Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Contoh Peta Konsep

Peta konsep, istilah dalam pembelajaran yang sudah sangat lekat dengan seorang pendidik. Akan tetapi peta konsep sangatlah asing bagi orang umum. Sebenarnya, apa itu dan bagaimana cara untuk membuat peta konsep? Nah, pada artikel ini, Anda bisa lebih memahami tentang peta konsep.

Pengertian Peta Konsep

Pembelajaran bisa diklasifikasikan dalam dua dimensi. Dimensi pertama berhubungan dengan cara informasi maupun materi pelajaran disajikan pada siswa baik melalui penerimaan maupun penemuan. Sedangkan dimensi kedua mengenai cara siswa untuk mengaitkan informasi pada struktur kognitif yang sudah ada. Struktur kognitif merupakan fakta-fakta, konsep-konsep, serta generalisasi yang sudah dipelajari serta diingat para siswa.

Pada tingkat pertama pembelajaran, informasi bisa dikomunikasikan siswa baik dalam bentuk belajar penerimaan yang menyajikan informasi secara final atau dengan bentuk pembelajaran discovery learning yang mengharuskan siswa untuk menemukan sebagian atau seluruh materi sendiri.

Di tingkat yang kedua, siswa menghubungkan maupun mengaitkan informasi atau pengetahuan berupa konsep yang sudah dimilikinya. Konsep-konsep ini pun perlu dikaitkan dalam struktur kognitif siswa, sehingga akan menghasilkan konsep baru dan hasil belajar akan relatif lebih kuat di dalam ingatan para siswa.

Pengertian Peta Konsep Menurut Para Ahli

pengertian peta konsepMengenai peta konsep, ada baiknya bagi Anda untuk merujuk pendapat dari para ahli. Berikut beberapa kutipan pendapat dari ahli tentang pengertian peta konsep:

1.Menurut Ausubel

“Peta konsep adalah suatu alat yang digunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi. Pro-posisi-proposisi merupakan dua atau lebih konsep-konsep yang dihubungkan oleh kata-kata dalam suatu unit semantik.”

2. Menurut Hudojo

“Peta konsep adalah keterkaitan antara konsep dan prinsip yang direpresentasikan sebagai jaringan konsep yang perlu dikonstruki dan jaringan konsep hasil konstruksi inilah yang disebut peta konsep.”

3. Menurut Suparno

“Peta konsep merupakan suatu bagan skematik untuk menggambarkan suatu pengertian konseptual seseorang dalam suatu rangkaian pernyataan. peta konsep bukan hanya menggambarkan konsep-konsep yang penting, melainkan juga menghubungkan antara konsep-konsep itu.”

4. Menurut Novak dan Gowin

“Peta konsep adalah alat atau cara yang dapat digunakan guru untuk mengetahui apa yang telah diketahui oleh siswa.”

Jadi, dari sekian pengertian ahli, bisa disimpulkan bahwa peta konsep merupakan suatu gambar yang memaparkan struktur konsep yakni keterkaitan antara konsep dari suatu gambaran yang menyatakan hubungan bermakna antara konsep mata pelajaran yang dihubungkan di dalam suatu kata penghubung sehingga terbentuklah suatu preposisi.

Itu artinya, peta konsep bisa mendorong siswa untuk menghubungkan konsep selama belajar. Hasil akhirnya adalah pembelajaran yang bermakna.

Ciri – ciri peta konsep

Dalam bentuk yang paling sederhana, peta konsep memilki ciri ciri tertentu. Ciri ciri peta konsep antara lain :

  • Peta konsep merupakan sebuah cara yang menunjukkan konsep dan preposisi preposisi suatu bidang studi
  • Peta konsep adalah gambaran dua dimensi dari sebuah bidang studi atau bagian bidang study yang menjelaskan hubungan konsep konsep suatu topik bidang study tersebut.
  • Dalam cara menyatakan hubungan konsep, tidak semua konsep memiliki bobot yang sama, beberapa konsep lebih inklusif dibanding dengan konsep konsep lain.

Cara Membuat Peta Konsep

cara membuat peta konsepDalam Arends (1997:258) disebutkan bahwa langkah-langkah untuk membuat peta konsep adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi pokok yang melingkupi suatu konsep atau bisa juga diartikan dengan memilih suatu bahan bacaan.
  2. Mengidentifikasi konsep sekunder atau ide yang dapat menunjang ide utama atau disebut juga dengan menentukan konsep yang relevan.
  3. Menempatkan ide utama pada bagian tengah ataupun di puncak selanjutnya lakukan pengelompokan atau mengurutkan konsep dari yang paling inklusif hingga ke konsep yang tidak inklusif.
  4. Mengelompokkan ide sekunder pada sekeliling ide utama kemudian buatlah visual yang menunjukkan hubungan ide tersebut dengan ide utama. Konsep tersebut disusun dalam bagan selanjutnya konsep yang paling inklusif diletakkan di atas maupun di pusat bagan.

Contoh Peta Konsep

contoh peta konsep 1

Peta Konsep Sistem Pernapasan

contoh peta konsep 3

Peta Konsep Sistem Ekskresi Manusia

contoh peta konsep 2

Peta Konsep Jaringan Sel

Fungsi Peta Konsep

Di dalam dunia pendidikan, peta konsep bisa diterapkan untuk tujuan tertentu. Berdasar pada fungsinya, peta konsep mempunyai empat fungsi. Hal ini diungkapkan menurut Dahar. Berikut ulasannya.

1.Mempelajari Cara Belajar

Jika seseorang dihadapkan dalam suatu bab di dalam buku pelajaran, maka ia tidak akan memahami begitu saja bacaan tersebut. Nah, dengan menyusun peta konsep mengenai isi bab ini, maka siswa akan berusaha mengeluarkan konsep-konsep dari bacaan tersebut.

Selanjutnya, siswa akan meletakkan konsep yang paling inklusif di puncak peta konsep yang dibuat. Lantas, mengurutkan konsep lain yang kurang begitu inklusif pada konsep yang paling inklusif. Begitu, seterusnya.

2. Menyelidiki Apa yang Sudah Diketahui oleh Siswa

Dalam pembelajaran bermakna, dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dari siswa untuk menghubungkan pengetahuan baru dengan konsep yang relevan. Agar proses lebih lancar, maka siswa atau pengajar perlu mengetahui konsep yang sudah dimiliki saat pelajaran baru akan dimulai.

Dari peta konsep ini, maka guru akan mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa mengenai pokok bahasan yang diajarkan padanya.

3. Mengungkapkan Konsespsi Salah

Peta konsep juga berfungsi untuk mengungkapkan konsepsi salah atau misconception yang terjadi. Konsep salah akan timbul karena ada kaitan di antara konsep-konsep yang mengakibatkan proposisi salah.

4. Alat Evaluasi

Peta konsep dapat juga diterapkan di dalam pendidikan sebagai alat evaluasi. Selama ini, alat evaluasi hanya tes objektif dan tes esai. Meski pun tes ini masih memegang peran penting dalam dunia pendidikan. Akan tetapi, evaluasi baru perlu dipikirkan untuk memecahkan masalah evaluasi selama ini.

Keunggulan dan Kelemahan Peta Konsep

fungsi peta konsepSetiap model pembelajaran pastinya memiliki keunggulan dan kelemahan. Begitu juga pada peta konsep ini. Nah, yang pertama akan dibahas mengenai peta konsep adalah keunggulannya terlebih dahulu.

Keunggulan peta konsep dikemukakan oleh Novak dan Gowin. Ahli ini menyebutkan ada 4 keunggulan peta konsep untuk guru yang meliputi:

  1. Peta konsep adalah cara yang paling baik untuk menghadirkan materi pelajaran, hal ini dikarenakan peta konsep merupakan alat belajar yang tidak menimbulkan efek verbal untuk siswa. Sebab, siswa dapat melihat dengan mudah, membaca, serta mengerti makna yang diberikan.
  2. Peta konsep bisa menolong guru untuk mengorganisir seperangkat pengalaman belajar secara keseluruhan yang akan disajikan.
  3. Peta konsep akan menolong guru dalam memilih aturan pengajaran berdasar pada kerangka kerja yang hierarki, mengingat bahwa banyak materi pelajaran yang disajikan dalam urutan yang acak.
  4. Peta konsep akan membantu guru dalam meningkatkan efisiensi serta efektivitas pengajaran.

Sementara itu, keunggulan peta konsep untuk siswa adalah:

  1. Peta konsep adalah cara belajar yang dapat mengembangkan proses belajar yang bermakna serta dapat meningkatkan pemahaman dari siswa serta meningkatkan daya ingat pelajaran.
  2. Bisa meningkatkan kreativitas serta keaktifan dari cara berpikir siswa yang pada gilirannya akan menimbulkan sikap yang mandiri dalam hal pembelajaran.
  3. Dapat mengembangkan struktur kognitif yang terintegrasi baik serta bisa memudahkan belajar.
  4. Membantu siswa melihat makna materi pelajaran secara lebih komprehensif di dalam setiap konsep miskonsepsi.

Jika sudah mengetahui tentang keunggulannya, maka kelemahan dari peta konsep adalah sebagai berikut:

  • Perlu waktu cukup lama untuk menyusunnya. Sementara waktu yang tersedia selama proses kegiatan belajar mengajar sangat terbatas.
  • Sulit untuk menentukan konsep yang ada pada materi yang sedang dipelajari
  • Cukup sulit dalam menentukan kata-kata yang bisa menghubungkan konsep satu dengan yang lainnya.

Sehingga, bisa disimpulkan bahwa ada beberapa kemungkinan hambatan yang akan dialami oleh siswa. Namun, semua itu bisa diatasi  dengan cara sebagai berikut:

  1. Siswa diminta membuat peta konsep di rumah serta dibahas pada pertemuan selanjutnya.
  2. Siswa sebaiknya membaca kembali materi yang dipahami supaya bisa mengenali konsep-konsep yang ada di dalam bacaan sehingga mengaitkan konsep ini di dalam peta konsep.

Demikian pembahasan mengenai pengertian hingga cara membuat peta konsep. Semoga bisa mudah dipahami dan bermanfaat.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.