Kabel Fiber Optik : Pengertian, Komponen, Prinsip Kerja, Jenis, & Fungsinya

Kabel fiber optik memang jarang dikenal oleh masyarakat umum. Namun perusahaan telekomunikasi maupun perusahaan besar di Indonesia tengah mencanangkan penggunaaan kabel ini untuk koneksi internet yang lebih cepat. Kali ini saya akan membagikan informasi mengenai komponen, prinsip kerja, jenis, fungsi hingga kelebihan dan kekurangan kabel fiber optik.

Yuk, simak penjelasannya lengkao berikut ini :

Pengertian Kabel Fiber Optik

gambar fiber optikFiber Optik atau Kabel Fiber Optic adalah saluran transmisi atau suatu jenis kabel yang terbuat dari bahan kaca atau plastik yang sangat halus dan bahkan lebih kecil dari sehelai rambut yang dapat digunakan untuk menghantarkan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.

Pada umumnya sumber cahaya yang digunakan adalah sinar laser atau LED. Kecepatan transmisi pada fiber optic ini sangat tinggi karenanya sangat baik digunakan sebagai saluran komunikasi. Fiber optic ini memiliki lebar jalur (bandwith) yang besar, sehingga mampu dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibanding dengan kebel konvensional.

Kabel ini kebanyakan digunakan untuk operator telekomunikasi dan jaringan yang membutuhkan transfer data tinggi. Kabel jaringan ini juga dapat menjadi pilihan yang tepat untuk sebuah gedung dengan beberapa lantai bahkan kebutuhan jaringan antara gedung sekalipun.

Karakteristik kabel fiber optik dalam jaringan komputer :

  1. Memiliki diameter kurang lebih 120 micrometer
  2. Beroperasi pada kecepatan tinggi (gigabyte per detik)
  3. Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar
  4. Biaya rata-rata pernode cukup mahal
  5. Media dan konektor berukuran kecil
  6. Tahan akan interferensi elektromagnetik
  7. Jarak jangkauan transimi lebih jauh ( 2 – 60 kilometer)

Serat fiber optic mampu menjangkau jarak yang jauh dan memberikan perlindungan total terhadap gangguan elekrtrik maupun lingkungan cuaca. Kecepatan transfer hingga 1000 mbps serta jarak dalam satu segment dapat lebih dari 3.5 km.

Komponen Fiber Optik

komponen fiber optikSecara umum komponen atau bagian dari kabel fiber optic adalah sebagai berikut :

  1. Core (Inti Kabel)

Core merupakan bagian utama kabel yang berada tepat di tengah-tengah kabel pada fiber optik yang berbentuk sebuah batang silinder dan terbuat dari bahan dielektrik atau serat kaca. Core inti kabel ini  memiliki diameter antara 3 – 200 µm. Ukuran core sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kemampuan dari sebuah kabel fiber optik.

Fungsi core yaitu sebagai tempat berlangsungnya penyaluran cahaya dari satu ujung ke ujung lainnya.

  1. Cladding ( Selubung)

Cladding yaitu lapisan yang menyelubungi core pada kabel fiber optik. Cladding memiliki diameter antara 5 µm – 250 µm dan terbuat dari serat kaca. Namun indeks bias pada cladding lebih kecil dari pada indeks bias core.

Fungsi cladding adalah sebagai pelindung core serta menjadi cermin yang memantulkan cahaya agar dapat merambat ke dalam core serta optik.

  1. Coating (Pelindung)

Coating adalah bagian luar setelah caldding yang terbuat dari bahan plastik elastis (PVC) untuk melindungi serat optik dari tekanan luar. Coating mempunyai warna yang bervariasi untuk memudahkan dalam penyusunan urutan core.

Fungsi coating pada fiber optik yaitu sebagai pelindung mekanis yang melindungi serat optik dari kerusakan yang dapat terjadi karena lengkungan kabel ataupun gangguan luar lainnya seperti kelembaban udara.

  1. Strengthening (Serat Penguat)

Lapisan terluar berikutnya adalah strengthening atau strength member. Strength member ini terbuat dari bahan serat kain sejenis benang yang sangat banyak dan memiliki ketahanan yang sangat baik.

Fungsi sterng thening adalah sebagai serat yang menguatkan bagian inti kabel sehingga tidak mudah putus.

  1. Jacket Cable (Selongsong Kabel)

Jackert cable atau outer jacket merupakan bagian terluar dari sebuag kabel fiber optik. Fungsi outer jacket ini yaitu sebagai pelindung keseluruhan bagian dalam kabel serat optik dari gangguan luar, serta di dalamnya terdapat tanda pengenal dan terbuat dari bahan PVC.

Prinsip Kerja Fiber Optik

prinsip kerja fiber optikKabel fiber optik memiliki cara kerja yang sangat berbeda dengan kebel pada umumnya. Berikut adalah prinsip kerja fiber optik :

  1. Mentransmisikan data dengan cara mengkonversi sinyal listrik yang diperoleh menjadi gelombang cahaya.

Gelombang cahaya pada kabel fiber optic mampu membawa informasi lebih banyak dan menyalurkannya ke jarak yang jauh dibanding kabel lain. Hal ini disebabkan bahan baku yang digunakan merupakan serat kaca murni yang dapat terus memancarkan cahaya secara terus menerus pada jarak yang tak terbatas.

  1. Gelombang cahaya untuk kemudian disalurkan melalui kabel serat optik menuju penerima/receiver pada ujung dari serat kabel optic lain.

Biasanya dalam sepanjang perjalanannya menuju receiver, akan mengalami beberapa redaman cahaya di sepanjang kabel optik, sambungan-sambungan kabel dan konektor-konektor di perangkatnya. Jika jarak transmisi jauh, sebaiknya diberikan sebuah atau beberapa repeater yang berfungsi untuk memperkuat gelombang cahaya yang telah mengalami redaman.

  1. Pada penerima/receiver sinyal gelombang cahaya ini dikonversi oleh Photo Dioda menjadi sinnyal elektrik kembali.

Dapat disimpulkan bahwa kabel ini dapat mengurangi masalah gangguan gelombang frekuensi bahan elektrik, sehingga sangat ideal jika digunakan pada kawasan yang dikelilingi gelombang elektromagnetik yang tinggi.

Kelebihan dan Kekurangan Fiber Optik

kelebihan dan kekurangn fiber optikSelain memiliki keunggulan, kabel fiber optic ini juga tak luput dari kekurangan seperti halnya dengan kabel yang lain. Adapun kelebihan dan kekurangan fiber optik antara lain :

Kelebihan Kabel Fiber Optik

  1. Memilliki kecepatan yang super tinggi dalam mengirim data, bahkan lebih tinggi dibanding kabel coaxial atau Twisted Pair. Kecepatan transfer data ini dapat mencapai 1000 mbps.
  2. Bandwith fiber optik dapat membawa paket-paket dengan kapasitas besar (bisa tembus 1 gigabyte per detik).
  3. Dapat mengirim sinyal lebih jauh dibanding kabel jenis lain, tanpa memerlukan perangkat penguat sinyal seperti repeater. Kalaupun membutuhkan, repeater cukup dipasang setiap 20 km saja, tidak perlu dipasang setiap 5 km seperti kabel lain.
  4. Kabel jaringan fiber optik lebih awet dan relatif tahan lama karena tidak gampang rusak. Kabel ini terbuat dari material yang mamou bertahan terhadap banyak gangguan seperti kelembaban udara dan cahaya panas.
  5. Ukuran kabel yang relatif kecil dan tipis serta ringan membuat proses instalasi fiber optik lebih mudah dan fleksibel.
  6. Fiber optik memanfaatkan gelombang cahaya sehingga tidak terganggu akan adanya gelombang elektromagnetik.
  7. Fiber optik juga tidak menyalurkan sinyal listrik sehingga mencegah terjadinya kebakaran akibat konsleting.
  8. Keamanan data yang tinggi karena minim distorsi atau gangguan.

Kekurangan Kabel Fiber Optik

  1. Harga instalasi maupun perawatan kabel ini sangat mahal dibanding dengan kabel jenis lain.
  2. Dibutuhkan sumber cahaya yang kuat untuk melakukan pensinyalan seperti alat pembangkit lsitrik eksternal.
  3. Jika rusak, perbaikan instalasi kabel memerlukan tenaga yang ahli dan biaya yang tinggi.
  4. Kabel fiber optik harus dipasang pada jalur yang berbelok atau yang memiliki sudut melengkung agar penyaluran gelombang cahaya bisa lebih lancar dan lebih cepat. Namun jangan memasang dalam jalur yang berbelok secara tajam dan menyudut.

Jenis Kabel Fiber Optik

jenis kabel fiber optikAdapun jenis-jenis dari kabel fiber optik antara lain :

  1. Single Mode

fiber optik single modeKabel fiber optik single mode merupakan kabel jaringan yang mempunyai transmisi tunggal dan hanya bisa menyalurkan satu modus cahaya saja melalui inti dalam suatu waktu.

Kabel ini memiliki inti (core) yang relatif kecil, yaitu dengan diameter sekitar 0.00035 inch atau 9 micron. Single mode berfungsi untuk mengirimkan gelombang cahaya dari sinar laser inframerah dengan panjang gelombang 1300 – 1550 nanometer.

  1. Multi Mode

fiber optik multimodeKabel fiber optik multi mode dapat menyebarkan ratusan modus cahaya melalui serat secara bersamaan karena memilii ukuran inti yang lebih besar. Kabel ini memiliki inti core dengan diameter sekitar 0.0025 inch atau 62.5 micron.

Pada umumnya kabel jenis ini ditujukan untuk kepentingan komersil yang hendak diakses banyak orang dan menggunakan LED (Light Emiting Diode) sebagai media transmisinya. Multi mode berfungsi menyebarkan gelombang cahaya dari sinar inframerah dengan panjang gelombang 850 – 1300 nm.

VaribelSingle ModeMulti Mode
Ukuran Diameter Inti5 - 10 mikrometer50, 62.5, dan 100 mikrometer
Jenis CahayaLaser InfraredLED
Jumlah Modus CahayaSatuBanyak
Jenis Pancaran Cahaya1319 dan 1510 Nanometer850 dan 1300 nanometer
Jarak Pancaran Cahaya30 - 100 Kilometer500 meter - 2 kilometer
BandwidthUp to 10 GbpsUp to 1 Gbps
BiayaLebih MahalLebih Murah

Fungsi Kabel Fiber Optik

fungsi kabel fiber optikAdapun fungsi dari kabel fiber optik mengacu dari pengertiannya yaitu :

  1. Mengkoneksikan antara perangkat dalam suatu jaringan khususnya komputer. LAN (Local Area Network), WAN (Wide Area Network) atau MAN.
  2. Mendukung transmisi data berkecepatan tinggi tidak sama halnya dengan kabel tembaga lainnya.
  3. Karena berasal dari bahan yang kuat maka kabel ini sangat cocok untuk menjaga stabilitas jaringan di suatu instansi.
  4. Media transfer data yang paling efektif dan memiliki tingkat loss data serta gangguan yang rendah.
  5. Salah satu pilihan instalasi jaringan untuk kebutuhan sebuah gedung dengan banyak lantai atau bahkan kebutuhan jaringan antara gedung sekalipun. Bahkan fiber optik telah banyak digunakan pada berbagai sistem komunikasi yang dibangun di dalam laut guna menghubungkan berbagai kota di berbagai negara.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai kabel fiber optik. Ketahui juga ulasan Kabel Straight dan Kabel Coaxial.

Tags:
  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.