Ragam

Tembang Pocung : Penjelasan Lengkap dengan Berbagai Contoh

Tembang pocung merupakan salah satu dari 11 Tembang Macapat (puisi jawa) yang sangat sederhana sekali. Pocung biasanya disebut juga dengan Pucung. Tembang...

Written by dawan setiawan · 6 min read >
tembang pocung

Tembang pocung merupakan salah satu dari 11 Tembang Macapat (puisi jawa) yang sangat sederhana sekali. Pocung biasanya disebut juga dengan Pucung. Tembang Pocung memiliki beberapa tema dan artinya, misalnya tembang pocung tema pendidikan. Selain itu ditambah lagi dengan watak tembang pocung yang membuat tembang pocung bermakna sangat luhur.

Tembang Macapat secara etimologi dapat diartikan dengan Maca Papat-Papat (Jawa) atau dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan dengan membaca empat-empat. Tembang macapat disajikan dalam beberapa jenis tembang, dimana masing-masing tembang tersebut dibedakan dengan aturan-aturan yang membentuk guru lagu dan guru wilangan.

Tembang Macapat Pocung

Pocung atau pucung merupakan tembang macapat yang biasanya digunakan untuk mengingat pada kematian, karena dekat dengan kata “Pocong” yang mana akan dibungkus kain kafan atau dipocong sebelum dikebumikan. Tembang pucung juga memiliki arti woh-wohan atau dalam bahasa Indonesia berarti buah-buahan yang memberi kesegaran.

Watak Tembang Pocung

tembang macapat pocung
Sumber : synaoo.com

Watak merupakan sifat lirik-lirik yang menyertai setiap tembang macapat, kadang bisa sedih, bisa gembira, senang dan sebagainya.

Ucapan cung dalam kata pocung cenderung mengarah pada hal-hal yang bersifat lucu, yang dapat menimbulkan kesegaran, misal kucung dan kacung. Tembang pucung ini sering digunakan untuk menceritakan lelucon dan berbagai nasehat.

Sehingga tembang pucung ini memiliki watak jenaka, berisi tebak-tebakan, dan hal-hal yang lucu lainnya dalam suasana santai.

Aturan Tembang Pocung

aturan tembang pocung
Sumber : dewisundari.com

Dalam membuat tembang pocung atau pucung tidak boleh asal buat, karena tembang pocung memiliki aturan.

1.Guru Gatra : Jumlah larik/baris (gatra) setiap satu bait (padha)

Guru gatra      = 4

Artinya tembang pucung memiliki 4 larik kalimat.

Jumlah baris/larik pada tiap tembang macapat tidak sama.

2. Guru Lagu : Huruf vokal terakhir “a,i,u,e, atau o” pada setiap akhir larik.

Guru Lagu       = u, a, i, a

Akhir suku kata dari setiap kalimat atau larik harus bervokal u, a, i, a.

3. Guru Wilangan: Jumlah suku kata pada setiap baris.

Guru Wilangan: 12, 6, 8, 12

Artinya tiap  kalimat atau larik harus memiliki jumlah suku kata seperti di atas.

Jadi, larik pertama berjumlah 12 suku kata, larik kedua berjumlah 6 suku kata, larik ketiga berjumlah 8 suku kata dan larik keempat terdapat 12 suku kata.

Contoh Tembang Macapat Pocung

Tembang Pucung Tema Nasehat

Contoh Tembang Pucung 1

pendidikan menuntut ilmu
Sumber : hipwee.com

Ngelmu iku, kalakone kanthi laku….

Lekase lawan kas,,,

Tegese kas nyantosani….

Setya budya pangekese dur angkara…

Ilmu itu hanya diperoleh dengan  belajar sungguh-sungguh,

Dimulai dengan kemauan, ketekunan dan keuletan,,,

Pantang menyerah dan mampu mengatasi tantangan hidup,,

Serta menahan nafsu angkara murka,,

Contoh Tembang Pucung 2

Angkara gung neng angga anggung gumulung…

Gegolonganira…

Triloka lekeri kongsi,,

Yen den umbar ambabar dadi rubeda…

Nafsu angkara yang besar di dalam tubuh kuat menggelora.

Menyatu di dalam diri sendiri.

Menjangkau hingga tiga jaman.

Jika dibiarkan akan berkembang menjadi bahaya besar.

Contoh Tembang Pucung 3

masyarakat jawa sederhana
Sumber : bagi-in.com

Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun,,,

Semune ngaksama,,

Sasamane bangsa sisip,,,

Sarwa sareh saking mardi martatama…

Tetapi berbeda dengan orang yang sudah menjiwai,,

Berperilaku dan watak suka memaafkan,,

Antar sesama manusia yang penuh salah,,

Selalu sabar dan berusaha menyejukkan suasana.

Contoh Tembang Pucung 4

Bathara gung inguger graning jajantung..

Jenek Hyang wisesa…

Sana pasenedan suci…

Nora kaya si mudha mudhar angkara…

Tuhan Yang Maha Agung, diresapi dalam setiap hela nafas…

Hidup menyatu dengan Yang Maha Kuasa..

Teguh mensucikan diri…

Tidak seperti yang muda, yang selalu mengumbar nafsu angkara

Contoh Tembang Pucung 5

Taman limut durmageng tyas kang weh limput,,,

Karem ing karamat,,,

Karana karoban ing sih,,

Sihing sukma ngerda saardi pangira….

Dalam kabut yang sanga gelap, angkara di hati yang selalu menghalangi,,

Hanyut dalam kesakralan,,,

Karena tenggelam dalam kasih sayang,,,

Kasih sayang sejati tumbung berkembang sebesar gunung

Contoh Tembang Pucung 6

Yeku patut tinulat tulat tinurut..

Sapituduhira,,

Aja kaya jaman mangkin ,,,

Keh pra mudha mundhi diri rapal makna,,

Yaitulah yang pantas untuk diteladani, contoh yang patut diikuti,,

Seperti semua nasehatku..

Janganlah seperti zaman yang akan datang nanti..

Akan banyak anak muda yang membanggakan diri dengan hafalan surat

Contoh Tembang Pucung 7

tembang pocung nasehat

Durung punjul ing kawruh kaselak jujul…

Kaseselan hawa…

Cupet kapepetan pamrih…

Tangeh nedya anggambuh mring Hyang Wisesa…

Belum cakap ilmu tinggi, sudah buru-buru ingin dianggap pintar.

Terselip hawa nafsu yang selalu merasa kurang.

Yang tertutup oleh pamrih.

Maka mustahil untuk manunggal pada Yang Maha Kuasa

Contoh Tembang Pucung 8

Durung becus kesusu kaselah besus,,,

Amaknani rapal,,,

Kaya sayid weton mesir,,

Pendhak pendhak angendhak Gunaning jalma,,,

Bulum mumpuni namun tergesa-gesa berceramah,,,

Mengartikan hafalan,,,

Seperti sayid dari Mesir,,,

Setiap saat meremehkan kemampuan orang lain,,,

Contoh Tembang Pucung 9

Nora uwus kareme anguwus uwus…

Uwose tan ana…

Mung janjine muring muring…

Kaya buta buteng betah anganiaya…

Tidak henti-hentinya gemar mencaci maki sesama.

Tanpa ada isi dan tujuan.

Pekerjaannya hanya marah-marah

Seperti layaknya raksasa yang bodoh, pemarah dan suka menganiaya sesama.

Contoh Tembang Pucung 10

Sakeh luput Ing angga tansah linimput…

Linimpet ing sabda…

Narka tan ana udani…

Lumuh ala ardane ginawa gada…

Semua kesalahan yang dilakukan dalam diri selalu ditutupi…

Dibalut dengan sebuah kata-kata yang indah…

Namun dia mengira tak ada yang mengetahuinya…

Berucap tidak berbuat jahat, namun tabiat buruknya membawa kehancuran

Contoh Tembang Pucung 11

contoh tembang pocung tema nasehat
dakwatuna.com

Urip iku madep mantep lan mituhu,,

Jo padha sembrono,,

Nyembaho marang Gusti,,

Manungso mung ngunduhi wohing tumindak,,,

Hidup itu harus dihadapi, yakin dan lurus,,

Jangan asal sembarang,,,

Sembahlah Tuhan Maha Kuasa,,

Manusia hanya memetik semua perbuatannya…

Contoh Tembang Pucung 12

kehidupan masyarakat jawa
Sumber : atmago.com

Shalat iku kewajiban ingkang laku…

Lekase kat fajar…

Ibadah kang pancen wajib…

Shalat iku cagakke saka agama…

Shalat merupakan sebuah kewajiban yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Dimulai dari waktu terbit matahari.

Ibadah merupakan sebuah kewajiban.

Karena sholat itu adalah tiangnya agama.

Tembang Pucung Tema Pendidikan

Contoh Tembang Pocung 13

pendidikan menuntut ilmu
Sumber : kabarmakkah.com

Sapa iku, ora seneng ngudi ilmu

Uripe rekasa

Senenge kepati-pati

Ora sugih ananging ora rumangsa

Siapa di dunia ini yang tidak suka mencari ilmu,,

Hidupnya akan kesusahan,,.

Kegembiraan tidak akan lama.

Tidak sukses serta tidak bahagia.

Contoh Tembang Pocung 14

Nora weruh rosing rasa kang rinuruh…

Lumeketing angga…

Anggere padha marsudi…

Kana kene kaanane nora beda…

Tidak mendalami hakikat ilmu yang telah dicari.

Padahal ilmu sejati telah berada di dalam jati diri.

Asal selalu mau berusaha.

Di sana maupun di sini ilmunya tidak berbeda.

Contoh Tembang Pocung 15

Uger lugu den ta mrih pralebdeng kalbu…

Yen Kabul kabuki..

Ing drajat kajating urip..

Kaya kang wus winahya sekar srinata..

Asal tidak banyak bertingkah untuk mengumbar nafsu,

Supaya ilmu dapat merasuk ke dalam sanubari.

Bila berhasil, terbukalah derajat kemuliaan hidup yang sejati.

Seperti yang telah tersirat didalam tembang sinom (di atas).

Contoh Tembang Pocung 16

menuntut ilmu
Sumber : komunitas.bukalapak.com

Basa ngelmu mupakate lan panemune…

Pasahe lan tapa…

Yen satriya tanah Jawi…

Kuna-kuna kang ginilut tripakara…

Yang namanya ilmu, hakikatnya dapat berjalan bila sesuai dengan cara pandang kita.

Dapat digapai dengan usaha yang gigih dan tekun.

Bagi satria dari tanah Jawa.

Dahulu yang menjadi pegangan leluhur adalah tiga perkara,,,

Contoh Tembang Pocung 17

Lila lamun kelangan nora gegetun…

Trima yen ketaman…

Sakserik sameng dumadi…

Tri legawa nalangsa srah ing Bathara…

 Pertama yaitu ikhlas bila harus kehilangan dan tanpa menyesali,,,

Kedua, adalah sabar,,

jika hatinya disakiti oleh sesama.

Ketiga, merasa lapang dada sambil berserah diri pada Tuhan.

Contoh Tembang Pocung 18

Ana paweling saka Bapak lan Biyung,,,

Aja seneng lunga,,,,

Jomoneh lungane wengi,,,

Yen dilanggar cah ayu bisa bebaya,,,

Ada nasehat dari Bapak dan Ibu,,,

Jangan suka main keluar,,,

Apalagi jika keluarnya malam hari,,,

Jika dilanggar bagi anak perempuan bisa berbahaya,,.

Contoh Tembang Pocung 19

contoh tembang pucung

Dadi bocah kudu sregep lan sinau…

Ben ora rekasa…

Sinaune ditenani..

Yen wis sukses aja lali mring wong tuwa…

Jadilah anak yang rajin dan tekun belajar ,,,

Agar hidup tidak kesusahan,,,

Mencari ilmu dengan sunguh-sungguh,,,

Jika telah meraih kesuksesan janganlah lupa akan orang tuamu,,,

Contoh Tembang Pocung 20

Yen sinau aja karo tura turu,,, 

Atine seng bungah,,,

Supaya ngelmune becik,,

Lakonono kanggo uripmu kang mulyo,,,.

Ketika belajar jangan sambil malas-malasan,,,

Dengan hati yang senang,,,

Agar ilmunya baik,,,

Lakukan agar hidupmu nanti mulia,,.

Contoh Tembang Pocung 21

Murid iku wajib bekti lan mituhu,,,

Pituturing dwija,,,

Sebarang reh ngati-ngati,,,

Tata krama empan papan katindakno,,,.

Seorang murid wajib berbakti dan sungguh-sungguh….

Bertutur kata sopan santun,,,

Bertindak dengan hari hati,,

Patuhi aturan dimana saja berada,,.

Tembang Pocung Teka Teki

Contoh Tembang Pocung 22

Bapak pucung, dudu watu dudu gunung,,,

Sabamu ing alas,,

Ngon angone sang bupati,,,

Yen lumampah si pocung lambeyan grena,,,.

Batangan atau jawaban dari lirik tembang pocung di atas adalah Gajah.

Contoh Tembang Pocung 23

Bapak pucung, renteng renteng kaya kalung,,,

Dowo kaya ula,,,

Pencokanmu wesi miring,,,,

Sing disobo, Si pucung mung turut kutho,,,.

Batangan atau jawaban dari lirik tembang pocung di atas adalah kereta api.

Contoh Tembang Pocung 24

Bapak pucung, cangkemu madhep mendhuwur,,,

Sabamu ing sendang,,,

Pencokanmu lambung kering,,,

Prapteng wisma, Si Pucung mutah guwaya,,,.

Batangan atau jawaban dari lirik tembang pocung di atas adalah Gunung.

Contoh Tembang Pocung 25

Bapak pucung, among sirah lawan gembung,,,

Padha dikunjara,,

Mati sajroning ngaurip,,,

Mijil baka, Si Pucung dadi dahana,,,

Batangan atau jawaban dari lirik tembang pocung di atas adalah Batang korek api.

Contoh Tembang Pocung 26

Bapak pucung bisa nggereng bisa mbengung,,,

Ngambah jumantara,,,

Kaya manuk rajawali,,,

Wira-wiri nggawa barang lan manungsa,,..

Batangan atau jawaban dari lirik tembang pocung di atas adalah pesawat terbang.

Tembang Pocung “Serat Kancil”

  1.  Mandheg mangu si kancil ing lampahipun,,,
    sakedhap angungak,,,
    sigra denira andhelik,,,
    ngulap-ulap si kancil sadangunira.
  2.  Mangu mangu si kancil kendel adangu,,,
    ngudi keng wardaya,,,,
    yen nyata manusa yekti,,,,
    pesthi obah lunga saking panggonan.
  3.  Iku dudu sutingali nora maju,,,
    eca malangkadhak,,,
    mulya ana angin midid,,,
    mayug-mayug wewedi lir jumangkaha.
  4. Kancil gugup andhelik maras kalangkung,,,,
    dangu ingantosan,,,
    mayug-mayug tan lumaris,,,
    duh kiteng tyas sumyar gandaning kusuma.
  5. Pan sumawur mekaring pudhak gandarum,,,
    rumabaseng kisma,,,
    maletuk kaken tang tasik,,,
    sumarambah karya barubahing driya,,.
  6. Lunging gadhung tumiyung pinggir margagung,,,
    lir ngawe-aweya,,,
    atur sekare umiring,,,,
    isthanipun lumaku yen pinethika.
  7. Sekar andul kalak kenanga keneng kung,,,,
    kedah ingagema,,,,
    maring kang amurweng tulis,,,,
    semuning kang puspa karaseng wardaya.
  8. Dayanipun kusuma mrih marum-arum,,,
    maresep ri kang tyas,,,,
    sekar sumarsana wilis,,,,
    tulus arum rarase menuhi grana.
  9. Cipteng kalbu lir sengseming wanodyayu,,,,
    yuwaneng bawana,,,,
    mangkana kancil andhelik,,,,
    nir ing kingkin wekasan suka ing driya.
  10. Pan kapanduk gandaning sekar rum-arum,,,
    kadi manggih retna,,,
    sawukir kancana rukmi,,,,
    manggut-manggut si kancil sigra maperak.
  11. Mring nggenipun wewedi pasangan pulut,,,,
    kang mindha manusa,,,,
    parek den iling-ilingi,,,,
    estu lamun wewedi dudu manusa.
  12. Kancil muwus kaya manusa rupamu,,,,
    memedeni bocah,,,,
    teka memarasi kancil,,,,
    dene ingsun pareki nora ngapa.

Filosofi Tembang Pucung

menuntut ilmu
Sumber : bagi-in.com

Pocung berasal dari kata “pocong”, dalam bahasa jawa pocong artinya sudah dibungkus. Menggambarkan kematian manusia, mulai dari dimandikan, dibungkus kain kafan kemudian dishalati dan siap untuk dikuburkan.

Bukan hanya sekedar mengingat kematian seseorang, banyak sekali petuah yang tersirat dan tersurat pada tembang pocung ini yaitu dari sisi kehidupan yang lain. Tembang macapat pucung juga banyak digunakan untuk memberi nasehat yang berisi berbagai ajaran untuk manusia agar selalu mampu membawa diri agar dapat mengarungi kehidupan secara harmonis lahir dan batin.

Ketahui juga semua penjelasan mengenai Tembang Macapat dan tembang kinanthi secara lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.