Macam-Macam Model Pembelajaran yang Efektif dan Optimal

Di dalam dunia pendidikan, mendengar istilah model pembelajaran tentunya sudah tidak asing lagi bukan?  namun ketika Anda membahas tentang hal tersebut tentunya akan didapatkan banyak literatur dengan berbagai penjelasan. Dengan penerapan macam-macam model pembelajaran yang ada, maka siswa akan bisa belajar sesuai dengan gaya mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal.

Secara umum model pembelajaran merupakan kerangka operasional dan konseptual yang didalamnya mencakup urutan logis, nama, ciri, pengaturan dan budayanya. Pengertian ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan pada tahun 2014 No. 103 tentang pembelajaran pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah pasal 2.

Model pembelajaran ini merupakan teknik atau cara yang digunakan oleh tenaga pendidik dalam mengorganisasikan pengalaman proses pembelajaran secara sistematis agar tercapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Selain itu, para ahli juga banyak mengemukaan pendapatnya mengenai model pembelajaran ini.

Pengertian Model Pembelajaran Menurut Para Ahli

pengertian model pembelajaranAda banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai apa yang dinamakan model pembelajaran. Nah untuk lebih jelasnya yuk simak ulasannya berikut ini.

1.Menurut Slavin

Model pembelajaran adalah suatu acuan kepada suatu pendekatan pembelajaran termasuk tujuannya, sintaksnya, lingkungannya, dan sistem pengelolaanya.

2. Menurut Trianto

Model pembelajaran merupakan pendekatan yang luas dan menyeluruh serta dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajarannya, sintaks (pola urutannya), dan sifat lingkungan belajarnya.

3. Menurut Syaeful  Sagala

model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

4. Menurut Supriyono

Sebuah model pembelajaran adalah sebuah rencana atau pola yang mengorganisasi pembelajaran dalam kelas dan menunjukkan cara penggunaan materi pembelajaran.

5. Menurut Irwan Nasution, Syafaruddin

Model pembelajaran adalah deskripsi dari lingkungan pembelajaran yang bergerak dari perencanaan kurikulum, mata pelajaran, bagian-bagian dari pelajaran untuk merancang materi pelajaran, buku latihan kerja, program, dan bantuan kompetensi untuk program pembelajaran.

Dengan kata lain, model pembelajaran adalah bantuan alat-alat yang mempermudah siswa dalam belajar. Jadi, keberadaan model pembelajaran berfungsi membantu siswa memperoleh informasi, gagasan, keterampilan, nilai-nilai, cara berpikir dan pengertian yang diekspresikan mereka.

Nah itulah beberapa pengertian yang dijelaskan oleh para ahli. Dari berbagai macam penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa yang disebut dengan model pembelajaran adalah memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Model pembelajaran merupakan rasional yang tersusun oleh para pengembangnya atau para pencipta. Model pembelajaran memiliki teori berpikir yang masuk akal dan dapat diterima.
  2. Landasan pemikiran  mengenai apa dan bagaimana peserta didik belajar. Model pembelajaran memiliki tujuan yang jelas akan apa yang dicapai termasuk bagaimana siswa belajar dengan baik serta cara memecahkannya.
  3. Adanya lingkungan yang mendukung untuk bisa tercapainya tujuan pembelajaran. Model pembelajaran harus memiliki lingkungan belajar yang kondusif serta nyaman.
  4. Tingkah laku pendidik sebagai model agar proses belajar dapat berjalan dengan berhasil.

Dalam penerapannnya sendiri, pendidik harus memperhatikan betul bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk semua situasi maupun kondisi. Sehingga dalam menentukan model pembelajaran yang akan diterapkan, haruslah melihat kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas media yang tersedia, serta kondisi guru itu sendiri.

Macam-Macam Model Pembelajaran

Macam-macam model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain :

1.Examples Non Examples

model pembelajaran exampleModel pembelajaran ini merupakan metode belajar yang memakai contoh-contoh. Misalnya contoh yang didapat dari sebuah kasus atau gambar yang relevan dengan kompetensi dasar. Biasanya pendidik akan mempersiapkan gambar, tabel, diagram sebagai bahan materi ajar. Kemudian peserta didik akan mencermati, melakukan bimbingan, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.

2. Cooperative Script

Cooperative Script merupakan model pembelajaran  dimana peserta didik memiliki pasangan, yang mana dengan pasangan tersebut bisa melakukan kerjasama untuk saling bergantian  dengan cara lisan mengikhtisarkan. Pendapat ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh seorang yang bernama Danserau CS pada tahun 1985.

3. Numbered heads Together

macam macam model pembelajaranNumbered Heads Together atau yang lebih dikenal dengan NHT merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang memiliki sintaks berupa pengarahan, memberikan  kasus dari masteri yang telah diajarkan, kemudian melakukan kerja secara berkelompok untuk mendiskusikan teori tersebut, kemudian masing-masing kelompok melakukan presentasi. Hingga akhirnya terbentuk diskusi kelas, kuis individual dan membuat skor perkembangan peserta didik.

4. Kepala Bernomor Struktur

Model pembelajaran yang satu ini sebenarnya merupakan hasil modifikasi dari model pembelajaran number heads. Langkah-langkahnya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing orang yang tergabung di dalam kelompok akan mendapatkan nomor.
  • Tugas yang diberikan oleh pendidik berupa tugas berantai yang diberikan secara urut berdasarkan nomor tadi.
  • Jika dirasa diperlukan, pendidik juga bisa menyuruh siswa untuk membentuk kelompok dimana ketika terdapat kasus yang sama bisa diselesaikan secara bersama dengan cara saling mencocokkan hasil mereka atau saling membantu.
  • Memberikan laporan hasil dan tanggapan dari kelompok lain.
  • Menarik kesimpulan.

5. Jigsaw

model pembelajaran jigsawTeori ini dikemukakan oleh kooperatif model tim ahli (blaney, sikes, stephen and snapp pada tahun 1978. Model pembelajaran ini termasuk pembelajaran kooperatif dengan sintaks seperti berikut ini.

Pengarahan, informasi bahan ajar, buat kelompok heterogen, berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok, tiap anggota kelompok bertugas membahas bagian tertentu, tiap kelompok bahan belajar sama, buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi, kembali ke kelompok asal, pelaksanaan tutorial pada kelompok asal oleh anggota kelompok ahli, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

6. Student Teams Achievement- Divisions (STAD)

STAD adalah salah satu model pembelajaran kooperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen (4-5 orang), diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolaboratif, sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok, umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. Kooperatif Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin, 1995)

7. Problem Based Introduction (PBI)

macam macam model pembelajaran 2Model pembelajaran yang satu ini juga sering dikenal dengan metode PBI. Yaitu, model pembelajaran berdasarkan masalah. Dalam menjalani kehidupan sering kali Anda harus menemui masalah. Nah model pembelajaran ini mengembangkan dan melatih kemampuan untuk bisa menyelesaikan masalah yang memiliki orientasi kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Dengan model pembelajaran yang satu ini dituntut untuk menjaga suasana yang kondusif, negosiasi, terbuka, nyaman, demokratis dan berpikir optimal.

8. Artikulasi

Artikulasi merupakan model pembelajaran yang memiliki sintaks: sajian materi, penyampaian kompetensi, kemudian bergantian presentasi, dan pendidik membimbing siswa untuk menyimpulkannya.

9. Mind Mapping

macam macam model pembelajaran 3Pembelajaran yang ini memiliki sintaks informasi kompetensi, sajian permasalahan, kelompok lain menanggapi, hingga pada akhirnya siswa melakukan kesimpulan, evaluasi dan refleksi.

10. Make A Match

metode pembelajaran yang satu ini dikemukakan pada tahun 1994 tentang mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal atau kasus.

Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya,  setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya, setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward, kartu dikumpul lagi dan dikocok, untuk badak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

Selain 10 model pembelajaran yang sering dipakai di atas, masih ada banyak lagi model pembelajaran. Antara lain sebagai berikut :

  1. Think Pair and Share

macam macam model pembelajaran 4Model pembelajaran koperatif dengan sintaks : Guru menyampaikan materi klasikal, dan sejumlah persoalan kepada siswa. Siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan dengan teman sebangku (think-pairs), presentasi kelompok (share).

  1. Debate

Model pembelajaran dengan sintaks : siswa dibagi menjadi dua kelompok, dan duduk berhadapan. Siswa membacakan materi bahan ajar untuk dicermati masing-masing kelompok. Presentasi yang disajikan oleh salah satu kelompok akan ditanggapi oleh kelompok lainnya. Disini guru akan membimbing dan membuat kesimpulan.

  1. Role Playing

model pembelajaran role playingGuru mempersiapkan skenario pembelajaran kemudian memilih beberapa siswa untuk mempelajari skenario tersebut. Dilanjutkan dengan pembentukan kelompok, penyampaian kompetensi dan beberapa siswa melaksanakan skenario yang telah dipelajari. Setiap siswa berdiskusi akan skenario yang telah dilaksanakan dan menyampaikan kesimpulannya.

  1. Group Investigation

Guru memberikan pengarahan dan membagi beberapa kelompok heterogen dengan orientasi tugas. Memberikan tugas yang berbeda setiap kelompok. Masing-masing kelompok membahas materi secara kooperatif dan kemudian menyampaikan hasil pembahasan.

  1. Talking Stick

model pembelajaran talking stickGuru mempersiapkan sebuah tongkat. Kemudian memberikan materi pokok yang harus dibaca dan dipelajari setiap siswa. Setelah selesai, tongkat akan diberikan kepada sejumlah siswa terpilih untuk menjawab sebuah pertanyaan yang diberikan, dan seterusnya.

  1. Bertukar Pasangan

Masing-masing siswa memiliki satu pasangan. Setiap pasangan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Guru. Setelah selesai, tiap pasangan bertukar pasangan dan pasangan yang baru saling menanyakan dan mencari jawaban. Informasi dan jawaban yang didapat kemudian dibagikan kepada pasangan semula.

  1. Snowball Throwing

model pembelajaran snowball throwingGuru memberikan materi, membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan memberikan penjelasan kepada ketua kelompok masing-masing mengenai materi. Ketua kelompok kembali kepada kelompok masing-masing untuk menyampaikan meteri yang telah dijelaskan tadi.

Selanjutnya setiap siswa menulis pertanyaan di sebuah lembar kertas terkait materi. Kertas yang telah tertulis pertanyaan digulung seperti bola dan dilempar satu siswa ke siswa lain.  Setiap siswa wajib menjawab dari setiap pertanyaan yang tertulis pada kertas yang telah mereka dapatkan.

  1. Student Facilitator and Explaining

Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai dan menyajikan materi. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk menjelaskan kepada siswa lain melalui bagan/peta konsep. Selanjutnya guru menyimpulkan setiap ide/pendapat dari siswa serta menjelaskan semua materi yang disajikan.

  1. Course Review Horay

macam macam model pembelajaran horrayGuru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai dan menyajikan materi. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk tanya jawab. Untuk menguji pemahaman, siswa harus membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan. Setiap kotak diisi angka bebas yang diinginkan siswa.

Guru akan membacakan soal yang nomornya dipilih secara acak dan siswa yang memiliki nomor yang sama dengan yang dibacakan wajib menjawab. Bila jawaban benar, maka  siswa tesebut akan mendapat skor dan yel yel horray.

  1. Demonstration

Pembelajaran yang menghadirkan sebagai peragaan. Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai dan memberikan sekilas materi. Tersedia media peraga ( alat dan bahan). Salah satu siswa yang terpilih harus meragakan dan mendemotrasikan materi. Dan setiap siswa mengambil kesimpulan.

  1. Mind Mapping

macam macam model pembelajaran mind mappingMind Mapping merupakan salah satu model pembelajaran yang baik digunakan untuk mereview pengetahuan awal siswa. Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai. Kemudian guru juga memberikan sebuah permasalahan.

Masing-masing kelompok yang telah dibagi berdiskusi dan mencari alternatif jawaban. Kemudian setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan guru mencatatnya dipapan untuk diambil kesimpulan lagi dari setiap siswa.

  1. Picture and Picture

Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai dan memberikan materi pengantar. Selanjutnya guru menampilkan gambar-gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi. Setiap siswa wajib untuk mengurutkan gambar-gambar yang logis.

Guru mempertanyakan dasar pemikiran siswa dalam pengurutan gambar tersebut. Dari gambar tersebut guru mulai mengajarkan materi sesuai dengan kompetensi.

  1. Explicit Instruction

Guru menyampaikan kompetensi dan mempersiapkan setiap siswa. Guru menjelaskan pengetahuan dan ketrampilan serta mengarahkannya. Kemudian setiap siswa diuji pemahamannya dan diberikan kesempatan latihan.

  1. Cooperaative Integrated Reading and Composition (CRIC)

Siswa akan dibagi kelompok dengan masing masing kelompok beranggota 4 orang secara heterogen. Guru menyampaikan bahan materi sesuai dengan topik pembelajaran. Setiap siswa akan berkerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok serta memberikan tanggapan untuk kemudian menuliskan hasil dan dipresentasikan.

  1. Inside Outside Circle

Separuh dari jumlah siswa membentuk lingkaran kecil yang menghadap keluar, separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. Dua orang siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar saling berbagi informasi. Pertukaran informasi ini dapat dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.

Selanjutnya siswa yang berada pada lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah. Kemudian giliran siswa yang berada pada lingkaran besar yang membagi informasi.

  1. Tebak Kata

Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai. Setiap siswa berdiri dengan pasangannya di depan kelas. Salah satu siswa dari tiap pasangan membawa selembar kertas dan menempelkan di dahi. Dan yang satunya lagi membaca kertas tersebut untuk bisa ditebak yang membawa kertas.

Apabila jawaban tepat maka pasangan tersebut boleh duduk. Bila belum bisa menjawab dengan waktu yang telah ditentukan, maka siswa siswa lain dapat memberikan clue.

  1. Tari Bambu

Sebagian siswa berdiri berjajar di depan kelas, dan sebagiannya lagi berdiri berhadapan dengan kelompok pertama tadi. Siswa yang berdiri di ujung salah satu kelompok pindah ke ujung lainnya untuk kembali memberikan informasi.

  1. Koperatif

Model pembelajaran ini dilakukan dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu berdiskui akan konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Dengan belajar berkelompok siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, tugas, serta tanggung jawab.

  1. Kontekstual

Prinsip pembelajaran kontekstual yakni aktivitas siswa, siswa melaksanakan dan merasakan, sehingga tidak hanya menonton dan mencatat, serta pengembangan kemampuan sosialisasi.

Pembelajaran dimulai dengan sajian tanya jawab lisan yang terkait dengan dunia nyata kehidupan para siswa, sehingga manfaat dari materi yang disampaikan akan menghadirkan motivasi belajar muncul.

  1. Realistik ( Realistic Mathematic Education)

RME diterapkan dengan pola guided reinvention dalam mengkontruksi aturan melalui prosecc of matematization, yakni matematika horizontal dan matematika vertikal.

Matematika horizontal terdiri dari tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma, serta aturan yang digunakan dalam menyelesaikan persoalan, proses dalam dunia rasio. Sementara matematika vertikal merupakan reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio dan pengembangan matematika.

  1. SAVI

Model pembelajaran SAVI merupakan pembelajaran yang memperhatikan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa.  SAVI merupakan kepanjangan dari Somatic, Auditory, Visualization dan Intellectualy.

  1. TGT ( Teams Games Tournaments)

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 4 anggota. Kemudian setiap kelompok mengerjakan tugas masing-masing dan bekerja sama dalam bentuk kerja individual maupun diskusi.

Suasana diskusi kelompok haruslah nyaman dan menyenangkan seperti dalam kondisi permainan yaitu dengan cara guru bersikap ramah, lembut, dan santun.

  1. Word Square

Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai. Dilanjutkan dengan Guru membagikan lembaran kegiatan yang sesuai dengan contoh. Setiap siswa yang menjawab wajib mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. Hadiahkan poin setiap jawaban dalam kotak.

  1. Scramble

Guru membuat sejumlah soal sesuai materi bahan ajar dan membuat juga jawabannnya pada kartu yang berbeda dengan diacak nomornya. Selanjutnya, guru membagikan kartu soal pada kelompok serta kartu jawabannya.

Masing-masing kelompok mengerjakan soal dengan cara mencari kartu jawaban yang cocok.

  1. Take and Give

Guru menyampai kompetensi yang harus dicapai. Masing masing siswa mendapatkan satu kartu yang berisi materi untuk dipelajari dan dihapal selama kurang lebih 5 menit. Kemudian semua siswa berdiri dan mencari pasangan untuk saling membagikan materi yang telah mereka pelajari.

Untuk menguji pemahaman mereka, mereka harus diuji dengan pertanyaan yang tidak sesuai dengan kartu mereka sendiri.

  1. Concept Sentence

Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai dan menjelaskan materi secukupnya. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan 4 anggota secara heterogen.

Masing masing kelompok membuat kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat yang telah diberikan dan sesuai materi. Hasil diskusi kelompok disampaikan didepan kelas yang dipandu oelh Guru.

  1. Complete Sentence

Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai. Guru memberikan materi atau siswa yang membacakan buku dengan waktu tertentu. Siswa kemudian dibentuk kelompok yang terdiri dari 2 – 3 orang secara heterogen.

Selanjutnya guru membagikan lembar kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap. Masing masing kelompok berdiskusi untuk melengkapi bagian paragraf yang belum lengkap.

  1. Time Token

Setiap siswa mendapat kupon bahan pembicaraan dan wajib berbicara didepan kelas berdasarkan materi pada kupon. Setiap siswa berbicara selama kurang lebih 30 menit. Setelah selesai mempresentasikan materi yang terdapat pada kupon, kupon bisa diserahkan kembali.

  1. Keliling Kelompok

Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok. Setiap anggota kelompok menilai dengan memberikan pandangan dan pendapatnya mengenai materi dan tugas yang mereka kerjakan. Demikian seterusnya hingga mendapatkan hasil kesimpulan.

  1. Dua Tinggal Dua Tamu

 

Nah itulah penjelasan mengenai model pembelajaran. Mulai dari pengertian, ciri-ciri hingga macam-macam model pendidikan. Ada banyak sekali model pembelajaran yang bisa Anda gunakan. Dengan beberapa model tadi, tentu aktivitas belajar tidak akan terasa membosankan dan menyebalkan.  Semoga informasi di atas bermanfaat.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.