Pengertian, Fungsi dan Macam Macam Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran, sebuah langkah awal dalam dunia pendidikan dari proses belajar mengajar untuk meraih tujuan yang diinginkan sebelum strategi , model, metode maupun teknik pembelajaran. Lantas bagaimana penerapan dan macam macam pendekatan pembelajaran dalam dunia pendidikan ? Berikut penjelasannya.

Pengertian Pendekatan Pembelajaran

Teori yang menjelaskan tentang pengertian pendekatan dalama pembelajaran ini telah dikemukakan oleh para ahli.

Diantaranya  adalah menurut Hosnan pada tahun 2014 dalam Kamus besar bahasa Indonesia, pengertian pendekatan adalah (1) proses, perbuatan, cara mendekati; (2) usaha dalam rangka aktivitas pengamatan untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti

Selain teori yang dikemukakan oleh Hosnan di atas, masih banyak definisi lainnya yang dikemukakan oleh para ahli lainnya. Untuk lebih jelasnya tidak ada salahnya jika Anda menyimak ulasannya berikut ini!

Pengertian Pendekatan Pembelajaran Menurut Para Ahli

pengertian pendekatan pembelajaran1.Menurut Nuryani (2002)

Pendekatan (approach) lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada teknik pelaksanaannya. Satu pendekatan yang direncanakan untuk satu pembelajaran mungkin dalam pelaksanaan proses tersebut digunakan beberapa metode.

2. Menurut Syaiful (2003)

Pendekatan pembelajaran merupakan suatu pandangan guru terhadap siswa dalam menilai, menentukan sikap dan perbuatan yang dihadapi dengan harapan dapat memecahkan masalah dalam mengelola kelas yang nyaman dan menyenangkan dalam proses pembelajaran.

3. Wahjoedi (1999)

Pendekatan pembelajaran adalah pendekatan pembelajaran adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh prestasi belajar secara optimal.

4. Sagala (2005)

pendekatan pembelajaran adalah jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu.

Dari berbagai ulasan yang dijelaskan oleh para ahli dapat disimpulkan bahwa pengertian pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang digunakan oleh seorang guru dan murid dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Guru akan memanfaatkan pendekatan pembelajaran sebagai cara umum dalam menyikapi permasalahan maupun objek kajian, baik itu yang berpusat pada siswa maupun yang berpusat pada guru.

Selanjutnya, dari pendekatan pembelajaran yang telah ditentukan, guru mengimplementasikan ke dalam strategi pembelajaran dengan menggunakan langkah-langkah yang sistematik dan sistemik.

Macam-Macam Pendekatan Pembelajaran

Secara umum, pendekatan pembelajaran juga sering diartikan sebagai sudut pandang pendidik terhadap proses pembelajaran. Namun pengertian ini masih terasa sangat umum. Setidaknya terdapat dua jenis pendekatan pembelajaran yang diklasifikasikan secara umum, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered approach)

Pada pendekatan jenis ini guru melaksanakan pendekatan dengan memberikan kepada siswa untuk selalu berperan aktif dalam proses pembelajaran.

2. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru atau yang juga sering dikenal dengan istilah teacher centered approach.

Sementara pendekatan jenis ini. gurulah yang menjadi subjek utama dalam proses pembelajaran.

Masing-masing jenis pendekatan dalam pembelajaran tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Bisa diterapkan dan disesuaikan dengan memperhatikan kondisi pendidik, kondisi kelas, suasana hingga murid-muridnya.

Berikut adalah macam macam pendekatan dalam pembelajaran :

  1. Pendekatan Kontekstual

pendekatan kontekstualPendekatan konstektual atau Contextual Teaching and Learning ( CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru dalam menghubungkan antara materi ajar dengan situasi dunia nyata siswa serta mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan di dalam keluarga maupun masyarakat.

Dalam konsep ini para siswa diharapkan mampu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dalam status apa mereka serta bagaimana mencapainya. Dengan ini siswa akan menyadari bahwa apa yang mereka pelajari sangat berguna nantinya.

Dalam pengajaran kontekstual setidaknya terdiri dari lima bentuk belajar yang penting, antara lain : Mengaitkan, Mengalami, Menerapkan, Kerjasama dan Mentransfer.

Beberapa hal yang wajib diperhatikan dalam Pendekatan Kontektual

  • Guru dan pendidik yang berwawasan
  • Materi bahan dalam pembelajaran
  • Strategi, metode serta teknik belajar mengajar
  • Media utama pendidikan
  • Fasilitas dan media pendukung pembelajaran
  • Proses kegiatan belajar dan mengajar
  • Kancah pembelajaran
  • Penilaian dan evaluasi
  • Suasana dan lingkungan pembelajaran

Karakteristik pembelajaran CTL

Sementara karakteristik untuk pendekatan kontekstual antara lain :

  • Kerjasama
  • Saling menunjang
  • Menyenangkan dan tidak membosankan
  • Belajar dengan bergairah
  • Pembelajaran terintegrasi
  • Menggunakan berbagai sumber
  • Siswa aktif
  • Saling sharing dengan teman
  • Siswa kritis dan guru kreatif
  • Dinding kelas penuh dengan hasil kreatifitas para siswa
  • Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor namun juga hasil karya siswa

Kelebihan Pendekatan Kontekstual

Pendekatan ini membuat pembelajaran terasa lebih bermakna dan riil. Dengan dapat mengkorelasikan materi pembelajaran yang didapatkan dengan kehidupan nyata, materi tidak hanya berfungsi secara fungsional. Namun juga materi tersebut juga akan tertanam erat dalam otak siswa, sehingga akan sulit dilupakan.

Selain itu, pembelajaran dengan pendekatan ini juga dinilai lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa.

Kelemahan Pendekatan Kontekstual

Guru dituntut untuk lebih intensif dalam membimbing. Disinni tugas guru tidak hanya sebagai berperan sebagai pusat informasi. Akan tetapi, juga juga harus mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa.

Guru juga harus memperhatikan dan membimbing ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan.

  1. Pendekatan Kontruktivisme

pendekatan kontruktivismePendekatan konstruktivisme merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada tingkat kreatifitas siswa dalam mengekspresikan ide-ide baru  yang dibutuhkan bagi pengembangan diri siswa yang berdasarkan pada pengetahuan.

Secara umum, pendekatan ini sangat penting untuk pengembangan diri siswa baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat. Pengembangan dan peningkatan ini berupa ketrampilan dasar siswa.

Dalam pendekatan konstruktivisme, peran guru hanya sebagai pembimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga disini, guru lebih mengutamakan peran aktif siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan ide ide baru yang selaras dengan materi guna meningkatkan kemampuan siswa secara pribadi.

Jadi bisa disimpulkan bahwa pendekatan konstruktivisme ini merupakan pembelajaran yang mengutamakan pengalaman langsung dan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar.

Karakteristik Pendekatan dalam Pembelajaran Konstruktivisme

Beberapa karakeristik pendekatan konstruktivisme menurut Driver ( Dalam Paul, 1996 : 96) :

  • Orientasi merupakan siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan motivasi dalam mempelajari suatu topik
  • Elisitaci adalah mengarahkan siswa untuk mengutarakan ide idenya secara gamblang dan jelas
  • Retrukturisasi ide meliputi klarifikasi ide, membangun ide yang baru, dan mengevaluasi ide baru dengan eksperimen
  • Penggunaan ide dalam berbagai situasi
  • Review adalah bagaimana ide itu berubah

Kelebihan Pendekatan Konstruktivisme

Dalam penerapannya, pendekatan konstruktivisme memiliki berbagai kelebihan, antara lain :

Dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme siswa akan berperan aktif dalam pembelajaran. Dalam konsep ini juga menjadikan proses pembelajaran menyenangkan dan lebih bermakna karena juga didukung dengan realitas kehidupan. Siswa juga akan merasa dihargai dan semangat, karena setiap jawaban siswa ada penilaiannya.

Kekurangan Pendekatan Konstruktivisme

Namun selain kelebihan, tentu pendekatan ini tak luput dari kekurangan. Sebagian siswa masih merasa kesulitan dalam menemukan sendiri jawabannya. Proses pembelajaran juga memerlukan waktu yang tidak sebentar terutama bag siswa yang lemah. Terkadang, siswa yang dominan juga enggan menanti temannya yang belum selesai.

  1. Pendekatan Deduktif

pendekatan deduktifPembelajaran dengan pendekatan deduktif juga sering disebut dengan pembelajaran tradisional, yakni guru memulai dengan  teori-teori dan mengembangkan ke penerapan teori. Pembelajaran ini cenderung menekankan pada guru menyampaikan informasi atau pengetahuan.

Dalam pendekatan deduktif membahas materi yang berbentuk teoritis menjadi realitas atau juga bisa dikatakan menjelaskan hal hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus. Disinilah guru berperan untuk menjelaskan teori teori yang telah ditemukan para ahli, selanjutnya pemaparan kenyataan yang terjadi atau mengambil contoh contoh.

Kelebihan Pendekatan Deduktif

Kelebihan yang ada pendekatan deduktif adalah pendekatan ini tidak memakan banyak waktu dibanding dengan pendekatan jenis lain. Sifat dan rumus yang didapatkan dapat langsung diterapkan kedalam soal soal atau masalah yang konkrit.

Kelemahan Pendekatan Induktif

Sementara kelemahan dari pendekatan ini adalah masih adanya sebagian siswa yang sering mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran matematika. Penyebabnya karena siswa baru bisa memahami konsep setelah disampaikan dengan berbagai contoh. Selain itu, siswa juga cenderung merasa bosan dengan pendekatan ini, karena siswa langsung menerima konsep dari guru tanpa adanya kesempatan menemukan sendiri konsep tersebut.

  1. Pendekatan Induktif

pendekatan induktifLain halnya dengan pendekatan deduktif yang menyimpulkan permasalahan dari hal hal yang bersifat umum, pendekatan dengan induktif ini menyimpulkan permasalahan dari hal-hal yang sifatnya khusus.

Pendekatan induktif menekankan pada pengamatan dahulu, kemudian mengambil kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Konsep ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan dengan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum.

Biasanya pendekatan ini diawali dengan pemberian kasus, fakta, berbagai contoh atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Selanjutnya siswa dibimbing untuk berusaha keras mensistesiskan, menemukan, atau menyimpulkan prinsip dasar dari materi tersebut.

Kelebihan Pendekatan Induktif

Kelebihan pendekatan induktif daripada dengan pendekatan yang lain yakni memberikan kesempatan kepada siswa untuk berusaha sendiri untuk menemukan suatu konsep sehingga akan diingatnya dengan baik. Siswa juga lebih mudah memahami materi yang diajarkan melalui serangkaian contoh. Pendekatan ini juga meningkatkan semangat belajar siswa.

Kelemahan Pendekatan Induktif

Sementara untuk kelemahannya, pendekatan induktif membutuhkan waktu yang cukup lama. Terkadang juga tidak semua siswa terlibat secara aktif. Untuk sifat dan rumus yang diperoleh, masih harus memerlukan latihan untuk memahaminya.

  1. Pendekatan Konsep

pendekatan konsepUntuk model pendekatan yang satu ini, merupakan pendekatan pembelajaran yang dilakukan dengan cara siswa dibimbing memahami sebuah bahasan materi tertentu dengan pemahaman terhadap konsep yang terkandung didalamnya.  Yang menjadi fokus utama dalam pendekatan yang satu ini adalah dengan memahami konsep dan subkonsep yang ada.

Konsep sendiri merupakan bisa diartikan sebagai struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman. Pendekatan ini penerapannya secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk memahami bagaimana konsep itu diperoleh.

Beberapa kondisi yang harus diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan konsep adalah :

  • Menanti kesiapan belajar siswa, kematangan berpikir yang sesuai dengan unsur lingkungan
  • Menengahkan konsep dasar dengan persepsi yang benar dan mudah dipahami
  • Memperkenalkan konsep yang khusus dari pengalaman yang spesifik sampai konsep yang kompleks
  • Pembahasan yang hati-hati dari yang konkret sampat yang abstrak
  1. Pendekatan Proses

pendekatan prosesPendekatan Proses  merupakan pendekatan pembelajaran yang mengutamakan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan daya pikir dan kemampuan berpikir serta melatih psikomotor siswa. Atau dengan kata lain mengajak siswa  untuk melakukan langkah kerja kegiatan ilmiah seperti mengamati, memberi hipotesa, merencanakan dan mengkomunikasikan masalah yang ditemukan.

Pendekatan proses berorientasi pada proses bukan hasil, yang menekankan dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami proses penemuan dan penyusunan suatu konsep.

Pendekatan pembelajaran model ini populer di Indonesia ketika menggunakan kurikulum 1984. Namun sayangnya tidak semua disiplin ilmu bisa menerapkan cara pendekatan pembelajaran yang satu ini.

Kelebihan Pendekatan Proses

Keunggulan dari pendekatan ini yaitu memberikan ilmu bagaimana cara memperoleh pengetahuan. Siswa aktif dan kreatif sehingga dapat meningkatkan ketrampilan berfikir serta cara memperoleh pengetahuan.

Kelemahan Pendekatan Proses

Sementara kelemahannya, pendekatan ini membutuhkan cukup waktu, sehingga sedikit sulit untuk dapat menyelesaikan pengajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Diperlukan fasilitas dan perlengkapan yang cukup baik sehingga tidak semua sekolah dapat menyediakannya.

  1. Pendekatan Open – Ended

pendekatan Open-ended problemPendekatan yang satu ini memiliki tujuan utama bukan hanya sekedar mendapatkan jawaban, akan tetapi lebih menekankan pada cara bagaimana sampai pada suatu jawaban.

Menurut Suherman dkk, Open-ended problem merupakan problem yang diformulasikan memiliki multijawaban yang benar (2003 : 123). Sehingga siswa yang dihadapkan dengan open-ended problem, bukan hanya satu pendekatan dalam mendapatkan jawaban, namun beberapa.

Contoh penerapan masalah open-ended dalam kegiatan pembelajaran adalah saat siswa diberikan tugas untuk mengembangkan metode, cara atau pendekatan yang berbeda dalam menjawab setiap permasalahan yang diberikan bukanlah berorientasi pada hasil akhir.

Kelebihan Pendekatan Open-Ended

Adapun kelebihan pada pendekatan ini siswa lebih bisa berpartisipasi secara aktif serta mengekspresikan idenya. Siswa juga lebih terdorong untuk melatih diri untuk selalu memberikan bukti atas jawaban yang mereka berikan. Pada pendekatan ini siswa juga memiliki banyak pengalaman, baik melalui temuan mereka sendiri maupun temannya.

Kelemahan Pendekatan Open-Ended

Akan tetapi pendekatan ini sulit dalam mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa, sehingga dijumpai tidak sedikit siswa mengalami kesulitan bagaimana merespon permasalahan yang diberikan. Sebagian siswa juga merasa ragu dan cemas akan jawaban mereka karena jawaban yang terlalu bebas.

  1. Pendekatan Saintifik

pendekatan saintifikPendekatan saintifik digunakan pada proses pembelajaran Kurikulum 2013 di semua jenjang. Proses pembelajaran ini wajib meliputi tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.

Dalam proses pembelajaran berbasis ilmiah ini, ranah sikap menyinggung substansi atau materi ajar agar siswa tahu tentang “mengapa”. Ranah pengetahuan meliputi substansi atau materi ajar agar siswa tahu tentang “apa”. Dan ranah ketrampilan membahas substansi atau materi ajar agar siswa paham tentang “bagaimana”.

Hasil akhir dari pembelajaran ini yaitu peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik. Pendekatan ini juga diharapkan membentuk manusia yang terampil dan berwawasan yang hidup secara layak yang meliputi aspek kompetensi, ketrampilan dan pengetahuan.

Prinsip Pendekatan Saintific

  • Pembelajaran berpusat pada siswa
  • Pembelajaran untuk membentuk student self concept
  • Pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa agar mempelajari, menganalisis, menyimpulkan konsep, pengetahuan dan prinsip
  • Pembelajaran mendukung terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa
  • Pembelajaran meningkatkan motivasi anak didik
  1. Pendekatan Realistik

pendekatan realistikPendekatan realistik bisa diartikan sebagai pendekatan pengajaran yang muncul dari hal hal real bagi siswa dan juga menekankan ketrampilan “proses of doing mathematics”, berdiskusi, dan berkolaborasi berargumentasi dengan teman sekelas.

Dengan pendekatan ini siswa akan dapat menemukan sendiri dan menggunakan matematika itu untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok. Ketika terbiasa menyelesaikan masalah pada situasi situasi yang sudah biasa dihadapinya, strategi informasi siswa akan berkembang.

Pada pendekatan ini, peran guru hanya sebagai seorang fasilitator, moderator, atau evaluator.

Karakteristik Pendekatan Realistik

  • Menggunakan masalah kontesktual
  • Menggunakan dengan pengembangan model/skema
  • Menggunakan peran/kontribusi siswa
  • Interaktivitas
  • Terhubung dengan topik pembelajaran lain

Kelebihan Pendekatan Realistik

Keunggulan dari pendekatan ini dapat membuat materi pelajaran menjadi lebih menyenangkan bagi siswa dan suasana tegang juga berkurang. Materi juga lebih dipahami oleh sebagian besar siswa.  Selain itu guru menjadi lebih kreatif dalam membuat alat peraga.

Kelemahan Pendekatan Realistik

Pendekatan ini sulit diterapkan untuk kelas yang berukuran besar.  Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menguasai materi pelajaran. Selain itu, sebagian siswa yang memiliki tingkat kecerdasan sedang, memerlukan waktu yang lebih untuk menguasai materi.

  1. Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat

sains teknologiPendekatan ini sering juga dikenal dengan singkatan STM yang merupakan kepanjangan dari Sains Teknologi dan Masyarakat.  Dengan memakai pendekatan pembelajaran yang satu ini diharapkan siswa mampu mengingat lebih materi yang telah disampaikan. Disini guru bertugas sebagai pemberi informasi dan fasilitator.

Menurut Poedjiadi pada tahun 2001 pendekatan Sains Teknologi dan Masyarakat ini dapat dilakukan dengan memakai 3 cara yakni:

  1. Sebagai pendekatan dengan mengkaitkan antara sains, teknologi dengan masyarakat.
  2. Sebagai pendekatan dengan menggunakan isu atau masalah pada awal pembelajaran.
  3. Membuat program STM dengan scenario tertentu, digunakan sebagai suplemen.

Tujuan dari pendekatan STM adalah menghasilkan peserta didik yang memiliki pengetahuan cukup dan mampu mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah yang terjadi di masyarakat serta menentukan tindakan yang berkaitan dengan keputusan yang telah diambil.

Sebagai contoh ketika seorang guru akan membahas tentang pencemaran lingkungan maka guru akan melempar sebuah issue yang tengah yang tengah hangat dibahas. Misalnya polusi udara dan banyaknya sampah plastik di Indonesia dan lain sebagainya.

Fungsi Pendekatan dalam Pembelajaran

Beberapa fungsi pendekatan bagi suatu pembelajaran adalah :

  1. Sebagai pedoman umum dalam menyusun tahap metode dan model pembelajaran yang akan diterapkan.
  2. Menunjukkan garis – garis rujukan untuk perancangan pembelajaran.
  3. Mengevaluasi hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai
  4. Menganalisa masalah masalah pembelajaran yang timbul
  5. Menilai hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan.

Nah itulah pengertian pendekatan pembelajaran menurut para ahli dan macam-macam pendekatan pembelajaran yang selama ini dilakukan. Sebaik-baik guru adalah yang mampu memilih jalan terbaik dengan kondisi murid-muridnya.

Diharapkan dengan memakai pendekatan pembelajaran tersebut, tujuan pembelajaran yang ditargetkan dapat tercapai.  Yang perlu Anda ingat adalah bahwasanya tidak semua ilmu bisa menggunakan semua model pendekatan. Untuk itu harus disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.