Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Model pembelajaran perlu dikembangkan dikarenakan perbedaan karakteristik antara satu siswa dengan yang lainnya. Salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif atau cooperative learning yang diciptakan untuk menyesuaikan perkembangan sistem pembelajaran yang ada di Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cooperative learning, berikut ulasannya hingga macam macam model pembelajaran kooperatif.

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif ( Cooperative Learning)

Model ini merupakan salah satu model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran atau student oriented. Yang mana suasana kelas dibuat demokratis serta saling membelajarkan memberi kesempatan peluang lebih besar dalam memberdayakan potensi siswa secara lebih maksimal.

pengertian pembelajaran kooperativeBeberapa ahli juga mengartikan terkait pengertian pembelajaran kooperatif. Berikut pendapat-pendapatnya.

1.Menurut David W. Johnson

Pembelajaran kooperatif merupakan proses belajar mengajar yang melibatkan penggunaan kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan siswa untuk bekerja bersama-sama di dalamnya guna memaksimalkan pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran satu sama lain.

Cooperative learning ini  menekankan kerja sama antar peserta didik dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Melalui belajar secara kelompok, peserta didik memperoleh kesempatan untuk saling berinteraksi dengan teman-temannya.

2. Menurut Sunal dan Hans

Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada peserta didik agar bekerja sama selama proses pembelajaran.

3. Menurut Wina Sanjaya

Pengertian pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.

4. Menurut Hamid Hasan

Cooperative learning mempunyai arti bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Di dalam kegiatan belajar, siswa secara individual mencari hasil yang menguntungkan untuk seluruh anggota kelompoknya. Sehingga, belajar kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dalam pengajaran yang memungkinkan siswa bekerja sama untuk memaksimalkan belajar anggota lainnya dalam kelompok tersebut.

5. Menurut Slavin

Cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang berarti siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen, model pembelajaran kooperatif biasa disebut dengan model pembelajaran gotong royong dalam pendidikan sebagai falsafah.

Macam Macam Pembelajaran Kooperatif

cooperative learningPembelajaran kooperatif ini bertujuan untuk mencapai hasil belajar berupa prestasi akademik, toleransi, serta menerima keragaman. Di dalamnya perlu adanya kerja sama serta interdependensi peserta didik dalam struktur tugas, tujuan, serta reward-nya. Nah, ada beberapa variasi model yang bisa diterapkan. Diantaranya:

  1. Team Game Tournament atau TGT

Sistem yang berlaku pada model TGT ini adalah siswa dibentuk di dalam kelompok untuk bisa saling membantu serta bisa memahami materi serta mengerjakan tugas sebagai kelompok dan juga dipadu dengan kompetensi antar anggota dalam bentuk permainan.

  1. Student Team Achievement Division (STAD)

Selanjutnya ada STAD yang mana siswa-siswa dibentuk dalam kelompok kecil serta menggunakan lembaran kerja untuk menguasai materi pelajaran. Mereka dapat membantu satu sama lainnya melalui tanya jawab atau diskusi.

Teknik ini menekankan adanya aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam memahami materi guna mencapai hasil yang maksimal. Tahap yang ada pada pembelajaran jenis ini terdiri dari : Tahap penyajian materi, kerja kelompok, tes individu, perhitungan skor pengembangan individu dan pemberian penghargaan kelompok.

  1. Jigsaw

Model Jigsaw memberlakukan siswa untuk dibagi di dalam kelompok kecil yang sifatnya heterogen. Sementara itu, bahan pelajaran dibagi untuk setiap anggota kelompok. Setelah itu, siswa mempelajari materi yang sama berkumpul untuk melakukan diskusi materi, berdiskusi, serta kembali ke kelompok semula untuk mempelajari materi yang sudah dikuasai pada anggota kelompok yang lainnya.

  1. Group Investigation (GI)

Model pembelajaran GI ini mengharuskan siswa bekerja dalam kelompok yang kecil serta menanggapi berbagai proyek kelas. Pada setiap kelompok akan membagi topik dalam sub topik- sub topik. Lantas, anggota kelompok melakukan kegiatan meneliti untuk mencapai tujuan kelompoknya.

Prinsip Dasar Cooperative Learning

Menurut Nur (2000), menyatakan beberapa prinsip dasar dalam pembelajaran kooperative antara lain :

  1. Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas semua yang dikerjakan didalam kelompoknya.
  2. Setiap anggota kelompok (siswa) wajib tahu bahwa semua anggota memiliki tujuan yang sama.
  3. Setiap anggota kelompok (siswa) wajib memiliki peran dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompok.
  4. Setiap anggota kelompok nantinya akan dievaluasi
  5. Setiap anggota kelompok (siswa) harus berbagi kepemimpinan dan ketrampilan untuk belajar bersama selama proses pembelajaran.
  6. Setiap anggota kelompok (siswa) wajib bertanggung jawab secara individual atas materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Unsur dalam Pembelajaran Kooperatif

prinsip dasar pembelajaran kooperatifModel pembelajaran kooperatif bukanlah hal yang baru bagi para pendidik. Namun, sebenarnya, tidak semua pembelajaran secara berkelompok bisa dikatakan sebagai cooperative learning. Nah, untuk bisa digolongkan sebagai model pembelajaran kooperatif, maka harus ada lima unsur yang mesti dipenuhi, yakni:

  1. Saling ketergantungan positif (positive interdependence): unsur ini menunjukkan jika model ini ada dua pertanggungjawaban dari kelompok yakni mempelajari bahan yang ditugaskan kepada kelompoknya. Serta menjamin semua anggota kelompok secara individu untuk mempelajari bahan yang ditugaskan tersebut.

Cara membangun saling ketergantungan positif antara lain :

  • Menumbuhkan perasaan peserta didik bahwa dirinya merupakan bagian dan terintegrasi dalam kelompok, keberhasilan tercapai jikalau semua anggota kelompok mencapai tujuan.
  • Mengusahakan agar semua anggota kelompok akan mendapatkan reward yang sama jika kelompok tersebut berhasil mencapai tujuan.
  • Setiap peserta didik dalam kelompok wajib mendapatkan sebagian dari semua tugas kelompok
  • Setiap peserta tugas mendapat tugas dan peran yang saling mendukung dan berhubungan, seta saling melengkapi dengan peserta didik lain dalam kelompok.
  1. Tanggung jawab perseorangan (Personal Responbility): Tanggung jawab ini muncul apabila dilakukan pengukuran terhadap keberhasilan kelompok. Hal ini dapat diartikan setelah mengikuti kelompok belajar bersama anggota kelompok harus bisa menyelesaikan tugas.
  2. Interaksi Promotif (face to face promotive interaction): interaksi ini sangat penting karena bisa menghasilkan saling ketergantungan yang positif. Ciri- cirinya adalah :
  • Saling membantu dan bekerja secara efektif dan efisien
  • Saling bertukar informasi dan sarana yang diperlukan
  • Menerima dan memproses informasi bersama secara lebih efektif dan efisien
  • Saling mengingatkan dan percaya
  • Saling memotivasi sesama anggota untuk memperoleh keberhasilan bersama
  1. Komunikasi antara anggota (interpersonal skill): Unsur ini menghendaki supaya para pembelajar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi.
  1. Pemrosesan kelompok (group processing): artinya siswa dapat menilai melalui pemrosesan kelompok sehingga bisa diidentifikasi urutan maupun tahapan kegiatan kelompoknya.

Tujuan Cooperative Learning

tujuan cooperative learningAdapun tujuan dari cooperative learning antara lain :

  1. Untuk meningkatkan prestasi akademik siswa

Dari banyaknya tujuan pembelajaran kooperatif, tujuan utamanya yaitu untuk membuat proses belajar mengajar lebih efektif dan efisien sehingga akan meningkatkan prestasi hasil akademik siswa.

  1. Melatih siswa untuk menerima dan menghargai perbedaan dan keragaman

Cooperative learning melatih siswa untuk saling mengutarakan pendapatdan berfikir bersama sehingga memunculkan keragaman pendapat untuk kemudian disimpulkan menjadi satu tujuan bersama.

  1. Mengembangkan kemampuan ketrampilan sosial

Cooperative learning melibatkan interaksi antar siswa yang akan meningkatkan kemampuan bersosial.

Keunggulan Cooperative Learning

Menurut pendapat dari Slavin, ada setidaknya dua alasan mengapa model pembelajaran ini dianjurkan untuk digunakan selama proses pembelajaran, diantaranya:

  1. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa pembelajaran kooperatif ini bisa meningkatkan prestasi belajar siswa dan bisa juga meningkatkan kemampuan hubungan sosial. Sehingga bisa menumbuhkan sikap menerima kekurangan orang lain maupun diri sendiri dan juga bisa meningkatkan harga diri siswa.
  2. Pembelajaran kooperatif bisa merealisasikan kebutuhan siswa untuk belajar berpikir, mencegah masalah, serta menginteraksikan pengetahuan serta keterampilan. Pembelajaran model ini bisa memperbaiki sistem pembelajaran yang sejauh ini banyak mempunyai kelemahan.

Kelemahan Pembelajaran Kooperatif

Selain memiliki banyak hal positif, tentunya cooperative learning memiliki kelemahan juga, antara lain :

  1. Dalam pembelajaran ini, menuntut adanya kerjasama kelompok yang baik dan solid. Bila tidak, banyaknya perbedaan akan mudah menimbulkan perselisihan.
  2. Didalam berkelompok banyak ditemui anggota yang tidak sama rata. Ada yang mendominasi pembagian tugas, ada juga yang lain hanya diam saja.
  3. Dalam proses pembelajarannya memakan waktu yang cukup banyak, karena harus saling berdiskusi antar anggota dan harus menyatukan pendapat dan pandangan yang dianggap benar.

Demikian pembahasan mengenai pembelajaran kooperatif mulai dari pengertian, variasi model pembelajaran, hingga unsur-unsurnya. Semoga bisa menjadi referensi yang valid untuk para pengajar atau guru.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.