Tujuan dan Hikmah Pernikahan dalam Islam

Tujuan dan hikmah Pernikahan dalam Islam– Menikah merupakan ibadah kepada Allah dan jalan yang paling afdhal dalam upaya menjaga kehormatan diri dari hal yang diharamkan oleh Allah. Tujuan dari nikah sendiri dalam Islam sangatlah luas. Wajib bagi kita untuk melaksanakan nikah dengan tujuan yang sebenarnya agar mencapai rumah tangga yang Islami. Lantas apasaja hikmah dari nikah itu ?

Tujuan dari Pernikahan dalam Islam

Secara umum dalam pandangan Islam bahwa seseorang memiliki tujuan nikah yakni untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, marahmah. Yang berarti kehidupan rumah tangga yang tentram, penuh kasih sayang, serta bahagia lahir dan batin.

Tujuan dari nikah sendiri tidak hanya terbatas dari hal-hal yang bersifat biologis yang menghalalkan hubungan seksual kedua belah pihak. Namun lebih luas dari itu, meliputi segala aspek kehidupan rumah tangga, baik lahirian maupun batiniah.

Pada hakikatnya sebuah pernikahan adalah suatu ikatan yang mulia dan penuh barokah. Allah SWT mensyariatkan untuk keselamatan hambanya dan kemaslahatan bagi manusia, agar tercapai semua maksud-maksud yang baik dan tujuan yang mulia.

Berikut beberapa tujuan dari pernikahan dalam Islam :

  1. Memenuhi Fitrah sebagai Manusia

menyalurkan fitrah manusia

nahimunkar.com

Pernikahan merupakan fitrah manusia, maka dari itu agama Islam telah menetapkan bahwa satu-satunya jalan bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan biologisnya adalah hanya dengan sebuah pernikahan.

  1. Sebagai Benteng yang Kokoh bagi Akhlaq Manusia

menghindari syahwat liar

fatihsyuhud.net

Salah satu tujuan nikah yang utama dan disyari’atkan oleh Islam yakni menghindari diri dari perbuatan maksiat. Sebuah ikatan pernikahan mampu membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan hina.

Bahkan di jaman sekarang ini, ketika pergaulan dan seks bebas sudah menjadi hal biasa. Sehingga sebagai umat Islam yang beriman wajib untuk menghindari diri dari perbuatan maksiat dengan yaitu jalan menikah.

Bagi yang belum mampu menikah, maka dianjurkan untuk berpuasa sebagai sarana untuk mengendalikan diri. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW :

Wahai para pemuda, barang siapa dari anda telah sanggup memikul tanggul jawab keluarga, hendaknya langsung menikah, karena dengan pernikahan engkau lebih sanggup untuk menundukkan pandangan dan memelihara kemaluanmu.

Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa itu sanggup mengendalikan semangat seksualnya. (Muttafaqun alaih)

  1. Membangun Rumah Tangga Islami

tujuan nikahFitrah manusia adalah berpasangan, laki-laki dan perempuan diciptakan berpasang-pasang sehingga saling melengkapi, saling mengisi, dan saling berbagi. Dan kesendirian manusia menyebabkan ketidakseimbangan dalam hidup.

Allah SWT berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim 6)

Namun perlu diperhatikan juga, bahwa menikah adalah bukan suatu perlombaan. Tak perlu dipusingkan jika memang jodohmu belum ada. Tetap memperbaiki diri sambil menambah ilmu agar lebih siap membangun sebuah rumah tangga.

Islam juga tidak melarang adanya thalaq (perceraian), jika pasangan suami istri sudah tidak sanggup lagi menjalankan kehidupann rumah tangga. Hal ini sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam ayat berikut :

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ ۗ وَلَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا إِلَّا أَنْ يَخَافَا أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِهِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَعْتَدُوهَا ۚ وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُو

“Thalaq (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik, atau melepaskan dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan isteri) khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh isteri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang zhalim.” [Al-Baqarah : 229].

Sehingga tujuan yang luhur dari sebuah pernikahan adalah agar suami istri menegakkan syariat Islam dalam rumah tangganya. Hukum menegakkan rumah tangga berdasarkan syariat Islam adalah wajib.

  1. Meningkatkan Ibadah kepada Allah

nikah itu ibadah

youtube (ustmantv)

Pada hakikatnya tujuan manusia hidup di bumi adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah SWT serta berbuat baik kepada sesama manusia. Menikah adalah bagian dari ibadah. Manusia yang melaksanakan pernikahan dengan berniat ibadah dan mengharap ridho Allah SWT, berarti dia menyempurnakan  separuh agamanya.

Nabi Muhammad Saw bersabda, “Apabila seorang hamba menikah maka telah sempurna separuh agamanya, maka takutlah kepada Allah SWT untuk separuh sisanya” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Bahkan menyalurkan syahwat biologis dengan menikah adalah termasuk ibadah (sedekah).

Rasulullah SAW bersabda :

“Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah.”

Mendengar sabda Rasulullah SAW tersebut, para sahabat keherangan dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala?”

Nabi SAW menjawab: “Bagaimana menurut kalian bila mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa?”

Jawab para shahabat: “Ya, benar”.

Beliau bersabda lagi: “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan  memperoleh pahala!“

(Hadits shahih riwayat Muslim 3:82, Ahmad 5: 167-168 dan Nasai dengan sanad yang shahih).

  1. Memperoleh Keturunan yang Shalih

mendapat keturunan yang shalih

pecintahabibana.files.wordpress.com

Allah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 72 :

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةًۭ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ أَفَبِٱلْبَٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

“Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” [QS. An Nahl (16):72].

Salah satu tujuan pernikahan dalam Islam adalah menambah jumlah umat Islam. Dengan menikah pasti akan membuahkan anak-anak muslim ke dunia dan mendidiknya menjadi umat yang berguna bagi agama maupun masyarakat.

Yang terpenting bukan hanya memperoleh anak, namun juga membentum dan memberikan pendidikan yang benar sehingga melahirkan anak yang shalih dan bertaqwa kepada Allah. Selain itu dengan memiliki anak yang shalih dan shalihah, akan menjadi sebuah peluang sebagai orang tua untuk mendapatkan surga di akhirat kelak.

  1. Memperoleh Ketenangan

tujuan nikah menghadirkan ketenanganIslam menganjurkan seluruh umatnya untuk menunaikan pernikahan, karena dengan menikah akan mendapat banyak manfaat. Sebuah ikatan pernikahan dapat menghadirkan rasa tenang, nyaman dan tentram dalam kehidupan di dunia.

Allah SAW Ta’ala berfirman :

“Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21].

Hikmah Pernikahan

hikmah pernikahanSelain memiliki tujuan, pernikahan juga memiliki sejumlah hikmah secara umum maupun secara pribadi manusia itu sendiri. Adapun hikmah pernikahan antara lain :

  1. Menjaga Keberlangsungan Hidup Manusia

Pada awalnya Allah hanya menciptakan Nabi Adam a.s dan kemudian Siti Hawa. Setelah itu manusia berkembang biak bertambah banyak dan menyebar ke seluruh alam. Dengan proses perniakahan, menjadikan proses keberlangsungan hidup manusia di dunia ini terus berlanjut dari generasi ke generasi berikutnya.

  1. Mengendalikan Nafsu Syahwat yang Liar

Melalui pernikahan, pasangan suami istri dapat menyalurkan rasa cinta dan melepaskan gejolak nafsu syahwatnya. Selain itu pasangan suami istri telah menemukan tempat yang halal sebagai tempat meneuangkan segala rasa hawa nafsu sehingga dapat menjaga dari segala sesuatu yang haram.

  1. Estafet Amal Manusia

Agar amal perbuatan yang mulia serta cita-cita yang baik terus berlanjut, maka diperlukan seorang penerus yang mempu melanjutkan dan mengamalkan semua amal dan cita-cita. Anak-anaklah dimana buah hasil pernikahan yang bisa menjadi pelanjut akan mengamalkan semua amal dan cita-cita, serta dapat menjadi penolong bagi kedua orang tua diakhirat kelak.

  1. Keindahan Kehidupan

Dalam Islam, istri yang shalihah adalah perhiasan yang terbaik diantara semua perhiasan duniawi, hal ini seperti sabda Nabi Muhammad SAW :

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang shalihah”.

Dengan bercengkrama dan melepaskan rasa cinta pada istri dan anak-anak akan mampu memberikan rasa ketenangan dan ketentraman jiwa manusia di dunia.

  1. Mampu Mengatur Hubungan Laki-laki dan Perempuan

Perniakahan dapat mengatur hubungan laki-laki dan perempuan sebagai suami istri pada asas saling tolong menolong dalam wilayah kasih sayang untuk mengerjakan tugas di dalam rumah tangga seperti mengatur rumah, mendidik anak, serta menciptakan suasana yang menyenangkan.

Selain itu suami dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik demi tujuannya di dunia dan akhirat. Serta wanita juga melaksanakan perannya sesuai dengan tabiat kewanitaannya yang diciptakan.

Mencari Jodoh menurut Islam

mencari jodoh secara IslamKehidupan rumah tangga yang sakinah mawadah marakhmah akan menjadi surga di dunia bagi pasangan suami istri dan keluarganya. Maka dari itu, untuk meraihnya diperlukan persiapan awal saat memilih jodoh.

Islam menganjurkan bahwa saat mencari jodoh itu haruslah berhati-hati baik laki-laki maupun perempuan.

Firman Allah SWT yang berbunyi :

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.”(An-Nisa’, 31)

Dan sabda Rasullah SAW yang artinya :

“Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW beliau bersabdah : sesunguhnya seorang wanita itu dinikahi atas empat perkara, yaitu : harta, nasab, kecantikan, dan agamanya, maka perolehlah yang mempunyai agama maka akan berdeburlah tanganmu.”[6]

Islam telah menyatakan beberapa kriteria mengenai perkara calon pasangan yang ideal, yakni harus kafaah dan shalihah.

  1. Kafaah menurut Islam

kafaah menurut islamJaman sekarang banyak orang tua yang memberikan pengaruh tidak baik akan materi pada calon pasangan anaknya. Mereka selalu mengutamakan pada kriteria banyaknya harta, keseimbangan kedudukan, status sosial, dan keturunan saja dalam menentukan calon jodoh untuk anak-anaknya.

Sedangkan perkara agama tidak mendapat perhatian dan pertimbangan khusus. Dalam agama Islam juga sangat memperhatikan kafa-ah atau kesamaan/sederajad dalam hal pernikahan.

Kesamaan dan kesepadanan antara suami istri InsyaAllah akan mampu mewujudkan sebuah rumah tangga yang Islami.

Islam memandang kafaah dengan kualitas iman dan taqwa serta akhlak seseorang, bukan diukur dari status sosial, materi, keturunan dan lain-lain. Derajad setiap orang di mata Allah Azza wa Alla sama, miskin maupun kaya, Arab maupun Indonesia,  tidak ada bedanya selain derajad taqwanya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” [Al-Hujuraat : 13]

Sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأَرْبَعٍِ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Seorang wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang taat agamanya (ke-Islamannya), niscaya kamu akan beruntung.” [2]

Wajib bagi para orang tua yang masih berorientasi pada hal-hal yang bersifat materialis untuk segera meninggalkannya dan kembali pada AL-Quran dan Sunnah Nabi yang shahih.

  1. Calon Istri yang Shalihah

wanita yang shalihahSeorang laki-laki yang ingin menikah dan hendak mencari pasangan, haruslah memilih wanita yang shalihah, demikian juga para wanita harus memilih laki-laki yang shalih.

Menurut Al-Qur-an, wanita yang shalihah adalah:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“…Maka perempuan-perempuan yang shalihah adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (me-reka)…” [An-Nisaa’ : 34]

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” [4]

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

خَيْرُ النِّسَاءِ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلاَ تُخَالِفُهُ فِيْ نَفْسِهَا وَلاَ مَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ.

“Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan suami apabila ia melihatnya, mentaati apabila suami menyuruhnya, dan tidak menyelisihi atas diri dan hartanya dengan apa yang tidak disukai suaminya.” [5]

Menurut Al-Quran dan As-Sunnag yang Shahih, serta penjelasan para Ulama bahwa ciri-ciri wanita shalihah diantaranya ialah :

  • Bertaqwa kepada Allah SAW dan Rasul-Nya
  • Patuh kepada suami dan menjaga kehormatannya disaat suami ada atau tidak ada, serta menjaga harta suaminya
  • Menegakkan ibadah shalat lima waktu dan Melaksanakan puasa wajib pada bulan Ramadhan
  • Mengenakan jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak berniat untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita Jahiliyyah.
  • Mempunyai akhlak mulia dan selalu menjaga lisannya
  • Tidak berbincang-bincang dan berdua=duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya
  • Tidak menerima tamu yang tidak disukai oleh suaminya
  • Taat kepada orang tua dalam kebaikan
  • Berbuat baik kepada tetangganya sesuai dengan syariat agama Islam

Selain itu Rasulullah juga menganjurkan untuk memilih wanita yang subur (banyak keturunannya) dan penyayang agar dapat membentuk generasi penerus umat. Apabila kriteria tersebut dipenuhi, InsyaAllah rumah tangga yang Islami akan terwujud.

Pandangan Islam dalam Pernikahan

Islam Memuliakan Ikatan Pernikahan

pernikahan dalam IslamIslam telah memuliakan manusia dengan menjadikan sebuah pernikahan yang sah berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah, bahkan ikatan ini ditetapkan sebanding dengan separuh agama.

Anas bin Malik ra: “Telag bersabda Rasulullah SAW yang artinya :

“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuh lagi.” (Hadits Riwayat Thabrani dan Hakim).

Allah Menjamin Rezeki Setiap Orang yang Menikah

menjamin rezeki orang yang menikahBagi calon suami, tidak sedikit muncul rasa khawatir menghantui pikirannya, bagaimana nanti setelah menikah ? apakah bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga atau tidak ? dan bagaimana nanti setelah mempunyai anak? Ditambah lagi kebutuhan sehari-hari semakin mahal.

Allah Ta’ala berfirman :

وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (٣٢

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. an-Nur [24]: 32)

Jika memang Allah SAW sudah berjanji demikian, kenapa harus merasa ragu lagi ? Jika memang janji dari Zat yang Maha Benar itu sudah jelas tertulis di dalam Al-Quranul Karim, mengapa mesti ada ketakutan untuk segera menikah ? Padahal calon sudah ada.

Teruslah berikhtiyar dan selalu berdoa kepada Allah Ta’Alla. Percayalah, bahwa Allah telah menentukan saat-saat yang tepat dan terbaik bagi hamba-Nya yang tidak pernah putus asa akan Rahmat-Nya.

Celaan Bagi Orang yang Enggan Menikah

hidup membujang dalam IslamSyaikh Hussain Muhammad berpendapat bahwa hidup membujang adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang, serta hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Orang yang hidup membujang hanya hidup untuk dirinya sendiri.

Orang tersebut membujang bersama hawa nafsu yang selalu menggelora, hingga kesucian semangat dan rohani menjadi keruh. Jiwanya senantiasa dalam pergolakan melawan fitrah. Meskipun ketaqwaan dapat diandalkan, namun godaan yang terjadi secara terus menerus, lama kelamaan akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa serta dapat mengganggu kesehatan jiwa dan berpotensi membawa ke lembah kenistaan.

Sehingga orang yang enggan menikah baik itu laki-laki maupun perempuan, mereka sebenarnya tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup. Mereka termasuk golongan orang yang tidak menikmati kedamaian dan kesempurnaan hidup.

Menurut anda bagaimana juga pandangan Islam dalam memaknai arti hari lahir manusia ?

Dari penjelasan mengenai tujuan dan hikmah pernikahan dalam Islam di atas semoga dapat membuat kita lebih tawakkal dan menambah pengetahuan anda semua. Pahami syarat nikah yang juga bermanfaat.

Tags:
  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.