemasangan yang terbalik akan terlihat bila muncul angka negatif, sehingga karena hal itulah pemasangannya haruslah dilakukan secara tepat dan benar. Selain itu,  untuk spesifik perbedaan dalam kedua macam alat ini juga bisa diketahui seperti berikut ini:

  • Tegangan DC yang lebih sulit dinaikkan ketimbang dengan tegangan AC yang lebih mudah.
  • Transmisi dari pembangkit pada pelanggan lebih mudah listrik AC ketimbang listrik DC.
  • Bahkan kedua jenis tersebut, DC menjadi pembangkit listrik yang paling mudah dan simpel untuk digunakan.
  • Serta, ada nilai maksimum dan ada minimum dalam arus dan tegangan AC, sedangkan dalam DC tak terdapat nilai maksimum ataupun minimum.

Bagaimana Cara Kerja Dari Voltmeter Itu?

Cara kerja voltmeter tidak jauh berbeda dengan amperemeter. Pada alat voltmeter juga terdapat komponen yang terdiri dari galvanometer yang dikolaborasikan dengan multiplier atau alat yang biasa disebut dengan hambatan seri.

Dalam suatu alat ukur kelistrikan tentu bekerja dengan prinsip kerja tertentu, termasuk Voltmeter. Dimana ada fluksi magnetik yang memiliki bentuk mirip gelombang sinus dengan frekuensinya sama.

Selain itu, fluksi magnetik ini nantinya juga akan memasuki kepingan dalam logam yang dirangkai secara paralel. Terdapat juga perbedaan antara fase dalam satu fluks dengan fluks lainnya. Dan tegangan-tegangan yang memunculkan arus putar pada kepingan itu pun dipengaruhi akibat adanya fluks yang terjadi secara bolak-balik.

Sedangkan pada Voltmeter digital, maka angka diskrit merupakan aktualisasi atau gambaran terhadap pengukuran dalam DC maupun AC. Dimana angka ini dapat digunakan sebagai alternatif terhadap defleksi jarum penunjuk pada alat ukur untuk jenis analog. Bahkan penunjukan yang dijalankan dengan angka dalam berbagai keperluan justru paling menguntungkan.

Mengapa demikian? Ini dia alasannya:

  • Mampu meminimalisir problem ataupun kesalahan pembacaan yang dilakukan baik si pengguna ataupun serta interpolasi.
  • Mampu mencegah timbulnya kesalahan parataksis.
  • Mampu meningkatkan terhadap kecepatan pembacaan.
  • Mampu dijadikan untuk melengkapi keluaran yang jenis digital, yakni sesuai dengan pengolahan serta pencatatan selanjutnya.
  • Jenis digital merupakan salah satu jenis yang dapat diandalkan dan diteliti, sehingga mampu digunakan dalam berbagai keperluan terutama pengukuran pada laboratorium.
  • Jenis digital pun dipercaya mampu bersaing bersama alat-alat analog yang memiliki sifat konvensional. Sebab, hal itu akibat perkembangan dan penyempurnaan modul rangkaiannya berkurang. Bahkan bukan hanya modul saja, namun juga kebutuhan harga, daya, sampai ukuran.
  • Karakteristik karakteristik khas serta operasi pun menunjukkan jika kualitas jenis digital lebih unggul.
  • Untuk spesifikasi yang tak hanya berlaku dalam satu instrumen saja, tetapi informasi ini juga diharapkan mampu memberikan gambaran pada keadaan sekarang ini.
  • Dimana angka rangkuman yang masukan mulai dari ± 1,000000 V sampai ± 1000, 000 V (yakni metode pemilihan rangkuman dijalankan secara otomatis serta terindikasi beban lebih).
  • Ketelitian mutlak dicatat hingga mencapai ± 0,005 persen terhadap pembacaan yang telah dijalankan
  • Angka stabilitas dalam jangka pendek yakni sebesar 0,002 persen terhadap pembacaan (periode 24 jam). Sedangkan dalam jangka panjang yakni sebesar 0,008 persen terhadap pembacaan (periode 6 bulan).
  • Resolusi dalam 1 bagian pada 106 yakni 1 μV dapat dibaca dalam rangkuman dari masukan 1 V.
  • Karakteristik masukannya yakni tahanan dalam masukan khas hingga mencapai sebesar 10 MΩ pada kapasitas masukan 40 pF.

Sekarang, sudah cukup paham tentang kelistrikan bukan?

Tags:
  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.