10 Contoh Tembang Pangkur dengan Penjelasannya

Salah satu tembang macapat yang akan saya bahas pada artikel ini adalah tembang pangkur. Dalam semua tembang macapat selalu terdapat makna dan pesan yang menyinggung atau menggambarkan sebuah kehidupan bermasyarakat. Dari ke 11 tembang macapat yang paling menonjol salah satunya ialah Tembang Pangkur. Tembang ini juga menyimpan makna yang sangat mendalam.

Lalu apakah itu tembang Pangkur ? dan seperti apa contoh tembang pangkur serta Makna tembang pangkur. Semua akan saya sajikan secara lengkap sehingga dapat menambah pengetahuan anda mengenai salah satu budaya jawa.

Tembang  Macapat Pangkur

tembang macapat pangkur

Sumber : yogaformodernage.com

Pangkur berasal dari kata mundur/ mungkur  yang memiliki arti pergi, meninggalkan atau mengundurkan diri. Tembang pangkur dapat diartikan menggambarkan seorang manusia memiliki fase yaitu saat-saat dimana dia akan mundur dari kehidupan duniawi dan beralih ke kehidupan jiwa atau kehidupan spiritual.

Tembang pangkur juga dapat ditafsirkan sebagai manusia yang menyingkirkan hawa nafsu duniawi, atau nagsu negative yang menyatu dengan jiwa manusia dan mencoba untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Pada tembang macapat pangkur ini, manusia perlahan-lahan mulai menyadari bahwa ada sebagian organ diri yang pelan-pelan mulai rapuh, bahkan tidak  berfungsi. Ketika seseorang mendapati sesuatu yang buruk hendaknya pergi menjauhi dan meninggalkan yang buruk lalu mencari  jalan yang baik dan benar.

Watak Tembang Pangkur

tembang pangkur

Sumber : sojo.net

Watak tembang pangkur menggambarkan sebuah karakter yang gagah, kuat, perkasa dan ketulusan hati yang besar serta tidak memiliki keraguan dalam mengajak seseorang untuk merubah masa lalunya.

Tembang macapat pangkur banyak digunakan pada tembang-tembang yang bernuansa pinutur ( nasehat), pertemanan, dan cinta. Baik rasa cinta kepada Allah, orangtua, pendamping hidup, anak ataupun alam semesta.

Pangkur ini sendiri juga digunakan kepada orang awam, para pahlawan untuk mengenang masa lalu terdahulunya, sehingga termotivasi mengubah masa depan yang lebih cerah serta kembali ke jalan yang lebih benar.

Aturan Tembang Pangkur

aturan tembang pangkur

Sumber : Dewisundari.com

  1. Guru Gatra = 8

Tembang pangkur memiliki 8 baris kalimat atau larik pada setiap bait.

  1. Guru Wilangan = 8, 11, 8, 7, 12, 8, 8.

Yang berarti barisan atau larik kalimat pertama memiliki jumlah 8 suku kata, baris kalimat kedua memiliki jumlah 11 suku kata, baris kalimat ketiga memiliki jumlah 8 suku kata, baris keempat memiliki jumlah 7 suku kata dan seterusnya.

  1. Guru Lagu = a, i, u, a, u, a, i

Artinya pada baris atau larik kalimat pertama tembang pangkur berakhir dengan huruf vokal a, baris atau larik kalimat kedua berakhir dengan huruf vokal i, baris atau larik kalimat ketiga berakhir dengan huruf vokal u, dan seterusnya.

Contoh Tembang Macapat Pangkur

Pangkur 1

contoh tembang pangkur

Sumber : islamidia.com

Mingkar-mingkuring ukara

Akarana karenan mardi siwi

Sinawung resmining kidung

Sinuba sinukarta

Mrih kretarta pakartining ilmu luhung

Kang tumrap ing tanah Jawa

Agama ageming aji

Membolak-balikkan perkataan

Karena hendak mendidik anak

Tersirat dalam indahnya sebuah tembang

Dihias dengan penuh warna

Agar menjiwai hakikat ilmu yang luhur

Yang berada di tanah Jawa/Nusantara

Agama ialah pakaian diri

 

Pangkur 2

Jinejer ing Wedhatama

Mrih tan kemba kembenganing pambudi

Mangka nadyan tuwa pikun

Yen tan mikani rasa

Yekti sepi sepa lir sepah asamun

Samasane pakumpulan

Gonyak-ganyuk nglelingsemi

Tersaji di dalam serat Wedhatama

Agar jangan fakir budi pekerti

Padahal meskipun tua dan pikun

Bila tidak memahami rasa

Tentu sangat kosong serta hambar seperti ampas buangan

Ketika dalam sebuah perkumpulan

Terlihat bodoh dan memalukan

Pangkur 3

Si pengung nora nglegewa,

Sangsayarda denira cacariwis

Ngandhar-andhar angendukur,

Kandhane ora kaprah,

Saya elok alangka longkangipun

Si wasis waskitha ngalah

Ngalingi marang sipingging

Si bodoh tidak menyadari

Semakin menjadi-jadi dalam membual

Bicarannya ngelantur kesana kemari

Ucapannya salah kaprah

Semakin sombong bicara tanpa jeda

Si bijak pasti mengalah

Menutupi ulah si bodoh

 

Pangkur 4

contoh tembang pangkur

Sumber : Islamidia.com

Nggugu karsane priyangga,

Nora nganggo peparah lamun angling,

Lumuh ingaran balilu,

Uger guru aleman,

Nanging janma ingkang wus waspadeng semu,

Sinamun samudana,

Sesadoning adu manis.

Menuruti hawa nafsu sendiri.

Tanpa ada manfaat jika berbicara.

Tidak mau dikatakan bodoh.

Seolah-olah pandai agar dipuji

Namun manusia yang telah mengetahui akan gelagatnya

Malah merendahkan diri

Menanggapi semuanya dengan baik.

Pangkur 5

tembang macapat pangkur

Sumber : pixabay.com

Mangkono ilmu kang nyata,

Sanyatane mung we reseping ati,

Bungah ingaran cubluk,

Sukeng tyas yen den ina

Nora kaya si punggung anggung gumunggung,

Ugungan sadina dina,

Aja mangkono wong urip

Seperti itulah ilmu yang baik dan benar.

Hakikatnya hanya untuk menentramkan hati.

Senang jika dianggap bodoh

Hati yang bahagia jika dihina

Tidak seperti di bodoh yang haus akan pujian

Ingin dipuji setiap hari

Janganlah seperti itu sebagai manusia

Pangkur 6

Uripe sapisan rusak,

Nora mulur nalare ting saluwir,

Kadi ta guwa kang sirung,

Sinerang ing maruta,

Gumarenggeng anggereng anggung gumrunggung

Pindha padhane si mudha

Prandene paksa kumaki

Kehidupannya yang telah rusak.

Tidak berkembang akalnya juga berantakan.

Layaknya gua yang gelap dan angker.

Diterjang oleh angin.

Bergemuruh bergema tanpa ada makna.

Begitulah anak muda yang kurang ilmu.

Namun sangat angkuh

Pangkur 7

Kalamun ana manugsa

Anyinggahi dugi lawan prayogi

Iku watake tan patut

Awor lawan wong kathah

Wong degsura ndaludur tan wruh ing edur

Aja sira pedhak-pedhak

Nora wurung neniwasi

Jika ada manusia

Yang melupakan pertimbangan nalar

Itu sifat yang tidak patut.

Untuk berbaur dengan orang banyak.

Orang yang tak mengerti adat.

Janganlah kau dekati

Karena menuruti kemauannya sendiri.

Pangkur 8

contoh tembang pangkur

Sumber : detak.co

Mapan watake manungsa

Pan ketemu ing laku lawan linggih

Solah muna-muninipun

Pan dadi panengeran ingkang

Kang pinter kang bodho miwah kang luhur

Kang sugih lan kang melarat

Tanapi manusia singgih

Ciri perilaku manusia itu

Terlihat dari bagaimana caranya dia berjalan dan duduk

Tindak tanduk berbicara

Meskipun orang tersebut

Pandai ataupun bodoh

Berderajat tinggi ataupun rendah, kaya atau miskin

Dan atau manusia baik

Pangkur 9

contoh tembang pangkur

Sumber : saulofjakarta.com

Masa mengko mapan arang

Kang ketemu ing basa kang basuki

Ingkang lumrah wong puniku

Dhengki srei lan dora

Iren meren dahwen pinasten kumingsun

Opene nora prasaja

Jail mutakil bakiwit

Jaman sekarang sangat sulit sekali.

Menemukan orang yang berperilaku baik.

Kebanyakan orang sekarang itu.

Iri dengki, serakah dan pembohong.

Sombong dan suka mencela orang lain

Jarang sekali ada kejujuran

Banyak terjadi kecurangan

Pangkur 10

Alaning liyan den andhar

Ing becike liyan dipunsimpeni

Becike dhewe ginunggung

Kinarya pasamuan

Nora ngrasa alane dhewe ngendhukur

Wong mangkono wateknya

Nora kena denpedhaki

Kejelekan orang lain disebarluaskan

Sementara kebaikan orang lain disembunyikan

Kebaikan diri-sendiri disanjung sanjung

Dan dibicarakan depan orang umum

Tidak merasa keburukannya bertumpuk

Orang yang mempunyai sifat seperti itu

Tidak layak untuk kau dekati

Makna Tembang Pangkur

makna tembang pangkur

Sumber : mirrormirrormusic.com

Banyak yang mengartikan tembang macapat pangkur merupakan tembang Jawa yang menggambarkan tentang seseorang yang sudah menginjak usia senja, dimana orang tersebut mulai mungkur dan meninggalkan diri dari hal-hal keduniawian.

Pesan yang tersirat dari tembang pangkur sendiri, mempersembahkan kepada mereka yang telah berniat dengan tulus tentang semua yang dulu pernah dikerjakan dan bersiap untuk meninggalkan sifat angkara murka serta berusaha mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Dalam serat Wedhatama, tembang ini memberi gambaran akan pentingnya manusia untuk selalu belajar agar dapat menguasai ilmu yang luhur. Yang dimaksud dengan ilmu yang luhur yaitu manusia harus mampu mengelola emosi, sikap, mampu membawa diri, dan memiliki kesadaran tinggi atas dirinya dengan lingkungan dan Tuhannya.

Tidak heran jika banyak sekali tembang macapat pangkur yang berisikan nasehat-nasehat pada generasi muda.

Baca juga pembahasan lengkap mengenai Tembang Macapat dan juga Tembang Gambuh.

  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.