Bacaan Khutbah Nikah, Isi, Hukum dan Contohnya

Dalam sebuah acara proses akad pernikahan ada banyak hal yang harus dipatuhi, salah satunya adalah pembacaan khutbah nikah. Dengan khutbah nikah acara pernikahan akan lebih khusyu dan khidmat. Untuk mengetahuinya lebih dalam, simak ulasan lengkap mengenai bagaimana, hukum, isi dan contoh khutbah nikah.

Khutbah Nikah

khutbah nikah umumKhutbah nikah merupakan bagian dari prosesi pernikahan yang dapat diibaratkan sebagai pendahuluan dengan membaca beberapa pujian dan syukur kepada Allah SWT, serta membaca beberapa ayat suci Alquran.

Khutbah nikah bisa dibacakan oleh siapa saja yang telah memahami semua hal tentang khutbah nikah baik itu seorang ustadz yang mewakili ataupun langsung dibacakan oleh petugas nikah. Tidak harus panjang lebar, khutbah yang berisikan nasehat dan doa-doa bagi calon mempelai dan tamu ini lebih baik dalam maknanya walaupun singkat.

Fungsi dari khutbah nikah sendiri yaitu sebagai pembekalan bagi calon mempelai yang akan melangsungkan akad, dan menjadi penyemangat bagi para hadirin yang masih belum menikah atau segera menikah. Dengan adanya khutbah nikah juga dapat  mengingatkan bagi semua tamu undangan yang hadir akan pentingnya menjaga keutuhan dalam pernikahan.

Hukum Khutbah Nikah

khutbah nikah

tulisanviral.info

Hukum melaksanakan khutbah nikah adalah sunnah. Berdasarkan kitab Al-Adzkar karya Imam Al-Nawawi, bahwa membaca khutbah nikah adalah sunnah. Dan khutbah nikah juga tidak perlu dibacakan oleh calon mempelai.

Namun, ada juga yang menyatakan bahwa khutbah nikah hukumnya wajib, yaitu Dawud al-Zhahiri. Pada kitab ini, jika tidak membaca khutbah nikah, maka akad nikah tidak sah. Tapi pendapat Dawud al-Zahiri ini oleh Mayoritas ulama dianggap sebagai pendapat yang tidak bisa diterima.

Nabi kita Muhammad, Rasulullah SAW sendiri dalam melangsungkan akad pernikahan baik untuk dirinya sendiri maupun anak-anaknya, selalu menghadirkan pembacaan khutbah nikah terlebih dahulu.

Seperti saat Beliau melangsungkan akad pernikahannya dengan Khadijah, pamannya Abu Thalib lah yang membacakan khutbah nikahnya. Sedangkan ketika Nabi menikahkan putrinya Fatimah kepada Ali bin Abi Thalib, Nabi sendiri yang langsung membacakan khutbah nikahnya.

Sehingga banyak ulama yang berpendapat bahwa khutbah nikah dalam sebuah prosesi akad pernikahan merupakan acara yang lazim dilakukan dan bisa diterima serta disepakati oleh masyarakat di setiap daerah dan setiap waktu.

Isi Khutbah Nikah

isi khutbah nikahKhutbah nikah berbeda dengan jenis khutbah-khutbah lain yang juga disyariatkan  dalam ajaran Islam seperti khutbah Jumat, khutbah Idul Fitri, Khutbah Idul Adha dan sebagainya.

Khutbah nikah tidak dibacakan saat sebelum ataupun sesudah shalat, melainkan pada saat seseorang melangsungkan prosesi akad pernikahan, yakni sebelum ijab qabul.

Khutbah nikah disampaikan atau dibacakan dari Wali calon mempelai perempuan dan disaksikan oleh kedua mempelai serta para saksi dan seluruh tamu undangan yang hadir pada proses akad pernikahan tersebut.

Abu Hasan Al-Mawardi menyatakan dalam kitab AL-Haawiy AL-Kabiir, bahwa isi Khutbah Nikah yaitu terdiri dari empat macam, antara lain :

  1. Bersyukur, Istighfar, memuji dan memohon perlindungan kepada Allah (Bacaan Hamdallah)
  2. Membaca shalawat kepada Nabi Besar Muhammad Shallallahu’Alaihi Wasallam.
  3. Berwasiat untuk senantiasa bertakwa dan beriman kepada Allah, yaitu dengan menyampaikan dan membacakan ayat-ayat tentang taqwa, seperti :

    (Q.S. Ali Imran [3]: 102)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

(Q.S. Al-Ahzab [33]: 70-71) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ  فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً

  (Q.S. Al-Hujurat [49]: 13)يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

    4. Membaca beberapa ayat atau lebih dari Al-Quran yang membahas masalah pernikahan. Ayat-ayat Al Quran yang berkaitan dengan masalah pernikahan tersebut antara lain :

(Q.S. An-Nisa :1)يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

 (Q.S. Ar-Ruum [30]: 21)وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍيَتَفَكَّرُونَ

Untuk selanjutnya ayat tersebut dapat dijelaskan maknanya dengan bahasa Indonesia atau bahasa setempat oleh Wali mempelai perempuan.

Contoh Khutbah Nikah

contoh khutbah nikahKhutbah Nikah Singkat

 

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

 “Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah. Kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan dan ampunan. Kita berlindung kepada-Nya dari kejahatan jiwa kita dan keburukan perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.”

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” [Ali ‘Imran: 102].

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian Yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu, serta daripadanya Allah menciptakan isterinya dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) Nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.” [An-Nisaa’: 1]

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat ke-menangan yang besar.” [Al-Ahzaab: 70-71]

 

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Amma ba’du: “Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah pe-tunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang baru dan setiap yang baru (dalam agama) itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.” [6]

Hadirin Rahimakumullah,,

Selanjutnya, perkenankanlah kami menyampaikan beberapa patah kalimat, untuk melengkapi dan menyempurnakan momen yang berbahagia ini, terutama bagi mempelai berdua yang diberkahi oleh Allah.

Pada hakikatnya akad nikah merupakan janji agung di hadapan Yang Maha Agung, yang harus dipertanggung jawabkan. Pernikahan sendiri bagi kehidupan manusia merupakan salah satu amal dan ibadah kepada Allah SWT. Maka, luruskanlah niat kita dalam melangsungkan pernikahan hanya untuk ibadah.

Jadikan petunjuk Allah, di dalam kitab suci Al-Quran serta suri tauladan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai panutan dan tumpuan dalam menjalani hidup berumah tangga.

Agar nilai ibadah terus berlangsung dalam mahligai rumah tangga, nantinya dipenuhi dengan suasana sakinah mawaddah warahmah, sarat kebahagiaan dan adanya saling ta’awun (tolong menolong).

Adapun makna dari sakinah adalah hadirnya akan rasa tentram, aman dan damai. Ada juga yang berpendapat bahwa keluarga sakinah adalah keluarga yang dibangun atas perkawinan yang sah, dapat memeneuhi hajat hidup spiritual dan material secara seimbang, diliputi kasih sayang antar anggota keluarga dan mampu mengamalkan, menghayati, dan memperdalam nilai-nilai keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia.

Mawaddah adalah sebuah perasaan cinta yang saling bersahutan di dalam hidup dan kebersamaan rumah tangga. Sedangkan Warahhmah adalah perasaan yang timbul setelah hadirnya ketentraman cinta dan kasih sayang di dalam hati.

Adapun beberapa cara menghadirkan suasana sakinah mawaddah warahmah dalam rumah tangga, antara lain:

  •  Menguatkan hubungan dengan Allah
  •  Manfaatkan cara mencuri hati
  •  Saling pengertian
  •  Saling menerima kenyataan
  •  Saling menyesuaikan diri
  •  Melaksanakan asas musyawarah
  •  Suka memaafkan
  •  Berperan serta untuk kemajuan bersama

Pernikahan bukan hanya pertautan dua insan yang berbeda jenis, maupun latar belakangnya. Namun juga mempersatukan dua keluarga besar dalam satu persaudaraan Islam. Maka dar itu, kuatkanlah ikatan tersebut dengan segala kebaikan dan keutaman agar selalu mendapat keberkahan Allah SWT.

Maka dengan rasa tawakkal dan penuh keyakinan serta bertanggung jawab dan diawali dengan niat yang lurus dan tekad,

Bissmillahirrohmaanirrohiim,

بَارَكَ اللهُ لَكُمْ، وَبَارَكَ عَلَيْكُمْ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ.

“Semoga Allah memberkahi kalian dan menetapkan keberkahan atas kalian serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” [7]

Amiin yaa robbal ‘aalamiin.

Setelah khutbah nikah selesai, maka wali nikah dari mempelai perempuan kemudian menikahkan puterinya dengan mempelai laki-laki.

Khutbah Nikah Bahasa Arab Lengkap

khutbah nikah bahasa arab

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِى خَلَقَ مِنَ اْلمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرَا وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلُ الْخَلْقِ وَاْلوَرَا وَ عَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ صَلَاةً وَسَلَامًا كَثِيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقِوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالٰى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: ياَ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

وَاعْلَمُوْا أَنَّ النِكَاحَ سُنَّةٌ مِنْ سُنَنِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَمَا وَاللهِ إِنِّى لَأَخْشَاكُمْ لِلهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لٰكِنِّى أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ ، وَأُصَلِّى وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّي

وَقَالَ أَيْضًا يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

وَقَالَ أَيْضًا خَيْرُ النِّسَاءَ إِمْرَأَةٌ إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ، وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ، وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفَظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ

وَقَالَ اللهُ تَعَالٰى يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوْبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ

وَقَالَ أَيْضًا وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُوْنُوْا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

بَارَكَ اللهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِىْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكِرِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّىْ وَمِنْكُمَ تِلَاوَتَهُ إِنِّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

أَعُوْذُ بِا للهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُواْ اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَاسْتَغْفِرُوْا اللهَ اْلعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَشَايِخِي وَلِسَائِرِ الْمُسِلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Artinya:

“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari setitik air, lalu Dia menjadikannya keturunan dan kekerabatan, dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat ta’dhim dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad saw, seutama-utama penciptaan makhluk dan atas keluarga dan shahabatnya dengan limpahan rahmat ta’dhim serta kesejahteraan yang banyak.

Setelah itu, wahai yang hadhir, aku mewasiatkan padamu dan diriku untuk bertaqwa kepada Allah, karena sesungguhnya itu adalah kemenangan (yang besar) bagi orang-orang yang bertaqwa. Allah swt berfirman dalam kitab-Nya yang mulya: Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya, dan sekali-kali janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan menyerahkan diri pada Allah (beragama Islam)

Ketahuilah bahwa nikah itu adalah sunah dari beberapa sunah Rasulullah saw. Nabi saw bersabda: Adapun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa kepada-Nya. Akan tetapi aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barang siapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.

Dan beliau bersabda lagi: Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (menafkahi keluarga), maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga kemaluan, dan barang siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena hal itu akan lebih bisa meredakan gejolaknya.

Dan beliau bersabda lagi: Istri yang baik adaalah wanita yang menggembirakan hatimu ketika dipandang, apabila kamu perintah ia mentaatimu, apabila kamu tiada ia mampu menjaga kehormatan dirinya dan hartamu

Dan Allah swt berfirman: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.

Dan Allah swt berfirman pula: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Semoga Allah memberi berkah kepadaku dan kepadamu dalam Qur’an yang agung. Dan memberi manfaat kepadu dan kepadamu terhadap apa yang ada di dalamnya, dari ayat-ayat dan peringatan yang bijak, dan semoga Allah menerima dariku dan darimu dalam membacanya, karena sesungguhnya Allah Maha penerima Tobat lagi Maha Penyayang

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Aku katakan perkataanku ini, dan mohon ampun pada Allah Yang Maha Agung untukku dan untukmu, untuk kedua orang tau dan guru-guru serta untuk orang Islam lainnya. Maka mohonlah ampun kepada-Nya, karena sesunggunya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Demikianlah penjelasan dan bacaan khutbah nikah singkat dan arab yang dapat anda jadikan referensi. Semoga informasi di atas dapat membantu dan bermanfaat. Jangan lewatkan ulasan yang tidak kalah penting Tujuan dan Hikmah Pernikahan dalam Islam dan Hukum Nikah, serta syaratnya.

Tags:
  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.