Tujuan dan Karakter Kurikulum 2013

Tentu kita ketahui bersama bahwa dalam bidang pendidikan, telah dilakukan beberapa kali pergantian kurikulum yang diterapkan di sekolah yang tujuannya tentu saja sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Pada saat ini, kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum 2013 yang mengusung pendekatan saintifik di dalamnya.

Berikut adalah beberapa hal terkait pengertian kurikulum 2013, hingga pola pikir yang ada di dalamnya :

Pengertian Kurikulum 2013

Kurikulum memiliki pengertian sebuah rencana yang digunakan sebagai pedoman dalam proses kegiatan belajar mengajar, sementara pengertian dari kurikulum 2013 itu sendiri adalah kurikulum terpadu yang dapat dikatakan merupakan sebuah sistem / pendekatan pembelajaran dengan melibatkan beberapa disiplin ilmu untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna luas bagi peserta didik.

Pada kurikulum ini juga ditekankan pada pembentukan karakter, yang dilakukan terutama pada tangkat pendidikan dasar yang nantinya menjadi pondasi pada tingkat pendidikan berikutnya.

Tujuan Kurikulum 2013

tujuan kurikulum 2013Tujuan dari pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik melalui kurtilas ini adalah untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar yang dilakukan, serta meningkatkan hasil pendidikan yang bertumpu pada akhlak mulia dan budi pekerti siswa secara terpadu, utuh dan seimbang, yang sesuai dengan standar kompetensi lulusan untuk setiap satuan pendidikan.

Adapun tujuan dari Kurikulum 2013 berdasarkan permendikbud no.69 adalah :

Mempersiapkan generasi Indonesia yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif dan afektif sera mampu memberikan kontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia.

Aspek Penilaian dalam Kurikulum 2013

Dalam kurikulum 2013 (Kurtilas) ini, ada beberapa aspek penilaian yang penting untuk diperhatikan. Salah satu yang paling penting adalah aspek moral (sikap perilaku) yang memiliki nilai aspek mencapai 60% dari keseluruhan penilaian. Dalam kurikulum ini, ada 4 aspek yang menjadi penilaian, antara lain :

  • Kompetensi Inti (KI – 1) yang merupakan penilaian untuk kompetensi inti sikap spiritual
  • Kompetensi Inti (KI – 2) yang merupakan penilaian kompetensi inti sikap sosial
  • Kompetensi Inti (KI – 3) yang merupakan dasar penilaian untuk kompetensi terkait dengan ilmu pengetahuan
  • Kompetensi Inti (KI – 4) yang merupakan dasar penilaian untuk kompetensi terkait keterampilan.

Sesuai dengan penjelasan terkait aspek nilai di atas, sudah jelas bahwa kurikulum 2013 ini merupakan kurikulum baru yang bertujuan untuk menyempurnakan karakter dan kompetensi peserta didik, di mana kompetensi inti KI 1 dan KI 2 ini berhubungan erat dengan pembentukan karakter, sementara pada KI 3 dan KI 4 ini memiliki kaitan dengan penguasaan dan peningkatan kompetensi peserta didik.

Karakteristik Kurikulum 2013

aspek penilaian kurikulum 2013Kurikulum 2013 disusun dengan karakteristik sebagai berikut :

  1. Meningkatkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotrik
  2. Sekolah merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana para murid menerapkan apa yang didapatkan di sekolah ke kehidupan sehari-hari dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar.
  3. Mengembangkan sikap, pengetahuan, serta ketrampilan serta menerapkannya di sekolah maupun masyarakat
  4. Memberikan kesempatan dan waktu untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan dan ketrampilan
  5. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang kemudian untuk dirinci lagi dalam kompetensi dasar mata pelajaran

Perubahan Pola Pikir dalam Kurikulum 2013

Pola pikir yang diterapkan pada kurikulum 2013 ini didasarkan pada banyak terjadinya kemerosotan karakter bangsa yang terlihat dari banyaknya tindak korupsi, kekerasan, penyalahgunaan obat terlarang hingga tindakan lainnya. Hal ini dapat disebabkan dari rapuhnya fondasi moral dan spiritual, dan juga tingkat pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) yang rendah.

Kurikulum 2013 ini terbentuk juga berdasarkan hasil penelitian dan riset internasional yang dilakukan oleh Programme for International Student Assessment (PISA) dan Global Institute yang menunjukkan bahwa prestasi dari siswa atau peserta didik Indonesia cukup tertinggal dibandingkan negara – negara lainnya.

Menurut Kemendikbud, tujuan dari pengembangan kurikulum ini adalah untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia agar mempunyai kemampuan untuk hidup sebagai warga negara dan pribadi yang beriman, kreatif, produktif, afektif dan inovatif dan memiliki kontribusi baik dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, berbangsa dan turut memajukan peradaban dunia.

Berikut ini adalah beberapa poin perbedaan kurikulum 2013 dengan kurikulum terdahulu, yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 :

  • Standar kompetensi lulusan. Pada kurikulum KBK mau pun KTSP, standar kompetensi lulusan didasarkan pada standar ini, sementara pada Kurtilas ini standar kompetensi lulusannya didasarkan pada kebutuhan.
  • Perumusan standar ini. bila pada 2 kurikulum sebelumnya perumusan standar ini didasarkan pada standar kompetensi lulusan mata pelajaran yang dipecah menjadi kompetensi dasar mata pelajaran dan juga standar kompetensi, maka pada kurikulum 2013, standar ini didasarkan pada kompetensi inti yang tidak terpaku pada mata pelajaran.
  • Penetapan kompetensi pada KBK 2004 dan KTSP 2006 merujuk pada mata pelajaran, sementara pada kurikulum 2013 ini, mata pelajaran diturunkan / diperoleh dari kompetensi yang dicapai.
  • Pada kurikulum sebelumnya, dilakukan pemisahan mata pelajaran mengenai pembentukan sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sebaliknya, pada kurikulum yang diterapkan saat ini, setiap mata pelajaran yang diterapkan dalam setiap tatanan pendidikan, harus memiliki kontribusi terhadap pembentukan sikap, pengetahuan dan juga keterampilan dari peserta didik.
  • Pada kurikulum KBK 2004 dan KTSP 2006, mata pelajaran yang diajarkan di sekolah terpisah atau saling lepas satu sama lain. Hal ini seperti halnya sekumpulan mata pelajaran yang saling terpisah. Perubahan pola pikir mengenai mata pelajaran yang diterapkan pada kurikulum 2013 ini adalah pada kurikulum tersebut mulai diterapkan bahwa setiap mata pelajaran yang diajarkan pada peserta didik ini diikat dan berhubungan satu sama lain oleh kompetensi inti yang ditetapkan di tiap kelas atau tingkatan pendidikan.

Kurikulum 2013 Revisi

kurikulum 2013 revisiTerhitung sejak ditetapkannya kurikulum 2013 atau yang lebih dikenal dengan istilah Kurtilas ini,terjadi banyak perdebatan mengenai poin – poin pembelajaran yang diterapkan dalam kurikulum baru tersebut.

Sebagai tanggapan mengenai hal tersebut, maka diberlakukan kurikulum 2013 revisi yang memberlakukan perubahan – perubahan untuk tujuan penyempurnaan, yang dilakukan sejak tahun 2013 hingga 2019 ini.

Beberapa poin perubahan yang diterapkan pada kurtilas edisi revisi ini antara lain :

  • Nama kurikulum yang tidak dirubah menjadi Kurikulum Nasional, melainkan tetap menggunakan nama Kurikulum 2013 Revisi yang kemudian diberlakukan secara nasional.
  • Penilaian terkait KI 1 dan KI 2 ditiadakan di setiap mata pelajaran, kecuali untuk mata pelajaran PPKN dan Agama, namun KI tetap tercantum dalam penulisan RPP.
  • Pendekatan saintifik dengan metode 5M bukan menjadi satu – satunya metode pengajaran. Guru dapat menggunakan metode lainnya, atau menggunakan metode 5M dengan susunan yang tidak berurutan.
  • Silabus yang ada dalam kurikulum 2013 edisi revisi lebih ramping dibanding versi sebelumnya, di mana dalam kurtilas revisi ini hanya terdiri dari 3 kolom, yang meliputi KD (kompetensi dasar), materi pembelajaran dan juga kegiatan pembelajaran.
  • Perubahan terkait terminology ulangan harian yang berubah menjadi penilaian harian, UAS berubah menjadi penilaian akhir semester untuk semester 1 dan penilaian akhir tahun untuk semester 2. Dalam kurikulum 2013 revisi ini juga sudah tidak diberlakukan lagi adanya ujian tengah semester (UTS) dan langsung pada penilaian akhir semester.
  • Skala penilaian diubah menjadi skala 1 – 100, dan pada penilaian sikap diberikan dalam bentuk deskripsi dan predikat.
  • Penerapan remedial diberikan untuk siswa dengan nilai yang kurang, namun sebelum pelaksanaan remedial siswa diberikan pembelajaran ulang terkait materi yang diujikan. Saat pelaporan nilai, nilai yang dicantumkan dalam hasil adalah nilai remedialnya.

Demikianlah penjelasan kurikulum 2013 hingga revisinya. Untuk menambah wawasan anda di dunia pendidikan, baca juga macam-macam model pembelajaran , perangkat pembelajaran serta media pembelajaran.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.