9 Contoh Tembang Dhandanggula beserta Penjelasannya (LENGKAP)

Salah satu tembang macapat yang kita perlajari bersama kali ini yaitu tembang Dhandanggula. Sebagai salah satu dari 11 tembang macapat, tentunya tembang ini juga memiliki watak , aturan dan makna yang terkandung dari tembang dhandanggula ini. Bagi kalian yang ingin mengerti dan mencari referensi mengenai tembang ini, simak sampai selesai yaaa.

Di artikel ini saya juga akan menyediakan berbagai contoh-contoh tembang dhandanggula dengan beberapa tema yang superlengkap.

Tembang Macapat Dhandanggula

Tembang Dhandanggula berasal dari kata “Gegedhangan” yang dalam bahasa jawa dapat diartikan sebagai cita-cita, harapan atau angan-angan. Sedangkan kata “gula” yang memiliki arti manis dan indah. Sehingga, dapat disimpulkan dhandanggula artinya berupa cita-cita dan harapan yang indah.

Selain mengandung arti cita-cita dan harapan yang indah, namun ada juga yang menafsirkan dhandanggula berasal dari kata “dhandang” yaitu burung gagak , yang mana sebagai perlambang duka. Sedangkan kata “gula” artinya manis, sehingga dhandanggula dapat disimpulkan juga sebagai suka duka dalam perjalanan hidup hingga mencapai cita-cita dan kebahagiaan.

Watak Tembang Dhandanggula

watak tembang dhandanggula

pixabay

Watak tembang macapat dhandanggula yaitu memiliki sifat dan karakter yang lebih universal, selain itu keluwesan disegala situasi untuk nasehat dan meresap di hati. Jadi tembang ini dapat digunakan untuk menyampaikan suatu pesan atau kisah pada suatu hal meski dalam situasi dan kondisi apa saja.

Tembang ini pantas sebagai pembuka suatu pembelajaran dan rasa cinta. Lambang pada tembang dhandanggula adalah kisah manusia yang sedang mengalami masa indah dan sejahtera.

Aturan Tembang Dhandanggula

aturan tembang dhandanggula

carakus.com

Tembang dhandanggula sendiri memiliki struktur dan aturan dalam pembuatannya. Berikut aturannya :

  1. Guru Gatra = 10 baris

Pada setiap bait tembang dhandanggula memiliki jumlah 10 larik/baris kalimat.

  1. Guru Wilangan = 10, 10, 8, 7, 9, 7, 6, 8, 12, 7

Pada setiap baris kalimat atau larik harus memiliki jumlah suku kata seperti di atas.

Jadi, baris kalimat pertama berjumlah 10 suku kata, larik kedua berjumlah 10 suku kata, larik kalimat ketiga berjumlah 8 suku kata, baris keempat memiliki jumlah 7 suku kata, dan seterusnya.

  1. Guru Lagu = i, a, e, u, i, a, u, a, i, a

Pada setiap akhir suku kata dari masing-masing larik kalimat harus memiliki huruf vokal i, a, e, u, i, a, u, a, i, a.

Contoh – contoh Tembang Dhandangula

Dhandanggula 1

contoh tembang dhandanggula 3

LDII Jaksel

Nanging yen sira ngguguru kaki

Amiliha manungsa kang nyata,

Ingkang becik martabate

Sarta kang wruh ing kukum,

Kang ngibadah lan kang ngirangi,

Sukur oleh wong tapa,

Ingkang wus amungkul,

Tan mikir pawewehing liyan,

Iku pantes sira guronana kaki,

Sartane kawruhana

Meski begitu, jika engkau hendak berguru,

Pilihlah seorang guru yang sepatutnya.

Yang baik dan tinggi martabatnya,

Serta memahami tentang hukum,

Dan juga rajin beribadah.

Syukur-syukur jika kau mendapatkan seorang pertapa,

Yang tekun dan sungguh-sungguh,

Yang tidak mengharapkan imbalan orang lain

Seperti itulah seorang yang pantas kau jadikan guru,

Serta ketahuilah.

Dhandanggula 2

Yogyanira kang para prajurit

Lamun bisa samiyo anuladha

Duk ing nguni caritane

Andelira sang Prabu

Sasrabau ing Maespati

Aran Patih Suwanda

Lelabuhanipun

Kang ginelung tri prakara

Guna kaya purun ingkang den antepi

Nuhoni trah utama

Sudah sepantasnya para prajurit

Hendaknya dapat meniru

Seperti cerita pada zaman dahulu,

Kepercayaan Sang Prabu,

Sasrabau di Maespati

Yang bernama Patih Suwondo.

Kebaikannya

Yang diselaputi oleh tiga perkara

Berguna dan dapat dipegang teguh

Meniru keluarga utama

Dhanganggula 3

Langkung ana jamane narpati,

Nora nana pan ingkang nanggulang,

Wong desa iku wadale,

Kang duwe pajek sewu,

Pan sinuda dening narpati,

Mung metu satus dinar,

Mangkana winuwus

Jamanira pan pinetang

Apan sewu wolungatus anenggih,

Ratune nuli sima

Lebih aman dan tentram zamannya raja.

Tidak ada yang menghalangi

Rakyat di desa itu biasanya,

Yang memiliki pajak seribu,

Lantas dikurangi oleh Sang Prabu,

Hanya membayar seratus dinar.

Begitulah akhirnya,

Zamannya tidak ada hitungan,

Hanya seribu delapan ratus nilainya,

Raja yang akhirnya hilang.

Dhandanggula 4

contoh tembang dhandanggula

carakus.com

Hang tekan kadhatone sami,

Nuli rusak iya nungsa Jawa,

Nora karuwan tatane,

Pra nayaka sadarum

Miwah manca negara sami

Pada sowang-sowangan

Mangkana Winuwua

Mangka Allahu tangala

Anjenengkan Sang Ratu Asmara kingkin,

Bagus maksih taruna

Hilanglah sampai kerajaan semua,

Kemudian rusak dikarenakan orang Jawa

Kacau balau tatanannya,

Para abdi dalem semua

Dan juga negara-negara tetangga

Saling bersilaturahmi.

Seperti itulah ceritanya,

Kemudian Allah SWT

Memberikan nama Sang Ratu Asmara Kingkin

Cakap dan masih muda

Dhandanggula 5

Iku mulih jenenge Narpati

Wadya punggawa sujud sadaya

Tur padha rena prentahe

Kadhatone winuwus,

Ing Kediri ingkang satunggil

Kang siji tanah Ngarab,

Kartajamanipun,

Duk samana pan pinetang

Apan semu lwih sangang atus anenggih

Negaranira rengka

Nama raja telah kembali baik

Para prajurit dan punggawa bersujud semua

Juga pada senang perintahnya,

Kerajaannya sudah ada.

Di Kediri ada satu,

Yang satunya berada di tanah Arab.

Aman jamannya,

Pada waktu itu telah  dihitung

Tahun seribu sembilan ratus

Negaranya pecah.

Dhandanggula 6

contoh tembang dhandanggula 1

bisakali.net

Wus ndilalah kersaning Hyang Widhi,

Ratu Peranggi anulya prapta,

Wadya tambuh wilangane,

Prawirane kalangkung,

Para ratu kalah ngajurit,

Tan ana kang nanggulang,

Tanah Jawa gempur

Wus Jumeneng tanah Jawa

Ratu Prenggibet budi kras anglangkungi

Tetep neng tanah Jawa

Sudah menjadi kehendak Allah SWT

Ratu Parenggi segera datang,

Jumlah pasukkannya bertambah,

Sehingga kekuatannya berlebih.

Para raja kalah berperang,

Tidak ada yang menghalangi

Tanah Jawa digempur

Telah bernama tanah Jawa,

Raja Prenggi menjadi raja sangat keras melebihi,

Tetap di Tanah Jawa.

Dhandanggula 7

Enengena Sang Nateng Parenggi

Prabu ing Rumingkang ginupita,

Lagya siniwi wadyane,

Kya Patih munggweng ngayun,

Angandika Sri Narpati

“Heh Patih ingsun myarsa

Tanah Jawa iku,

Ing mangke ratune sima

Iya perang klawan Ratu Parenggi

Tan ana kang nanggulang”

Kekananlah Sang Ratu Parenggi,

Prabu Rum yang dihadapi,

Baru dihadapi pasukannya.

Ki Patih memiliki keinginan,

Sang Raja berkatakalah,

“Hei, Patih saya telah mendengar,

Tanah Jawa itu

Nantinya rajanya sima,

Iya perang melawan Ratu Parenggi,

Dan Tidak ada yang menghalangi.”

Dhandanggula 8

Kinalangan kekuwung awengi,

Lir wewengkon bale mandhakiya

Pasewakaning pamase

Jroning kalang kadulu

Kang sumewa marek  neng ngarsi

Mung punggawa sajuga

Karya panjer surup

Pra mukyaning taranggana

Kang sawega rumeksa pringganing ratri

Ngayomi ayuning rad

Dhandanggula 9 Tema Lingkungan

contoh tembang dhandanggula 2

carakus.com

Ayo kanca, pada resik-resik

Aja mung turan turon lan dolan

Becike da nyambut gawe

Rewang kanthi mituhu

Dadi siswa siswi kang apik

Sukur bisa nang desa

Dadi tambah makmur

Yen pada ngrawat lingkungan

Apa wae katon sehat sarta apik

Bisa njaganing jagat

Ayolah teman, saling menjaga kebersihan

Jangan hanya tidur dan main-main

Lebih baik bekerja keras

Atau membantu dengan taat

Menjadi siswa siswi yang baik

Syukur kalau bisa untuk desa

Menjadi tambah makmur

Jika semua saling menjaga lingkungan

Semua dapat menjadi sehat dan sejahtera

Bisa menjaga bumi

 

Makna Tembang Dhandanggula

makna tembang dhandanggulaDhandanggula memiliki makna suatu harapan yang baik, maka dari itu tembang ini menggunakan metrum yang isinya manis seperti gula.

Berisikan tentang kebahagiaan yang diperoleh setelah sepasang manusia dapat melewati proses suka duka dalam menjalin kehidupan rumah tangga sehingga akan menggapai cita-citanya, kecukupan sandang, pangan serta papan.

Serta gambaran dari sebuah kehidupan yang telah mencapai tahap kemapanan sosial, kesejahteraan, serta kecukupan akan sandang, pangan serta papan Nah, seseorang yang sedang menemukan kebahagiaan dapat diibaratkan lagunya dhandanggula.

Sebagai manusia janganlah terlalu berambisi akan dunia. Karena ambisi adalah sumber penderitaan. Hidup bahagia itu kuncinya terletak pada rasa syukur dan senantiasa berterima kasih atas rezeki yang dianugerahkan oleh Allah SWT.

Baca juga penjelasan tembang macapat dan tembang sinom secara lengkap.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.