Pengertian, Cara Membuat & Contoh Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir disusun dengan berdasar pada tinjauan pustaka serta contoh hasil penelitian yang relevan atau yang terkait. Hal ini dijadikan sebagai argumentasi dalam merumuskan hipotesis. Di dalam merumuskan hipotesis, argumentasi kerangka pemikiran ini dibuat dengan memakai logika deduktif yang mana menggunakan pengetahuan ilmiah sebagai premis dasarnya.

Pengertian Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir atau kerangka pemikiran adalah penjelasan sementara mengenai gejala yang dijadikan sebagai permasalahan pada topik penelitian. Kriteria utama dalam membuat kerangka berpikir adalah supaya bisa meyakinkan ilmuwan mengenai alur pemikiran logis dalam membuat kerangka berpikir. Sehingga bisa membuahkan kesimpulan berupa hipotesis.

Itu artinya, dapat dikatakan jika kerangka berpikir merupakan sintesa hubungan mengenai variabel yang disusun berdasar pada ragam teori yang sudah dideskripsikan yang selanjutnya dianalisis secara kritis serta sistematis demi menghasilkan sintesa mengenai hubungan di antara variabel penelitian. Selanjutnya, sintesa ini digunakan untuk merumuskan hipotesis.

Kerangka pemikiran dalam sebuah penelitian harus dikemukakan bila dalam penelitian tersebut memiliki dua variabel atau lebih. Apabila dalam penelitian hanya membahas sebuah variabel secara mandiri, maka peneliti cukup dengan mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing masing variabel dan argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti.

Pengertian Kerangka Berpikir Menurut Ahli

pengertian kerangka berpikirUntuk lebih memahami tentang kerangka berpikir, Anda bisa merujuk pada pendapat para ahli yang meliputi.

1.Menurut Eecho

“Sebuah pemahaman yang melandasi pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran selanjutnya.”

2. Menurut Uma Sekaran

“Model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.”

Ciri  Ciri Kerangka Berpikir

ciri kerangka berpikirSudah selayaknya suatu kerangka berpikir memenuhi kriteria berikut ini:

  1. Teori yang digunakan untuk melakukan argumentasi sebaiknya telah dikuasai sepenuhnya dan juga mengikuti perkembangan teori yang paling mutakhir.
  2. Analisis filsafat dari teori keilmuan diarahkan pada cara berpikir keilmuan yang mendasari pengetahuan yang mana perlu disebutkan secara tersurat meliputi prinsip, asumsi, serta prostulat yang mendasarinya.

Cara Membuat Kerangka Berpikir

cara membuat kerangka berpikirUntuk proses dalam membuat kerangka berpikir serta langkah dalam menyusunnya adalah sebagai berikut.

1.Menentukan Variabel yang Akan Diteliti

Langkah yang pertama kali mesti Anda lakukan adalah dengan menentukan variabel yang akan diteliti. Hal ini penting dilakukan untuk menentukan kelompok teori yang perlu dikemukakan di dalam menyusun kerangka berpikir guna mengajukan hipotesis. Tentukan berapa jumlah variabel serta apa nama variabel sebagai titik tolak yang digunakan sebagai penentuan teori yang dikemukakan.

2. Membaca Buku serta Hasil Penelitian

Jika sudah dilakukan, maka Anda perlu membaca buku hasil penelitian yang relevan. Buku ini dapat berupa ensiklopedia, kamus, atau buku teks. Sedangkan untuk kajian mengenai hasil penelitian yang bisa dibaca meliputi jurnal ilmiah, laporan penelitian, tesis, skripsi, maupun disertasi.

3. Deskripsi Teori dan Hasil Penelitian

Apabila membaca buku sudah dilakukan, maka Anda bisa mengemukakan teori yang terkait dengan variabel yang akan diteliti.

4. Analisis Kritis Mengenai teori Serta Hasil penelitian

Pada tahap ini, yang perlu dilakukan adalah menganalisis teori serta hasil penelitian secara kritis. Di dalam analisis, peneliti dapat mengkaji apakah teori yang sudah ditetapkan betul-betul sesuai dengan objek penelitian atau tidak. Sebab, kerap terjadi teori yang berasal dari luar negeri tidak sesuai dengan penelitian yang ada di dalam negeri.

5. Analisis Komparatif Mengenai Teori dan Hasil Penelitian

Langkah yang selanjutnya adalah melakukan analisis serta komparasi dengan membandingkan teori satu dengan yang lain. Dari hasil tersebut, peneliti bisa memadukan teori yang satu dengan yang lain maupun dengan mereduksi apabila dipandang terlalu luas.

6. Sintesa Kesimpulan

Jika sudah melakukan analitis kritis dan komparatif pada teori serta hasil penelitian yang relevan maka peneliti dapat melakukan sintesa (kesimpulan sementara). Perpaduan sintesa antar variabel akan menghasilkan kerangka berpikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis.

7. Kerangka Berpikir

Jika sintesa sudah ditentukan, maka Anda dapat menyusun kerangka berpikir. Kerangka berpikir ini dapat berupa kerangka asosiatif atau komparatif.

8. Hipotesis

Berdasar pada kerangka berpikir, maka langkah yang selanjutnya adalah dengan menyusun hipotesis. Contohnya, apabila kerangka berpikirnya berbunyi :jika komitmen kerja tinggi, maka produktivitas lembaga akan tinggi”. Maka, hipotesisnya bisa “terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komitmen kerja dengan produktivitas kerja.”

Jenis-Jenis Kerangka Berpikir

jenis kerangka berpikirKetika Anda menuliskan kerangka berpikir, ada tiga jenis yang mesti Anda ketahui, meliputi:

  1. Kerangka Teoritis

Kerangka teoritis juga dikenal dengan paradigma yang mana memiliki arti uraian yang menegaskan mengenai teori yang dijadikan sebagai landasan atau grand theory serta digunakan untuk menjelaskan fenomena yang diteliti.

  1. Kerangka Operasional

Kerangka operasional merupakan penjelasan mengenai variabel yang diturunkan dari konsep-konsep yang sudah dipilih serta hubungan antara variabel tersebut. Serta, hal apa saja yang bisa dijadikan sebagai indikator untuk mengukur variabel yang bersangkutan.

  1. Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual merupakan uraian yang menjelaskan konsep yang ada pada asumsi teoritis yang akan digunakan untuk mengabstraksikan atau mengistilahkan unsur yang terkandung dalam fenomena yang akan diteliti serta hubungan antara konsep tersebut.

Meski di dalam pembuatan kerangka berpikir mesti terkandung kerangka teoritis, kerangka operasional, serta kerangka konseptual, tetapi cara untuk menguraikannya tidak perlu dibuat per sub bab.

Satu yang mesti dipahami oleh peneliti adalah isi pemaparan kerangka berpikir merupakan alur logika berpikir mulai dari penegasan teori dan juga asumsi sampai munculnya konsep serta variabel yang diteliti.

Agar peneliti bisa memadukan antara asumsi teoritis serta asumsi logika dalam memunculkan  variabel secara tepat, maka harus terlebih dahulu mengkaji penelitian terdahulu.

Contoh Kerangka Berpikir

contoh kerangka pemikiranAgar lebih mudah memahami tentang kerangka pemikiran ini, Anda bisa melihat langsung pada contoh berikut ini:

  1. Kerangka Berpikir Tentang Studi Kasus Tingginya Prisonisasi

Kerangka berpikir pada dasarnya adalah arah penalaran untuk dapat memberi jawaban sementara dari rumusan masalah yang disebutkan. Sedangkan dalam pembahasan prisonisasi adalah salah satu cara refentif yang dapat dijadikan sebagai upaya untuk memaksimalkan bonus demografi dengan kolaborasi semangat proklamasi sebagai bentuk perjuangan.

Tindakan ini perlu dilakukan demi meminimalkan prisonisasi pada lembaga kemasyarakatan. Tindakan ini dapat dilakukan untuk memberi semangat perjuangan, nasionalisme, serta keterampilan pemberdayaan untuk mewujudkan kesejahteraan NKRI.

Agar lebih mudah melakukan studi literatur membentuk rekonsiliasi media islami dengan melakukan wacana diskusi, maka dalam penelitian disajikan skema kerangka berpikiran yakni:

Skema 1: Studi kasus tingginya prisonisasi di lembaga pemasyarakatan yang ada di Indonesia

Skema 2: Prisonisasi akan menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI dan juga sebagai bonus demografi. Hal ini karena bentuk perilaku kriminal yang muncul akibat dari aturan yang ada pada lembaga kemasyarakatan.

Skema 3: Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan rekonsiliasi pada lembaga pemasyarakatan dengan pendekatan konstitusi serta pendekatan kebangsaan untuk melakukan upaya menanamkan sikap nasionalisme pada generasi muda.

Skema 4: Dampak penelitian sebagai solusi imajinatif untuk menciptakan cita-cita bangsa serta negara yakni kesejahteraan untuk masyarakat Indonesia seutuhnya. Selain itu dapat memberi dampak yang nyata untuk kesetaraan HAM (Hak Asasi Manusia)

Demikian pembahasan tentang kerangka berpikir, jenis, ciri, jenis, cara membuat, dan contohnya. Semoga lebih mudah untuk dipahami. Dan masih dalam pembahasan penelitian, pelajari juga mengenai instrumen penelitian.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.