Sanitasi Lingkungan untuk Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan

Kesehatan  lingkungan sangat penting untuk menopang keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia. Lingkungan yang sehat dan bersih sangat berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan yang maksimal.

Tujuan sanitasi lingkungan itu sendiri dapat memaksimalkan tingkat kesehatan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Manfaat dari sanitasi lingkungan pun sangat besar bagi kehidupan masyarakat ataupun generasi berikutnya.

Pengertian Sanitasi lingkungan

sanitasi lingkungan

Sumber : Momcleanairforce.org

  • Depkes RI, 2004

Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dari subjeknya, misalnya menyediakan air bersih untuk keperluan mencuci tangan, menyediakan tempat sampah agar tidak dibuang sembarangan.

  • WHO

Pengawasan penyediaan air minum masyarakat, pembuangan tinja dan air limbah, pembuangan sampah, vektor penyakit, kondisi perumahan, penyediaan dan penanganan makanan, kondisi atmosfer dan keselamatan lingkungan kerja.

  • Secara umum

Suatu usaha pengendalian semua faktor yang ada pada lingkungan fisik manusia yang diperkirakan dapat menimbulkan hal-hal yang mengganggu perkembangan fisik, kesehatannya ataupun kelangsungan hidupnya

Sanitasi lingkungan di Indonesia

sanitasi lingkungan di indonesia

Sumber : Beritasatu.com

Sanitasi  lingkungan di Indonesia bisa dikatakan rendah seperti kesehatan masyarakat, saluran pembuangan, air limbah, saluran pembuangan, atau penanganan sampah. Hal ini didasarkan dari tingginya angka penyakit infeksi atau penyakit menular di masyarakat dan meningkatnya angka kematian bayi oleh penyakit tersebut.

Hasil riset Bank Dunia pada 2013 melalui  Water and Sanitation Programme  menjelaskan total kerugian ekonomi pemerintah Indonesia akibat sanitasi yang buruk mencapai Rp56 triliun per tahun atau 2,3% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Menurut World Health Organisation (WHO), Indonesia menempati peringkat ketiga negara yang memiliki sanitasi terburuk/tidak layak pada 2017, sementara peringkat pertama ditempati India dan peringkat kedua Tiongkok.

Dari 35 provinsi di Indonesia, tiga provinsi yang memiliki sanitasi terburuk adalah Provinsi Papua, Provinsi Bengkulu, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Provinsi Papua sebagai provinsi dengan sanitasi terburuk dengan jumlah rumah tangga bersanitasi layak hanya 33,06%, sedangkan Provinsi Bengkulu hanya 42,71%, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur hanya 45,31%.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS, di perkotaan rumah tangga bersanitasi layak sebanyak 80,67%, sedangkan di perdesaan hanya 53,43% rumah tangga yang bersanitasi layak.

Laju peningkatan perbaikan sanitasi masyarakat perdesaan lebih lambat bila dibandingkan perkotaan karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat perdesaan tentang pentingnya sanitasi yang bersih dan sehat serta akses fasilitas sanitasi yang belum memadai.

Menkes mengatakan, sanitasi yang baik akan mengurangi kerugian ekonomi dan meningkatkan kehadiran murid di sekolah dasar, mengurangi prevalensi penyakit sehingga anak-anak dapat datang kesekolah, meningkatkan produktivitas orang dewasa, memberikan keamanan bagi para perempuan, serta mengurangi polusi dari sumber air.

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan perawatan lingkungan masih berada pada kategori rendah.  Rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan karena warga tidak mempunyai kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan sekitar.

Oleh karena itu masyarakat harus menyadari pentingnya akan sanitasi lingkungan, karena kesehatan dan kebersihan lingkungan sangat mempengaruhi kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat itu sendiri.

Standar Sanitasi Lingkungan

1. Rumah yang sehat dan aman.

Rumah yang sehat dan aman

Sumber : Happyhealthymama.com

Rumah bisa didefinisikan sebagai tempat berkumpulnya anggota keluarga, tempat istirahat dan menghabiskan sebagian waktu , bercengkrama serta melindungi diri dari segala kemungkinan ancaman bahaya yang datang.

Kriteria rumah sehat :

1.Ventilasi

Ventilasi udara harus ada agar sirkulasi udara berjalan lancar, sehingga kadar oksigen di dalam rumah tetap terjaga sekaligus menjaga kelembapan rumah.

2. Cahaya

Rumah sehat harus memiliki pencahayaan alami yang cukup. Kurangnya cahaya matahari menyebabkan udara di dalam rumah lembap dan tidak nyaman serta dapat menimbulkan perkembangan bibit penyakit.

3. Luas Bangunan

Rumah sehat juga harus memiliki luas bangunan yang sesuai dengan jumlah penghuninya. Jika penghuni rumah terlalu banyak membuat kurangnya konsumsi oksigen.

4. Fasilitas rumah

Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas sebagai berikut:

  • Penyediaan air bersih yang cukup.
  • Pembuangan tinja.
  • Pembuangan air limbah (air bekas).
  • Pembuangan sampah.
  • Fasilitas dapur.
  • Ruang berkumpul keluarga.

Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam membangun rumah sehat antara lain :

  1. Membuat konstruksi rumah yang kokoh dan kuat;
  2. Bahan rumah terbuat dari bahan tahan api;
  3. Lantai berbahan yang tidak licin sehingga bahaya jatuh dan kecelakaan mekanis dapat dihindari.

2. Pasokan air yang bersih dan aman

pasokan air yang bersih dan aman

Sumber : Ohayo.co.id

Air merupakan zat yang paling utama dalam kehidupan manusia selain udara. Sekitar  3/4 bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Air  juga dibutuhkan untuk berbagai kegiatan manusia entah itu kegiatan rumah tangga ataupun kegiatan industri.

Peraturan Menteri Kesehatan No. : 416/MENKES/PER/IX/1990 mengenai air bersih. Adapun persyaratan air bersih adalah:

  1. Syarat Fisik
  • Jernih
  • Tidak berwarna
  • Tidak berasa
  • Tidak berbau
  • Temperatur tidak melebihi suhu udara.
  1. Syarat Kimia
  • Tidak mengandung unsur kimia yang bersifat racun.
  • Tidak mengandung zat yang menimbulkan gangguan kesehatan.
  1. Syarat Bakteriologis

Tidak mengandung kuman parasit, kuman patogen, bakteri E. coli.  Ketentuan: Bila dari pemeriksaan 100 cc air terdapat kurang dari 4 bakteri    E.Coli maka air tersebut sudah memenuhi syarat kesehatan.

  1. Syarat Radio aktif :

Tidak mengandung sinar alfa dan sinar gamma.

3. Udara yang Bersih dan Sehat

udara yang bersih dan aman

Sumber : taufiqurokhman.com

1.Tidak berwarna

Udara yang bersih ini adalah udara yang murni. Udara yang murni merupakan udara yang tidak mempunyai warna.

2. Tidak berbau

Udara yang berbau berarti udara yang telah tercampur dengan berbagai zat lain (umumnya yang berupa gas), maka udara yang berbau bukanlan udara yang murni lagi.

3. Tidak tercampur dengan benda asing

Udara  yang tercampur dengan benda- benda lainnya ini terkadang menimbulkan perubahan pada warna, bau dan rasa sehingga dapat kita ketahui, namun terkadang tidak menimbulkan apapun sehingga sulit untuk kita ketahui.

4. Terasa segar apabila kita hirup

Udara bersih kesegarannya masih tetap terjaga hingga bisa menenangkan pikiran kita dan mengalirkan oksigen murni pada tubuh kita.

4. Pembuangan Limbah

pembuangan limbah

Sumber : OLX.co.id

Limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan  dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya. Bentuk limbah tersebut dapat  berupa gas dan debu,cair atau padat. Di antara berbagai jenis limbah ini ada yang bersifat beracun atau berbahaya dan dikenal sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3).

a. Jenis Limbah

Jenis limbah

Sumber : id.kisspng.com

Berdasarkan wujud atau karakteristiknya, limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu (Kristanto, 2004) sebagai berikut:

  1. Limbah cair adalah limbah dalam wujud cair yang dihasilkan oleh kegiatan industri yang dibuang ke lingkungan dan diduga dapat mencemari lingkungan.
  2. Limbah gas dan partikel adalah limbah yang banyak dibuang ke udara. Gas/asap, partikulat, dan debu yang dikeluarkan oleh pabrik ke udara akan dibawa angin sehingga akan memperluas jangkauan pemaparannya. Partikel adalah butiran halus yang mungkin masih terlihat oleh mata telanjang, seperti uap air, debu, asap, fume dan kabut.
  3. Limbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur, dan bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan. Limbah ini dapat dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu limbah padat yang dapat didaur-ulang (misalnya plastik, tekstil, potongan logam) dan limbah padat yang tidak memiliki nilai ekonomis.

Berdasarkan sumbernya, limbah dapat dibagi menjadi lima jenis, yaitu sebagai berikut (Zulkifli, 2014):

  1. Limbah domestik atau rumah tangga adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk atau rumah tangga dan kegiatan usaha seperti pasar, restoran, gedung perkantoran dan sebagainya.
  2. Limbah industri adalah merupakan sisa atau buangan dari hasil proses industri.
  3. Limbah pertanian adalah limbah pertanian yang berasal dari daerah atau kegiatan pertanian maupun perkebunan.
  4. Limbah pertambangan adalah limbah pertambangan yang berasal dari kegiatan pertambangan.
  5. Limbah pariwisata adalah limbah limbah yang berasal dari sarana transportasi yang membuang limbahnya.
  6. Limbah medis adalah limbah yang berasal dari dunia kesehatan atau limbah medis mirip dengan sampah domestik pada umumnya.

b. Pengolahan Limbah

1.Pengolahan Limbah Padat

pengolahan limbah padat

Sumber : percobaansainssederhanablogspot

  • Penimbunan terbuka

Solusi atau pengolahan pertama yang bisa dilakukan pada limbah padat adalah penimbunan terbuka. Limbah padat dibagi menjadi organik dan juga non organik. Limbah padat organik akan lebih baik ditimbun, karena akan diuraikan oleh organisme- organisme pengurai sehingga akan membuat tanah menjadi lebih subur

  • Sanitary landfill

Sanitary landfill ini menggunakan lubang yang sudah dilapisi tanah liat dan juga plastik untuk mencegah pembesaran di tanah dan gas metana yang terbentuk dapat digunakan untuk menghasilkan listrik.

  • Insenerasi

Alat  yang digunakan untuk membakar sampah secara terkendali pada suhu tinggi. Insenerator efisien karena sanggup mengurangi volume sampah hingga 80 %.

  • Membuat kompos

Limbah  padat yang bersifat organik akan lebih bermanfaat apabila dibuat menjadi kompos. Kompos ini bisa dijadikan sebagai usaha masyarakat yang sangat bermanfaat bagi banyak orang.

  • Daur ulang

Limbah padat yang bersifat non organik bisa dipilah- pilah kembali. Limbah padat yang masih bisa diproses kembali bisa di daur ulang menjadi barang yang baru atau dibuat barang lain yang bermanfaat atau bernilai jual tinggi. sebagai contoh adalah kerajinan dari barang- barang bekas.

2. Pengolahan Limbah Cair

pengolahan limbah cair

Sumber : Slideplayer.info

  • Pengolahan primer dengan proses penyaringan, pengolahan awal, pengendapan dan pengapungan. Pengolahan ini efektif untuk polutan minyak dan juga lemak.
  • Pengolahan sekunder, menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan bahan.
  • Pengolahan tersier yang bersifat khusus
  • Desinfeksi
  • Slude treatment atau pengolahan lumpur.

3. Pengolahan Limbah Gas

  • Mengontrol emisi gas buang
  • Menghilangkan materi partikulat dari udara pembuangan
  • Pengolahan limbah B3

Peran dan konstribusi masyarakat dalam merawat lingkungan disekitar rumah sangat penting. Hal ini ditunjukkan dengan selalu terlibat dengan perencanaan pelaksanaan kegiatan sanitasi lingkungan.

Kesehatan Lingkungan sangat penting untuk selalu kita perhatikan sebagai manusia. Karena kesehatan manusia juga sangat tergantung akan bagaimana kondisi lingkungan dimana manusia tersebut tinggal.

Untuk itu tugas kita harus menerapkan, mengajari atau membiasakan untuk menjaga kebersihan lingkungan agar sanitasi lingkungan berjalan maksimal. Sanitasi lingkungan yang maksimal akan berdampak terhadap diri sendiri dan generasi kita.

Manfaat Sanitasi Lingkungan

1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Sanitasi lingkungan yang kurang maksimal menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Penyakit yang kian bertambah, banjir karena aliran sungai yang tersumbat dapat mengurangi efesiensi anggaran.

2. Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Sanitasi lingkungan yang baik dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, kualitas pendidikan yang baik serta hal ini berdampak baik bagi produktivitas masyarakat. Sehingga secara tidak langsung berpotensi menaikkan pendapatan masyarakat.

3. Menjaga Lingkungan Hidup

Lingkungan alam sekitar akan lebih sehat dan baik , jika pengelolaan sanitasi lingkungan juga baik.

    Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.