Syarat – Syarat Nikah : Secara Islam, KUA hingga Nikah Siri

Syarat Nikah Siri– Sebelum anda melangsungkan acara akad nikah, penting sekali bagi anda semua untuk mengetahui bagaimana syarat sah nikah di dalam Islam maupun KUA. Dengan memastikan segala sesuatu syarat sah nikah, maka anda dapat memantapkan hati dan mempersiapkan semua dokumen pelaksanaan akad nikah ke KUA. Lantas bagaimana juga dengan hukum, syarat , dan tata cara nikah siri ?

Syarat Sah Nikah dalam Islam

syarat sah nikah dalam Islam

carapdkt.net

Dalam sebuah pernikahan, akad nikah merupakan salah satu rukun nikah yang hukumnya wajib. Dengan akad nikah berarti pihak calon suami maupun pihak calon istri telah rela dan sepakat melangsungkan pernikahan serta bersedia mengikuti ketentuan-ketentuan agama yang berhubungan dengan semua aturan dalam berumah tangga.

Menurut Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqih Sunnah, akad nikah dalam syarat sah nikah dalam Islam adalah memenuhi empat syarat, antara lain :

  1. Pertama, kedua pihak yang melangsungkan akad nikah, baik wali maupun calon kedua mempelai, atau yang mewakili salah satu ataupun keduanya adalah orang yang sudah baligh (dewasa) dan sehat rohani (tamyiz). Apabila salah satu pihak masih belum dewasa atau gila, maka pernikahannya tidah sah.
  2. Kedua, melaksanakan ijab dan qabul dalam satu majelis. Artinya, saat mengucapkan ijab-qabul tidak boleh ditambahkan dengan kata-kata, kalimat atau perbuatan lain yang dapat memisahkan antara sighat ijab dan sighat qabul serta menghalangi peristiwa ijab qabul.
  3. Ketiga, pengucapan qabul tidak menyalahi ucapan ijab. Hal ini berarti pengucapan ijab dan qabul harus memiliki maksud dan tujuan yang sama, kecuali bila qabul-nya lebih baik dari ijab yang seharusnya, dan menunjukkan pernyataan persetujuan lebih tegas.
  4. Keempat, pelaksanaan ijab dan qabul harus dilakukan dengan lisan dan didengar oleh masing-masing pihak, baik wali, mempelai maupun saksi. Pernyataan kedua belah pihak harus dengan kalimat yang menyatakan terjadinya pelaksanaan akad nikah, meskipun terdapat kata yang tidak dapat dimengerti. Yang paling penting disini ialah maksud dan niat, bukan mengerti setiap kata yang dinyatakan dalam ijab dan qabul.

Syarat Nikah :

  • Beragama Islam
  • Calon Kedua Mempelai
  • Calon Kedua Mempelai bukan mahram
  • Mengenal wali yang sebenarnya bagi akad nikah
  • Tidak dalam ihram haji atau umrah
  • Dengan rela hati atau bukan paksaan
  • Mengetahui bahwa calon kedua mempelai yang hendak dinikahi adalah sah untuk dijadikan istri atau suami.
  • Bagi calon mempelai pria tidak memiliki empat orang istri yang sah

Syarat Nikah di KUA

Untuk mengajukan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) wajib ada dokumen persyaratan sebagai berikut :

  1. Surat Keterangan untuk Nikah (N1)

surat keterangan untuk nikahUntuk mengurus surat keterangan nikah, cukup pergi ke kantor desa atau kelurahan setempat. Ikuti semua prosedurnya hingga surat resmi keluar.

  1. Surat Keterangan Asal-Usul (N2)

surat keterangan asal usulSurat keterangan asal usul juga didapatkan melalui kantor desa setempat. Tujuan dari adanya surat ini adalah untuk menunjukkan segala informasi dasar tentang calon mempelai.

  1. Surat Persetujuan Mempelai (N3)

surat persetujuan mempelaiSurat persetujuan mempelai merupakan salah satu surat penting. Untuk itu jangan menunda-nunda untuk membuat surat ini beserta tanda tangan lengkap kedua calon mempelai.

  1. Surat Keterangan tentang Orang Tua (N4)

surat keterangan keterangan orang tuaSurat keterangan orang tua yang berisikan segalai informasi lengkap mengenai orang tua kedua calon mempelai. Isi identitas dengan jelas dan lengkap.

  1. Surat Pemberitahuan Kehendak Nikah (N7)

surat pemberitahuan kehendak nikahJika semua dokumen di atas sudah lengkap, maka langkah berikutnya adalah mengajukan surat pemberitahuan kehendak nikah kepada pegawai pencatat nikah (PPN) pada KUA kecamatan setempat. Dalam surai ini, anda wajib melengkapi semua data mengenai nama kedua calon mempelai, hari/tanggal dan tempat pelaksanaan nikah, hingga mahar.

Jika calon pengantin berhalangan, surat pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali/wakilnya.

  1. Bukti imunisasi TT (Tetanus Toxoid) I Calon Pengantin Wanita, Kartu Imunisasi dan Imunisasi TT II dari Puskesmas setempat.

surat keterangan imunisasi TTAnda bisa mendapatkan surat keterangan imunisasi ini dengan biaya sekitar Rp. 15000 rupiah.

  1. Membayar Biaya Pencatatan Nikah

mendaftar di kuaSiapkan uang mengurus biaya administrasi di KUA sebesar Rp. 300000 rupiah yang digunakan untuk biaya pencatatan pernikahan.

  1. Surat Izin Pengadilan apabila tidak ada izin dari orangtua / wali

Walaupun jarang sekali terjadi, namun ada juga yang menikah namun tidak mendapat izin orang tua/ wali. Untuk melangsungkan pernikahan, KUA mewajibkan surat izin dari pengadilan.

  1. Pas Foto berukuran 3 x 2 sebanyak 3 lembar

pas poto untuk syarat nikahSiapkan foto terbaik dan jelas, yang akan menjadi foto seumur hidup di dalam buku nikah.

  1. Dispensasi dari Pengadilan bagi Calon Suami yang belum berumur 19 tahun dan bagi Calon Istri yang belum berumur 16 tahun

surat permohonan dispensasi nikah mudah

  1. Khusus Bagi Anggota TNI/POLRI membawa surat izin dari atasan masing-masing

surat ijin atasan tniBagi yang bekerja di TNI ataupun POLRI, surat izin dari atas wajib disertakan di KUA.

  1. Surat Izin Pengadilan bagi suami yang hendak Poligamisurat permohonan ijin poligami
  2. Akta Cerai atau Kutipan Buku Pendaftaran Talak/Buku Pendaftaran Cerai, bagi anda yang telah bercerai sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989akta cerai
  3. Bagi Janda/Duda, siapkan surat keterangan tentang kematian suami/istri yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat berwenang.

surat keterangan kematian suami atau istri

Beberapa dokumen yang juga harus dilengkapi calon kedua mempelai dalam mengurusi surat nikah ke KUA , yaitu :

Bagi Calon Suami

  1. Pengantar RT RW dibawa ke kantor kelurahan setempat untuk mendapatkan isian blangko N1, N2, N3, dan N4.
  2. Datang ke KUA untuk mengurus Surat Pengantar/Rekomendasi Nikah ( jika calon istri beralamat lain daerah/Kecamatan).
  3. Jika calon istri satu daerah/Kecamatan, dokumen calon suami diserahkan ke pihak calon istri.

Lampiran

  • Fotokopi KTP
  • Akta Kelahiran dan C1 (Kartu KK)
  • Pas foto 3 x 4 = 2 lembar, jika calon istri luar daerah
  • Pas Foto 2 x 3 = 5 lembar, jika calon istri satu daerah/Kecamatan

 

Bagi Calon Istri

  1. Pengantar RT RW dibawa ke kantor kelurahan setempat untuk mendapatkan isian Blangko N1, N2, N3, dan N4.
  2. Datang ke KUA untuk mendaftarkan nikah dan pemeriksaan dokumen administrasi ( bersama Wali dan calon suami).
  3. Calon kedua mempelai mendapatkan penasihatan perkawinan dari BP4 sebelum pelaksanaan nikah.

Lampiran

  • Fotokopi KTP
  • Akta Kelahiran dan C1 ( Kartu KK0
  • Fotocopy Kartu Imunisasi TT
  • Pas Foto latar biru ukuran 2 x3 masing-masing 5 lembar
  • Akta Cerai dari PA bagi janda
  • Dispensasi Pengadilan Agama bila usia kurang dari 16 tahun
  • Izin atasan bagi TNI/POLRI
  • Surat keterangan kematian ayah (bila sudah meninggal)
  • Surat keterangan wali jika wali tidak satu alamat dari kelurahan setempat
  • Dispensasi Camat bila kurang dari 10 hari
  • N5 ( surati izin orang tua)
  • N6 ( surat kematian suami) bagi janda

 

Syarat Nikah Siri

syarat nikah siriDari segi bahasa, siri memiliki makna rahasia. Secara istilah, nikah siri adalah pernikahan yang dirahasiakan hanya dilakukan berdasarkan aturan agama dan tidak dicatat di Kantor Urusan Agama.

Sebagai informasi bahwa sebenarnya nikah siri bukanlah adat umat Islam. Pada jaman Rasulullah Shallallahu alaihi Wa sallam, beliau tidak pernah mecontohkan nikah siri. Namun sebaliknya, Beliau justru menganjurkan agar pernikahan dibuat perayaan dengan tujuan memperkenalkan kedua mempelai kepada masyarakat.

Nikah siri memang sesuai dengan syariat Islam, namun hukumnya bisa menjadi haram jika nikah siri mendatangkan mudharat atau kerugian pada salah satu pihak.

Berikut syarat nikah siri secara umum :

  • Beragama Islam
  • Calon Suami
  • Calon Istri
  • Wali Nikah ( Calon Mempelai Perempuan)
  • 2 Orang Saksi Nikah
  • Ijab Qabul

Syarat Nikah Siri Bagi Laki-laki

    1. Beragama Islam
    2. Tidak melakukan nikah siri dengan paksaan
    3. Tidak memiliki 4 orang istri
    4. Calon mempelai wanita yang akan dinikahi bukan mahramnya
    5. Pernikahan dilakukan bukan dalam masa ihram atau umrah

Syarat Nikah Siri bagi Perempuan

    1. Beragama Islam
    2. Telah mendapat izin nikah dari wali yang sah
    3. Calon mempelai perempuan bukanlah istri orang dan tidak dalam masa idah
    4. Calon suami yang akan menikahinya bukan mahram
    5. Pernikahan dilakukan dalam masa ihram atau umrah

Khusus bagi calon mempelai perempuan yang akan dinikah siri untuk menjadi istri kedua, ketiga ataupun keempat, hendaknya meminta mahar yang layak untuk hidupnya. Jangan hanya sekedar menyerahkan diri untuk dinikahi, namun juga mempertimbangkan faktor penunjang hidup untuk menjamin kelancaran, ketenangan serta kelangsungan ibadah kepada Allah SWT.

Hukum Nikah Siri

hukum nikah siri

mediaindonesia.com

Jika semua rukun dan syarat nikah siri telah terpenuhi, maka pernikahan tersebut dianggap sah secara Islam. Meski begitu, nikah siri tidaklah sah dimata hukum negara, karena pernikahan ini tidak tercatat di Kantor Urusan Agama.

Namun ada juga beberapa ulama yang menyatakan pendapatnya mengenai hukum nikah siri, yakni :

  • Ulama Fiqih

Sebagian besar pendapat ulama fiqih pernikahan yaitu bahwa hukum nikah siri tidak sah. Hal ini karena nikah siri tidak pernah dicontohkan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Dan resikonya bisa menimbulkan fitnah di dalam masyarakat.

  • Mahzab As Syafi’iyah

Berdasarkan mahzah Syafi’I, hukum nikah siri tidah sah. Nikah siri disinyalir akan mampu menyebabkan banyak mudarat dari sisi laki-laki maupun perempuan.

  • Khalifah Umar bin Khattab

Ketika era kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab, beliau pernah mengancam pasangan yang menikah siri dengan hukuman cambuk.

  • Mahzab Hambali

Mahzab Hambali memiliki pendapata yang berbeda. Para ulama mahzab hambali sepakat bahwa nikah siri yang dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam (memenuhi rukun nikah) maka hukumnya sah. Namun hukumnya lebih ke makruh.

Tata Cara Nikah Siri

Syarat sah nikah siri di mata agama yang paling penting adalah adanya izin dari wali calon mempelai perempuan yang sah, yaitu ayah kandung. Bila pernikahan siri ini dirahasiakan dari keluarga dan langsung menunjuk wali hakim, padahal wali nikah yang sah masih hidup maka pernikahan tersebut tidak sah.

Tata nikah siri sangat sederhana, selain izin dari wali nikah yang sah calon mempelai perempuan, selanjutnya antara lain :

  • Adanya 2 orang saksi nikah sesuai dengan ketentuan
  • Adanya mahar atau mas kawin
  • Datangi atau panggil pemuka agama untuk menjadi penghulu pernikahan dan melaksanakan ijab qabul.

Nikah Siri dalam Islam

Nikah Siri Tanpa ke KUA                = SAH

Nikah Siri Tanpa Wali                     = Tidak SAH

 

Demikianlah ulasan informasi mengenai syarat nikah lengkap. Sebelum menyelenggarakan hajat pernikahan, jangan lupa baca juga ulasan yang tak kalah penting mengenai MC pernikahan yang baik, bagaimana hitungan weton jawa, dan bulan baik  dalam Islam.

Tags:
  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.