Penjelasan dan Pengertian Taksonomi Bloom ( Lama dan Revisi)

Mendengar istilah Taksonomi Bloom mungkin sebagian dari anda ada yang masih merasa asing. Kecuali bagi mereka yang terjun dalam dunia pendidikan seperti tenaga pendidik, pengajar dan lain sebagainya.  Taksonomi bloom sendiri mengacu pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Untuk mengenal taksonomi bloom lebih dalam, berikut ulasan lengkap hingga berbagai kata kerja operasional taksonomi bloom.

Pengertian Taksonomi Bloom

Secara bahasa Taksonomi sendiri berasal dari kata tassein dan nomos. Keduanya merupakan bahasa Yunani yang memiliki makna tassein mengklasifikasi dan nomos berarti aturan. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  Taksonomi merupakan klasifikasi bidang ilmu: kaidah dan prinsip yang meliputi pengklasifikasian objek.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian Taksonomi Bloom adalah hierarkhi klasifikasi atas aturan atau prinsip dasar. Sedangkan taksonomi untuk tujuan pendidikan adalah pengklasifikasian terhadap tujuan pendidikan yang kemudian digunakan untuk merumuskan tujuan pembelajaran dan tujuan kurikulum.

Sejarah Singkat Taksonomi Bloom

sejarah taksonomi bloomTaksonomi Bloom sendiri mulai dipopulerkan oleh psikolog bidang pendidikan, Benjamin Samuel Bloom  yang tengah melakukan penelitian dalam kemampuan berpikir yang terjadi dalam proses pembelajaran. Sejarah taksonomi bloom ini berawal pada tahun 1950-an pada Konferensi Psikolog Amerika.

Setelah melalui perdebatan, penelitian dalam proses pengembangan kemampuan berpikir yang panjang. Akhirnya pada tahun 1956, Bloom bersama kawan-kawannya seperti Hill, Englehart, Furst dan KarthWohl menemukan kerangka konsep kemampuan berpikir yang pada akhirnya dikenal dengan nama Taksonomi Bloom.

Sehingga secara hierarki Taksonomi Bloom merupakan proses identifikasi kemampuan atau skills mulai dari tingkat paling bawah hingga paling tinggi. Tentunya untuk bisa mencapai tingkat paling tinggi sebelumnya harus mampu menyelesaikan level dibawahnya terlebih dahulu.

Taksonomi yang dikemukakan oleh Bloom ini memiliki tujuan pendidikan yang terbagi menjadi kognitif, afektif dan psikomotorik.  Kemudian oleh muridnya sendiri yang bernama KarthWohl dan Anderson, taksonomi bloom revisi. Revisi ini dilakukan agar sesuai dengan perkembangan zaman.

Tingkatan Taksonomi Bloom

tingkatan taksonomi bloomTujuan Pendidikan menurut Bloom  terbagi menjadi ke dalam 3 ranah. Tujuan pendidikan tersebut meliputi di bawah ini.

1.Ranah Kognitif

Tujuan kognitif menurut Bloom adalah merupakan ranah yang mencakup kegiatan mental (otak) atau mengandung segala perilaku yang menitikberatkan aspek intelektual. Dalam ranah ini meliputi 6 jenjang, antara lain adalah pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi.

  • Pengetahuan

Kemampuan untuk mengingat dan menjelaskan kembali akan materi yang telah dipelajari, seperti pengetahuan mengenai istilah, fakta khusus, konvensi, klasifikasi, kategori serta metodologi.

  • Pemahaman

Kemampuan untun memahami materi,instruksi maupun masalah kemudian menginterpretasikan dan menyatakan kembali dengan kata-kata sendiri. Contoh : merangkum dan menjelaskan kembali materi yang telah diajarkan.

  • Aplikasi ( penerapan)

Kemampuan menerapkan informasi dan pemahamannya dengan cara menggunakan konsepnya dalam praktek atau situasi yang nyata. Contoh : menggunakan pedoman/aturan dalam menghitung suatu rumus.

  • Analisis

Kemampuan menguraikan materi menjadi beberapa komponen untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas atas menjadi komponen yang jelas. Contoh : Menganalisa penyebab meningkatnya harga pokok penjualan dalam laporan keuangan dengan memisahkan komponen-komponennya.

  • Sintesis

Kemampuan merangkai dan menyusun kembali berbagai komponen untuk menghasilkan pemahaman dan hipotesis sendiri dengan memadukan berbagai ilmu dan pengetahuan. Contoh : menyusun kurikulum dengan mengintegrasikan pendapat dan materi dari beberapa sumber.

  • Evaluasi

Kemampuan menilai dan mengevaluasi manfaat sesuatu berdasarkan kriteria dan acuan yang jelas guna mendapatkan pengetahuan yang baru serta pemahaman yang lebih baik. Contoh : membandingkan hasil ujian siswa dengan kunci jawaban.

2. Ranah Afektif

Menurut Bloom ranah Afektif meliputi  segala sesuatu yang berkaitan dengan emosi. Hal ini meliputi nilai, perasaan, penghargaan, minat, semangat, sikap dan motivasi. Dalam ranah ini terbagi menjadi 5 kategori, yakni penerimaan, responsive, nilai yang dianut, organisasi, dan karakteristik.

  • Penerimaan

Kemampuan memperhatikan dan memberikan respon terhadap stimulasi yang tepat guna menunjukkan atensi dan penghargaan terhadap orang lain. Contoh : mendengarkan pendapat orang lain, mengingat nama seseorang.

  • Responsif

Kemampuan untuk turut serta berpartisipasi aktif dalam sebuah pembelajaran dan selalu termotivasi untuk segera bereaksi dan mengambil tindakan atas suatu kejadian. Contoh : berpartisipasi dalam diskusi dan presentasi di kelas.

  • Nilai yang dianut

Kemampuan menunjukkan suatu nilai  yang dianut untuk membedakan mana yang baik dan kurang baik terhadap suatu kejadian maupun objek. Dan kemudian nilai tersebut diekspresikan menjadi perilaku. Contoh : mengusulkan kegiatan bakti sosial sesuai dengan nilai yang berlaku.

  • Organisasi

Kemampuan dalam membentuk sebuah sistem nilai dan budaya organisasi dengan mengharmonisasikan perbedaan-perbedaan nilai. Contoh : mengakui keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam organisasi.

  • Karakterisasi

Kemampuan mengatur perilaku berdasarkan nilai yang dianut dan memperbaiki hubungan intrapersonal, interpersonal serta sosial. Contoh : Menunjukkan rasa yakin dan percaya diri ketika bekerja sendiri, dan bekerja sama dalam aktivitas kelompok.

3. Ranah Psikomotorik

Sementara untuk ranah Psikomotorik, menurut bloom meliputi koordinasi  jasmani dan gerakan, keterampilan motorik dan kemampuan fisik.  Ketrampilan ini bisa berkembang jika sering melakukannya. Dalam ranah ini dibagi ke dalam 4 kategori, yakni peniruan, manipulasi, ketetapan, artikulasi, pengalamiahan.

  • Peniruan

Kemampuan mengamati suatu gerakan untuk kemudian memberikan respons yang serupa dengan yang telah diamati.

  • Manipulasi

Kemampuan untuk mengembangkan ketrampilan dan penampilannya melalui latihan dengan mengikuti arahan, penampilan dan gerakan-gerakan pilihan.

  • Ketetapan

Kemampuan dalam melakukan ketrampilan dan penampilannya dengan kecermatan, roporsi dan kepastian yang lebih tinggi.

  • Artikulasi

Kemampuan dalam melakukan kemahirannya, dengan penekanan akan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan menyusun urutan yang tepat dan mencapai yang diharapkan atau konsistensi internal diantara gerakan-gerakan yang berbeda.

  • Pengalamiahan

Kemampuan dalam ketrampilannya dengan meminimalkan dalam mengeluarkan energi fisik maupun psikis. Tahap pengalamiahan sendiri merupakan tingkat kemampuan tertinggi dalam ranah psikomotorik.

Taksonomi Bloom Revisi ( Terbaru)

taksonomi bloom revisiPada tahun 1994, taksonomi bloom direvisi oleh muridnya sendiri yang bernama KarthWohl dan psikolog lainnya. Hal ini dilakukan agar sesuai dengan perkembangan zaman yang terjadi. Namun hasil revisi tersebut baru dipublikasikan pada tahun 2001. Revisi yang dilakukan hanya pada ranah kognitif, yaitu:

  1. Perubahan kata kunci yang berasal dari kata benda menjadi kata kerja pada setiap level taksonomi.
  2. Perubahan pada level hierarkis. Sedangkan urutan levelnya masih sama.
  • Pada level 1,knowledge diubah menjadi remembering (mengingat).
  • Pada level 2,comprehension dipertegas menjadi understanding (memahami).
  • Pada level 3,application diubah menjadi applying (menerapkan).
  • Pada level 4,analysis menjadi analyzing (menganalisis).
  • Pada level 5,synthesis dinaikkan levelnya menjadi level 6 tetapi dengan perubahan mendasar, yaitu creating (mencipta).
  • Pada level 6, Evaluation turun posisinya menjadi level 5, dengan sebutan evaluating (menilai).

Itu artinya, menurut Kartwohl, pada ranah kognitif terbagi menjadi 6 level atau kategori. Yaitu, remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating dan creating. Revisi yang dilakukan oleh KartWohl ini sering juga dikenal dengan istilah C1 sampai C6.

Kata Kerja Operasional Taksonomi Bloom

Berikut adalah kata kerja operasional taksonomi bloom yang lama maupun yang revisi (terbaru).

1.Ranah Kognitif

kata kerja operasional taksonomi bloom 1

kata kerja operasional taksonomi bloom ranah kognitif 2

kata kerja operasional taksonomi bloom ranah kognitif 3

2. Ranah Afektif

kata kerja operasional taksonomi bloom ranah afektif

3. Ranah Psikomotrik

kata kerja operasional taksonomi bloom ranah psikomotorik

Taksonomi Bloom revisi ini sering kali dipakai untuk merumuskan tujuan pembelajaran yang dilakukan di sekolah-sekolah. Taksonomi ini sering juga disebut dengan istilah C1 hingga C6. Sama dengan sebelum direvisi, tiga level pertama dalam taksonomi ini merupakan lower order thinking Skills. Sementara 3 level selanjutnya adalah higher order thinking Skill. Dari teori tersebut dapat diinterpretasikan secara logika adalah sebagai berikut:

  • Sebelum memahami sebuah konsep maka Anda harus mengingatnya terlebih dahulu.
  • Sebelum Anda menganalisa maka Anda harus menerapkannya terlebih dahulu
  • Sebelum Anda mengevaluasi maka Anda harus menganalisa terlebih dahulu
  • Sebelum Anda Mencipta maka Anda harus mengingat, mahami, mengaplikasikan, menganalisis dan mengevaluasi terlebih dahulu.

Nah itulah penjelasan mengenai taksonomi Bloom baik teori lama maupun yang sudah direvisi. Akan tetapi untuk teori bloom yang sudah direvisi ada juga yang melakukan kritikan terhadap teori tersebut. Bahwasanya tidak semua kegiatan harus dilewati secara berurutan. Proses pembelajaran bisa dimulai kapan saja dan dari tahap apa saja tergantung pada kreasi yang dimiliki oleh masing-masing orang. Dan setiap orang memiliki kreasi yang berbeda-beda.

Sejauh ini selama melakukan taksonomi bloom, ranah afektif dan juga psikomotorik masih belum mendapatkan perhatian secara khusus. Pasalnya untuk ranah afektif harus membutuhkan koordinasi fisik jasmani untuk bisa dipraktekkan. Sedangkan psikomotorik, etika masih menjadi salah satu hal yang sulit untuk diubah selama proses pembelajaran. Dengan dua alasan itulah KartWohl hanya terfokus pada ranah kognitif saja.

Nah itulah penjelasan lengkap mengenai taksonomi bloom. Mulai dari sejarah awal bermulanya hingga tingkatan, revisi serta kata kerja operasional taksonomi bloom.  Semoga dapat bermanfaat, dan memberikan dampak yang positif pada dunia pembelajaran.terutama di Indonesia.

Tags:
  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.