Jenis Jenis Simbol B3 dan Penjelasannya yang Wajib Kamu Ketahui

Semua pekerjaan pasti memiliki resiko yang berbeda-beda, terlebih lagi para pekerja lab atau pabrik bahan kimia. Untuk anda yang mungkin bekerja dengan bahan kimia berbahaya ini harus hati-hati dan memahami betul mengenai macam macam simbol B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Bahan kimia berbahaya dan beracun yang sering disebut dengan B3 ini merupakan suatu zat yang memiliki sifat, konsentrasi atau jumlah baik secara langsung dan tidak langsung bisa mencemarkan lingkungan. Selain itu, B3 juga sangat berbahaya dan beracun serta dapat membahayakan kelangsungan makhluk hidup.

Untuk itu, dalam penanganan B3 harus dilakukan dengan benar dan tepat. Sehingga B3 tidak akan mencemari lingkungan dan tidak akan membahayakan ekosistem saat dibuang dengan cara yang benar.

Jenis Jenis Simbol B3

Nah, untuk lebih jelasnya mengenai simbol B3 yuk, simak ulasannya berikut ini.

Jenis-Jenis Simbol Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun (B3) :

1. Klasifikasi Bersifat Mudah Meledak (Explosive)

simbol mudah meledakLambang bahan kimia berbahaya yang satu ini memiliki warna dasar putih dengan garis tepi berwarna merah. Simbol ini bentuknya berupa gambar bom yang sedang meledak berwarna hitam. Simbol ini menunjukan suatu bahan kimia yang berada pada suhu standar yaitu 25⁰C, 760 mmHg.

Bahan kimia yang memiliki simbol seperti ini bisa meledak dan menimbulkan kebakaran melalui reaksi kimia atau fisika, yang menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi dengan cepat dan bisa merusak lingkungan disekitarnya.

2. Klasifikasi Bersifat Oksidasi

simbol oksidasiSimbol bahan kimia yang satu ini memiliki warna dasar putih dengan garis tepi berwarna merah. Gambar simbol ini berupa bola api berwarna hitam yang sedang menyala. Simbol yang terdapat pada bahan kimia ini menunjukan bahwa bahan tersebut dapat melepaskan banyak panas atau menimbulkan api.

Hal tersebut bisa terjadi apabila bahan yang memiliki simbol oxidizing akan mudah bereaksi ketika dicampur dengan bahan kimia yang lain. Terutama jika dicampur dengan bahan kimia yang memiliki sifat mudah terbakar meski dalam keadaan hampa udara.

Contoh bahan kimia dengan simbol oxidizing adalah KClO₃ dan Amonium Nitrat. Dengan demikian apabila Anda menjumpai bahan tersebut jangan pernah mencampurkannya dengan bahan kimia lain yang memiliki sifat mudah terbakar.

3. Klasifikasi Bersifat Toxic

simbol beracunLambang bahan kimia yang satu ini memiliki warna dasar putih dengan garis tepi tebal berwarna merah. Simbolnya berupa gambar tengkorak dan tulang bersilang. Simbol yang seperti ini menunjukan bahwa suatu bahan tersebut memiliki karakteristik seperti.

  • Sifat berbahaya toksitas akut
  • Sifat racun bagi manusia.

Sifat beracun ini bisa mengakibatkan keracunan dan sakit yang cukup serius apabila masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung dengan kulit, tertelan dan melalui saluran pernafasan. Penentuan tingkat sifat racun ini bisa diketahui melalui uji LD50.

4. Klasifikasi Bersifat Berbahaya

simbol berbahayaSimbol yang satu ini memiliki warna dasar berwarna putih dengan garis tepi tebal berwarna merah. Simbol ini berupa gambar silang berwarna hitam. Lambang yang terdapat dalam bahan kimia ini menunjukan bahwa bahan kimia tersebut berupa cairan, padatan atau gas, yang apabila terjadi kontak langsung dengan manusia bisa menyebabkan bahaya terhadap kesehatan.

Bahkan dapat membuat kesehatan manusia berada dalam tingkat yang lebih tinggi.

5. Klasifikasi Bersifat Flammable

simbol flammableSimbol B3 yang satu ini memiliki warna dasar putih yang dilengkapi dengan garis tepi berwarna merah dan gambar yang berbentuk nyala api berwarna hitam dan putih. Simbol ini menunjukan karakteristik bahan kimia seperti berikut.

  • Padatan yang mudah terbakar karena terjadi kontak langsung dengan sumber nyala api
  • Bisa menjadi panas atau peningkatan suhu dan mudah terbakar karena terjadi kontak langsung dengan udara pada temperatur ambien
  • Gas yang mudah terbakar pada suhu dan tekanan normal
  • Cairan atau padatan yang memiliki titik nyala di bawah 0⁰C dan titik didih lebih rendah atau setara dengan 35⁰C
  • Bisa mengeluarkan gas yang sangat mudah terbakar dalam jumlah banyak, dan berbahaya jika dicampur dengan air atau udara yang lembab
  • Peroksida organik
  • Padatan atau cairan piroforik
  • Aerosol yang mudah menyala
  • Padatan atau cairan yang memiliki titik nyala 0⁰C hingga 21⁰C
  • Cairan yang mengandung alkohol kurang dari 24% volume, memiliki titik nyala tidak lebih dari 60⁰C dan akan menyala apabila terjadi kontak langsung dengan api.
  • Padatan yang berada pada temperatur dan tekanan standar yaitu 25⁰C dan 760 mmHg. Bahan tersebut bisa menyebabkan terjadinya kebakaran melalui gesekan, penyerapan uap air atau pun perubahan kimia secara spontan. Apabila terbakar bisa menyebabkan kebakaran yang terjadi secara terus menerus selama 10 detik.

6. Klasifikasi Bersifat Korosif

simbol korosifUntuk simbol bahan kimia yang satu ini memiliki warna dasar putih dengan garis api berwarna merah dan berukuran tebal. Simbol tersebut dilengkapi dengan gambar yang terdiri dari 2 gambar.

Yaitu gambar benda yang sedang tertetesi cairan korosif. Simbol yang terdapat dalam bahan kimia yang satu ini menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut memiliki karakteristik seperti di bawah ini.

  • Bisa menyebabkan proses pengkaratan pada lempeng baja SAE 1020 dengan laju korosi > 6,35 mm/tahun dengan temperatur pengujian 55⁰C
  • Memiliki pH sama atau kurang dari 2 untuk B3 bersifat asam dan memiliki pH yang sama atau lebih besar dari 12,5 untuk B3 yang bersifat basa
  • Bisa menyebabkan iritasi atau terbakar pada kulit.

7. Klasifikasi Bersifat Iritasi

simbol iritasiSimbol B3 yang bersifat iritasi digambarkan dengan tanda seru yang berwarna hitam yang memiliki background warna putih dengan garis tepi tebal yang berwarna merah.

Simbol iritasi ini menampilkan suatu bahan yang memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Zat padat maupun cair bisa mengakibatkan adanya iritasi atau peradangan bila terjadi kontak secara langsung dan atau terus menerus dengan kulit.
  • Toksisitas sistemik pada organ target spesifik akibat paparan tunggal bisa membuat iritasi pernafasan, mengantuk serta pusing.
  • Sensitivitas pada kulit yang akan mengakibatkan reaksi alergi pada kulit
  • Iritasi atau kerusakan parah pada mata yang dapat mengakibatkan iritasi serius pada mata.

8. Klasifikasi Bersifat Karsinogenik, Teratogenik dan Mutagenik

simbol karsinogenikSimbol ini digambarkan berupa gambar kepala dan dada manusia yang berwarna hitam serta terdapat sebuah gambar pada dada tersebut yang menyerupai bintang segi enam berwarna putih.

Simbol ini menjelaskan paparan dalam jangka pendek, jangka panjang atau juga berulang. Bahan ini memiliki beberapa efek kesehatan sebagai berikut :

  • Karsinogenik yakni sifat yang menyebabkan sel kanker
  • Teratogenik yaitu sifat bahan yang bisa memberikan dampak negatif bagi pembentukan dan pertumbuhan embrio.
  • Mutagenik yaitu sifat bahan yang bisa merubah kromosom dan merubah genetika
  • Toksisitas sistemik terhadap organ sasaran spesifik
  • Toksisitas terhadap sistem reproduksi serta gangguan saluran pernafasan

9. Klasifikasi Berbahaya bagi Lingkungan Hidup

simbol lingkunganSimbol B3 yang satu ini memiliki warna dasar putih dengan garis tepi berwarna merah dan tebal, dan dilengkapi dengan simbol yang berupa gambar pohon dan media lingkungan berwarna hitam serta ikan yang berwarna putih.

Bahan kimia yang memiliki simbol seperti ini menyatakan bahwa bahan tersebut bisa menimbulkan kerusakan lingkungan. Selain itu, bahan tersebut juga dapat merusak lapisan ozon seperti CFC.

10. Klasifikasi Bersifat Bahaya Lain berupa Gas Bertekanan

simbol gas bertekananBahan ini disimbolkan berupa gambar tabung gas silinder yang berwarna hitam dan memiliki latar belakang berwarna putih dengan garis tepi tebal merah. Simbol ini menunjukkan akan bahaya gas bertekanan yakni bertekanan tinggi dan dapat meledak jika tabung tersebut dipanaskan atau terkena panas dan isinya dapat menyebabkan kebakaran.

Pengelolaan Limbah B3

pengelolaan limbah b3Limbah B3 harus diolah dengan baik dan benar. Hal tersebut dilakukan agar tidak mencemari lingkungan dan tidak membahayakan makhluk hidup. Pengelolaan B3 meliputi kegiatan menghasilkan, mengangkut, mengedarkan, menyimpan, menggunakan serta memproses bahan tersebut dengan aman bagi lingkungan dengan alat khusus.

Setelah bahan kimia tersebut sudah dinetralisir, limbahnya bisa dibuang pada saluran pembuangan. Dengan demikian limbah B3 ini tidak akan membuat ekosistem rusak.

Salah satu hal yang diperhatikan dalam pengelolaan B3 yakni pemberian simbol dan label. Dengan memberikan simbol dan label akan mengidentifikasi serta mengklasifikasi B3, yang dimana sangat berguna sebagai informasi penting dalam pengelolaannya.

Nah, berikut peraturan terkait pengelolaan B3 yang lebih lengkap.

  • Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001 tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun
  • Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 02 tahun 2007 tentang penggunaan sistem elektronik registrasi B3 dalam kerangka Indonesia National Single Window di kementerian lingkungan hidup
  • Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 03 tahun 2008 tentang tata cara pemberian simbol dan label B3.

Seperti itulah penjelasan mengenai simbol B3 yang bisa Anda pahami. Dengan memahami simbol tersebut bisa mengurangi tingkat kecelakaan kerja yang bisa kapan saja terjadi. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda yang bekerja dalam lab atau pabrik bahan kimia.

Untuk mengetahui zat kimia lebih lengkap ? baca tabel unsur kimia yang tidak kalah penting.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.