Pengertian dan Langkah Pendekatan Saintifik

Dalam proses pembelajaran, digunakan beberapa metode berbeda untuk menentukan manakah metode yang paling efektif dan sesuai dengan perkembangan dari masa ke masa. Dan di saat ini yang sedang dikembangkan adalah pembelajaran dengan pendekatan saintifik atau melalui proses ilmiah. Berikut ini adalah beberapa ulasan mengenai pendekatan saintifik, mulai dari pengertian hingga contoh pendekatan saintifik.

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan untuk melakukan pembangunan nasional di berbagai sektor demi mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pengertian Pendekatan Saintifik

Pengertian Pendekatan SaintifikMenurut Kurniasih (2014), pembelajaran dengan pendekatan saintifik memiliki pengertian sebuah proses belajar yang dirancang dengan sedemikian rupa agar peserta didik (siswa) memiliki peran aktif dalam memahami konsep atau prinsip melalui beberapa tahapan, mulai dari pengamatan, perumusah masalah, pengumpulan data, analisa hingga proses penarikan kesimpulan.

Pengertian lainnya dari pendekatan saintifik ini adalah konsep dasar yang melatarbelakangi rumusan metode pembelajaran yang baru dengan penerapan karakteristik ilmiah. Proses pembelajaran seperti ini diharapkan dapat menjadikan siswa atau peserta didik yang lebih kreatif, inovatif, produktif dan afektif yang didapat melalui penguatan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang terintegrasi.

Dalam metode pendekatan saintifik, ada beberapa model pembelajaran yang digunakan, di antaranya :

  • Project Based Learning (Pembelajaran berbasis proyek)
  • Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah)
  • Discovery learning (penemuan)

Kriteria dalam Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik dianggap dapat menjadi jalan tepat untuk mencapai perkembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam melakukan proses kerja sesuai dengan kriteria ilmiah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia telah menyampaikan dalam konsep pendekatan saintifik ini terdapat tujuh kriteria, antara lain :

  • Materi pembelajaran yang disampaikan berbasis pada fenomena atau pun fakta yang dapat dijelaskan dengan penalaran, dan bukan sebatas perkiraan, dongeng atau pun legenda semata.
  • Dapat mendorong dan juga memberikan inspirasi pada para peserta didik untuk berpikir secara kritis dan analitis, yang diterapkan dalam melakukan identifikasi, memecahkan masalah, hingga mengaplikasikan materi pembelajaran dalam kehidupan sehari – hari.
  • Penjelasan yang diberikan guru, respons peserta didik, dan interaksi yang dilakukan antara guru dan siswanya terbebas dari prasangka, pemikiran subjektif, atau pun pemikiran yang menyimpang dari pemikiran logis.
  • Menginspirasi dan mendorong peserta didik untuk mampu berpikir secara kritis dan analitis dalam proses pemecahan masalah.
  • Menginspirasi dan mendorong peserta didik agar mampu berpikir hipotetik dalam menyikapi adanya kesamaan, perbedaan, dan hubungan satu sama lain yang ada dalam materi pembelajaran.
  • Pendekatan saintifik berbasis pada teori, fakta dan konsep yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  • Tujuan dari proses pembelajaran dirumuskan secara jelas dan sederhana, namun tetap memiliki cara penyajian yang menarik.

Prinsip-Prinsip Pendekatan Saintifik

Beberapa prinsip pendekatan saintifik dalam pembelajaran adalah :

  1. Pembelajaran berpusat pada peserta didik
  2. Pembelajaran menciptakan student self concept
  3. Pembelajaran bukan dari verbalisme
  4. Pembelajaran memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum dan prinsip
  5. Pembelajaran meningkatkan kemampuan berpikir para siswa
  6. Pembelajaran meningkatkan motivai belajar siswa maupun motivasi mengajar pendidik
  7. Memberikan peluang kepada siswa untuk melatih kemampuan berkomunikasi

Tujuan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran

Adapun beberapa tujuan pendekatan saintifik dalam pembelajaran antara lain :

  • Meningkatkan kemampuan berpikir para siswa
  • Meningkatkan skill peserta didik dalam menyelesaikan masalah secara sistematik
  • Menciptakan kondisi pembelajaran dimana peserta didik akan merasa bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan
  • Melatik para siswa untuk selalu mengemukakan ide-ide
  • Meningkatkan hasil belajar dan menumbuhkan karakter peserta didik

Langkah Contoh Pendekatan Saintifik

langkah pembelajaran saintifikDalam penerapan pendekatan saintifik di dalam pembelajaran kurikulum 2013, terdapat beberapa langkah contohnya, yang diuraikan dalam ulasan berikut :

  • Proses Mengamati

Dalam proses pengamatan ini, peserta didik akan berperan aktif melakukan pengamatan dengan memanfaatkan pancaindra dengan atau tanpa alat.

Contoh pendekatan saintifik dalam tahap ini adalah dengan mendengarkan, menyimak, melihat, atau membaca dengan aktif materi pembelajaran yang diterima. Dalam langkah ini, guru memiliki peran untuk melakukan proses pengamatan. Hasil pengamatan atau observasi ini terbagi menjadi data kualitatif dan data kuantitatif.

  • Proses Menanya

Proses selanjutnya dalam penerapan pendekatan saintifik adalah menanya.

Siswa atau peserta didik akan didorong untuk membuat dan secara aktif mengajukan pertanyaan, lalu melakukan tanya jawab dan diskusi dengan peserta didik yang lain mengenai informasi yang ingin diketahui, informasi yang yang belum dipahami, hingga pemaparan sebagai bentuk klarifikasi.

Pada langkah ini, guru memiliki peran sebagai fasilitator saat para peserta didik saling melakukan proses menanya.

  • Proses Pengumpulan Informasi / Mencoba

Dalam proses pengumpulan informasi / mencoba, peserta didik akan diarahkan untuk mengeksplorasi, mencoba, mendemonstrasikan, menirukan gerak atau bentuk tertentu. Selain itu, dalam langkah ini, peserta didik akan diarahkan untuk lebih aktif dalam mengumpulkan data dari berbagai sumber, dengan melalui wawancara, angket, atau pengembangan yang diperoleh dengan membaca sumber lain selain buku teks.

Peran dari guru dalam langkah ini adalah memfasilitasi siswa dan mendukung proses pengumpulan informasi dan tahap mencoba.

  • Proses Mengasosiasi / Menalar

Langkah contoh pendekatan saintifik selanjutnya adalah proses mengasosiasi atau menalar.

Dalam metode pendekatan ini, dilakukan pengolahan terhadap informasi – informasi yang sebelumnya telah dikumpulkan dan selanjutnya dilakukan analisa data dengan membuat kategori, mengasosiasi, atau pun menghubungkan informasi / fenomena terkait yang ditemukan dan menemukan polanya, kemudian menyusun simpulan dari proses pemikiran yang dilakukan.

Guru memiliki peran untuk menjadi fasilitator dan mendukung proses menalar / mengasosiasi yang dilakukan oleh peserta didik.

  • Proses Mengkomunikasikan Hasil

Langkah selanjutnya adalah mengkomunikasikan hasil.

Dalam langkah ini, peserta didik akan diminta untuk menyajikan laporan yang telah disusun berdasarkan tahap – tahap sebelumnya. Bentuk laporan ini dapat berupa bagan, grafik, diagram, hingga laporan tertulis yang berisi proses, hasil hingga kesimpulan yang kemudian dikomunikasikan secara lisan.

Dalam langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini, guru memiliki peran sebagai fasilitator yang membantu proses penyampaian gagasan peserta didik agar lebih maksimal.

Kelebihan Pendekatan Saintifik

Lalu apa saja sebenarnya kelebihan dari metode pendekatan saintifik ini? pembelajaran dengan metode ini memberikan beberapa kelebihan, di antaranya :

  • Proses pembelajaran yang terpusat pada siswa (student centered) membuat siswa / peserta didik memiliki peran aktif di dalam proses pembelajaran.
  • Guru menjadi lebih kreatif dalam menemukan cara – cara baru agar siswa tertarik untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar.
  • Memiliki langkah pembelajaran yang telah tersistem sehingga guru atau tenaga pendidik lebih mudah untuk melakukan pengaturan / perencanaan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Selain itu, tahap – tahap pembelajaran yang digunakan juga mendorong siswa untuk berpikir secara aktif dan melibatkan keterampilan dalam proses sains untuk menelaah konsep atau pun prinsip dari bahan pembelajaran yang diajarkan.
  • Dapat mengembangkan karakteristik siswa, di mana siswa dituntut untuk dapat berperan aktif untuk meningkatkan kemampuan berpikir secara kritis.
  • Penilaiannya mencakup semua aspek. Tak hanya untuk mengasah pengetahuan siswa saja, penerapan pendekatan saintifik ini juga akan mengasah keterampilan dan sikap peserta didik. Sehingga memiliki kecakapan tak hanya mengenai hardskill namun juga softskill.

Kekurangan Pendekatan Saintifik

Meski dinilai memiliki banyak kelebihan, namun pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik sesuai kurikulum 2013 yang diterapkan pada saat ini masih memiliki beberapa kekurangan.

Salah  satu yang utama adalah pada metode ini diperlukan kreativitas yang tinggi dari tenaga pendidik agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Selain itu, banyak di antara guru yang beranggapan bahwa penerapan pendekatan saintifik ini tidak memerlukan penjelasan / arahan lebih lanjut dari guru.

 

Demikianlah penjelasan pendakatan saintifik untuk anda.  Semoga bisa menambah wawasan anda semua. Pelajari juga apa yang dimaksud pendekatan dalam pembelajaran.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.