Pengertian dan Penjelasan Instrumen Penelitian

Pengertian Instrumen Penelitian– Penelitian mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda yang berkecimpung di dunia pendidikan terutama perguruan tinggi. Mahasiswalah yang paling sering melakukan penelitian baik sebagai tugas kuliah ataupun tugas akhir untuk mendapatkan gelar sarjana atau gelar lainnya. Dalam penerapannya, penelitian harus dilandasi fakta dan data sehingga dibutuhkan sebuah instrumen untuk mendapatkan kedua hal tersebut.

Instrumen penelitian merupakan hal yang sangat penting dan menjadi salah satu syarat sebuah penelitian dikatakan berkualitas.Memahami apa itu pengertian instrumen dalam penelitian dan apa saja jenis-jenisnya wajib dilakukan oleh semua orang yang akan melakukan penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah bisa berupa tugas akhir, skripsi, disertasi, tesis, karya tulis, maupun karya lainnya yang bersifat ilmiah.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian maupun jenis instrumen dalam penelitian yang bisa Anda gunakan.

Pengertian Instrumen Penelitian

jenis instrumen penelitianSecara umum pengertian instrumen penelitian merupakan sebuah alat yang digunakan sebagai metode dalam pengambilan data oleh seorang peneliti yang nantinya dijadikan sebagai landasan dalam menganalisis dan mendapatkan hasil penelitian.

Sementara pengertian instrumen penelitian menurut Sukmadinata yaitu tes dengan karakteristik memberikan pertanyaan kepada informan. Sedangkan menurut Sugiono merupakan sebuah alat yang digunakan untuk membantu peneliti dalam mengukur fenomena sosial atau fenomena alam.

Jenis dan Contoh Instrumen Penelitian

pengertian instrumen penelitianInstrumen tersebut sebenarnya bergantung pada data yang dibutuhkan sehingga setiap penelitian menggunakan instrumen yang berbeda-beda. Seperti pada penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif yang juga memiliki perbedaan instrumen signifikan.

Penelitian kuantitatif biasanya menggunakan instrumen berupa angket atau kuesioner, sedangkan penelitian kualitatif biasanya menggunakan instrumen wawancara.

Berikut ini 5 jenis instrumen penelitian yang digunakan dalam banyak penelitian ilmiah:

  1. Wawancara

wawancara penelitianWawancara merupakan instrumen dalam penelitian ilmiah yang banyak digunakan untuk penelitian kualitatif. Instrumen ini lebih mudah dibandingkan instrumen lain karena wawancara tidak mengharuskan Anda untuk melakukan perhitungan statistika. Namun, instrumen wawancara memiliki kelemahan yaitu waktu penelitian yang relatif menjadi lebih lama dibandingkan jika menggunakan angket atau kuesioner.

Pada umumnya wawancara sering digunakan untuk teknik pengumpulan data bila si peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan sebuah permasalahan yang harus diteliti. Selain itu dari wawancara peneliti ingin mendapatkan data-data dari responden yang lebih mendalam.

Contoh penelitian kualitatif yang menggunakan instrumen wawancara adalah pendidikan yang dipengaruhi perubahan sosial dengan pencatatan yang menggunakan kamera handphone bukan buku tulis. Data yang dibutuhkan dalam penelitian tersebut harus melalui wawancara dengan siswa maupun guru.

  1. Tes

tes penelitianTes sebagai instrumen penelitian merupakan rangkaian dari pertanyaan untuk mengukur keterampilan, kemampuan, bakat, pengetahuan, serta intelegensi. Penelitian menggunakan instrumen tes dibagi lagi menjadi 5 bentuk, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Tes prestasi

Tes prestasi merupakan tes yang dilakukan untuk mengukur pencapaian tertentu seseorang dalam sebuah bidang misalnya pencapaian akademik.

  • Tes intelegensi

Tes inteliegensi merupakan tes yang dilakukan untuk mendapatkan penaksiran dari seseorang berdasarkan tingkat intelektualnya.

  • Tes bakat

Tes bakat merupakan tes yang dilakukan untuk mendapatkan dan mengetahui bakat dari seseorang.

  • Tes sikap

Tes sikap merupakan tes yang dilakukan untuk menilai dan mendapatkan kecenderungan sikap yang dimiliki seseorang.

  • Tes kepribadian

Tes kepribadian merupakan tes yang dilakukan untuk menilai kecenderungan pribadi seseorang.

  1. Dokumentasi

sumber dokumen dalam penelitianDokumentasi membantu peneliti mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian dengan mudah. Informasi dalam instrumen penelitian menggunakan dokumentasi didapatkan melalui majalah, buku, catatan tertulis, serta peraturan dan notulen hasil rapat. Kelebihan menggunakan instrumen dokumentasi diantaranya adalah:

  • Memberikan informasi hubungan antara masa lalu dan masa sekarang.
  • Memberikan informasi mengenai informan di masa lalu secara akurat.
  • Memberikan informasi data dari informan seperti identitas informan, identitas orang tua, prestasi, data pendidikan, dan lain sebagainya.

Meskipun begitu, instrumen dokumentasi juga memiliki kekurangan yaitu membutuhkan validasi terhadap dokumen yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Selain itu dokumen yang dicari merupakan dokumen dari masa lalu sehingga informasi yang didapatkan tidak lengkap dan bisa menyesatkan peneliti.

Dalam penelitian yang menggunakan dokumentasi sebagai instrumen penelitian, terdapat sumber yang dibedakan menjadi empat. Berikut ini keempat sumber dokumen tersebut :

  • Dokumen tidak resmi

Dokumen tidak resmi merupakan dokumen yang berasal dari sumber tidak resmi namun memiliki informasi yang sangat penting berkaitan dengan sebuah kejadian tertentu.

  • Dokumen resmi

Dokumen resmi merupakan dokumen yang bersumber dari sebuah lembaga resmi sehingga dapat dinyatakan bahwa dokumen tersebut valid. Contohnya yaitu rapor, arsip sejarah, atau nilai akhir semester.

  • Dokumen sekunder

Dokumen sekunder berasal dari sumber kedua, bisa berasal dari orang lain atau majalah, koran, dan lain sebaginya. Tingkat kevalidan dari dokumen ini rendah.

  • Dokumen primer

Dokumen primer merupakan dokumen yang didapatkan dari sumber pertama atau informan langsung. Dokumen ini memiliki tingkat valid paling tinggi dibandingkan dokumen lain.

  1. Observasi

observasi sumber penelitianObservasi merupakan instrumen penelitian yang cukup sering digunakan mahasiswa atau peneliti untuk mendapatkan data dalam penelitiannya. Observasi yang juga bisa disebut dengan pengamatan merupakan aktivitas yang dilakukan peneliti dengan mengamati objek yang diteliti secara seksama dan detail. Aktivitas pengamatan ini memiliki tujuan yaitu mendapatkan data yang relevan dengan mencatat setiap kejadian yang terjadi.

Kelebihan dan kekurangan yang didapatkan jika menggunakan instrumen ini diantaranya adalah :

  • Dapat melihat secara langsung aktivitas sehari-hari dari objek yang diteliti atau informan.
  • Dapat mencatat secara langsung dalam pengamatan jika terdapat kejadian tertentu.
  • Bagus digunakan untuk peneliti yang tidak memiliki tingkat aktivitas tinggi atau sibuk karena tidak harus berada pada tempat dan waktu tertentu.
  • Informan atau objek yang diteliti dapat berperilaku tidak sesuai kesehariannya karena merasa diperhatikan dan diamati secara langsung.
  • Terdapat aktivitas atau kejadian yang bersifat pribadi dari informan sehingga tidak dapat diamati atau diteliti dengan leluasa.
  • Terdapat kejadian yang tidak terduga sehingga bisa menghambat proses observasi atau pengamatan.

Teknik dalam instrumen penelitian menggunakan observasi dibedakan menjadi dua macam diantaranya adalah observasi partisipan dan observasi non partisipan.

Observasi partisipan yaitu peneliti masuk ke dalam kegiatan informan dan melakukan aktivitas bersama sambil mengamati dan mencatat kejadian tertentu. Sedangkan observasi non partisipan tidak mengharuskan peneliti ikut dalam kegiatan informan, bahkan informan bisa tidak mengetahui jika sedang diamati karena pengamatan dilakukan secara diam-diam.

  1. Kuesioner

sumber kuesioner instrumen penelitianJenis instrumen penelitian yang terakhir adalah kuesioner atau juga disebut angket. Penelitian yang menggunakan instrumen ini biasanya adalah penelitian yang bersifat kuantitatif. Peneliti memberikan pertanyaan dengan jawaban yang bisa terbuka maupun tertutup. Semua pertanyaan yang diberikan peneliti pada informan di dalam kuesioner merupakan pertanyaan yang jawabannya dibutuhkan dalam penelitian mereka.

Jawaban yang diberikan oleh informan nantinya akan diolah kembali menjadi data statistika yang dapat membantu proses penelitian. Kuesioner menjadi salah satu teknik pengumpulan data yang dapat dikatakan efisien bila peneliti tahu pasti variabel yang akan diukur dan yang diharapkan responden.

Contoh penelitian yang menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data adalah penelitian sensus yang dilakukan untuk mendapatkan data primer.

Langkah dalam Menyusun Instrumen Penelitian

Langkah-langkah yang diterapkan dalam menyusun instrumen penelitian sesungguhnya tidak terlalu sulit bila anda benar-benar memahami intinya. Namun sebelum membuat instrumen penelitian hal yang harus anda perhatikan terlebih dahulu yaitu mengkaji teoritik mengenai substansi penelitian yang akan diukur.

Berdasarkan Iskandar (2007), beberapa hal yang dibutuhkan ketika penyusunan instrumen penelitian antara lain :

  1. Mencantumkan penjelasan dan keterangan mengenai variabel penelitian pada sub dimensi dalam penelitian.
  2. Terdapat pembahasan yang komprehensif akan variabel penelitian yang diambil.
  3. Tentukan indikator dari masing masing sub dimensi yang telah dijelaskan
  4. Berikan deskripsi mengenai misi instrumen penelitian
  5. Buatlah perumusan setiap pertanyaan dan pernyataan
  6. Merancang setiap petunjuk pengisian mengenai alat instrumen penelitian baik kuesioner, wawancara penelitian, dan lain sebagainya.

 

Itulah informasi mengenai pengertian dan jenis instrumen penelitian beserta dengan penjelasannya. Instrumen dalam penelitian sangat penting untuk mendapatkan data akurat yang akan digunakan sebagai acuan dalam mendapatkan hasil penelitian. Semoga informasi yang diberikan tersebut dapat membantu Anda yang sedang memilih instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ilmiah. Untuk memperjelas mengenai penelitian, baca juga penjelasan teknik analisis data lengkap.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.