Penjelasan Tata Urutan Bulan dalam Kalender Jawa dan Hijriyah

Urutan Nama bulan pada sistem kalender Jawa atau kalender saka adalah sistem kalender seperti layaknya kalender masehi dan kalender Hijriyah(Islam) yang sudah ada dan dimulai pada tahun 78 masehi. Sistem Kalender Jawa menggunakan sistem penanggalan bulan (komariah) sehingga mirip dengan sistem Kalender Hijriyah.

Kita mungkin sudah sangat mengenal dan bahkan hafal mengenai kalender masehi. Sedangkan bagaimana urutan bulan jawa atau kalender Hijriyah masih terdengar kurang familiar di telinga kita.

Untuk itu saya akan mengulas tuntas bagaimana urutan nama bulan pada kalender jawa ataupun kalender hijriyah (Islam). Bagi kalian yang ingin tahu, di artikel ini dijelaskan dengan lengkap dari masing-masing bulan.

Urutan Nama Bulan Jawa

urutan bulan jawa

Sumber : pixabay.com

Kalender Jawa ini disusun berdasarkan kejadian alam dan pengamatan terhadap pengalaman hidup dari masyarakat selama bertahun-tahun. Pada setiap bulan dalam kalender Jawa juga memiliki jumlah hari yang berbeda-beda.

Didalam kalender penanggalan Jawa terdapat 12 bulan, yaitu :

  1. Suro                 (30 hari)
  2. Sapar                (29 hari)
  3. Mulud               (30 hari)
  4. Bakda Mulud    (29 hari)
  5. Jumadilawal      (30 hari)
  6. Jumadilakhir      (29 hari)
  7. Rejeb                 (30 hari)
  8. Ruwah               (29 hari)
  9. Pasa                  (30 hari)
  10. Sawal                (29 hari)
  11. Sela                   (30 hari)
  12. Besar                 (29 hari)

Untuk lebih jelas dan lengkap, berikut ini nama-nama bulan Jawa secara berurutan beserta arti dan maknanya.

1. Sura

urutan bulan jawa bulan sura

Sumber : akarasa.com

Bulan suro merupakan bulan pertama dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Bulan Sura sering diucapkan dengan pengucapan bulan Suro. Jumlah hari pada bulan ini adalah 30 hari.

Bulan sura berimpit dengan bulam Muharram pada kalender Islam. Nama Sura sendiri diambil dari perayaan hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram pada sistem kalender bulan Islam.

2. Sapar

Urutan bulan jawa kedua ialah Sapar. Dalam kalender Jawa bulan Sapar memiliki jumlah hari sebanyak 29 hari.

Bulan Sapar berimpit dengan bulan Safar pada kalender Islam. Nama Sapar juga diambil dari bulan Safar yang ada pada sistem kalender Hijriyah.

3. Mulud

urutan bulan jawa bulan mulud

Sumber : Bogor.net

Urutan bulan ketiga dalam sistem penanggalan Jawa yaitu Mulud. Mulud memiliki jumlah hari sebanyak 30 hari.

Bulan mulud berimpit dengan bulan Rabiul Awal pada Kalender Islam. Nama Mulud ini berasal dari perayaan Maulid Nabi yang jatuh pada Bulan Rabiul Awal pada sistem kalender Hijriyah.

4. Bakda Mulud

Bakda Mulud merupakan urutan bulan ke empat dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Bakda Mulud memiliki hari sebanyak 29 hari.

Bulan Bakda Mulud berimpit dengan bulan Rabiul Akhir pada kalender Islam. Nama Bakda Mulud memiliki arti “Setelah bulan Mulud”.

5. Jumadilawal

Jumadilawal ialah urutan bulan kelima dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Bulan ini mempunyai hari sebanyak 30 hari.

Bulan Jumadil awal berimpit dengan bulan Jumadil Awal pada kalender Islam. Sedangkan Nama Jumadilawal juga diambil dari bulan Jumadil Awal pada sistem kalender Hijriyah.

6. Jumadilakhir

Urutan bulan jawa yang keenam ialah Jumadilakhir. Dalam penanggalan kalender Jawa, bulan ini memiliki jumlah hari sebanyak 29 hari.

Bulan Jumadilakhir berimpit dengan bulan Jumadil Akhir pada kalender Islam. Nama Jumadilakir ini diambil dari nama bulan Jumadil Akhir pada sistem kalender Hijriyah.

7. Rejeb

urutan bulan jawa rajabRejeb merupakan urutan bulan ketujuh dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Bulan ini memiliki jumlah hari sebanyak 30 hari. Pada masyarakat jawa, umumnya bulan ini adalah salah satu bulan terbaik untuk melangsungkan hajat, misalnya adalah pernikahan.

Bulan rejeb berimpit dengan bulan Rajab pada kalender Islam. Nama “Rejeb” berasal dari nama bulan Rajab pada sistem kalender Hijriyah.

8. Ruwah

Urutan bulan jawa selanjutnya ialah bulan Ruwah. Bulan kedelapan ini sering disebut sebagai bulan arwah atau bulan Saban. Bulan ruwah memiliki jumlah hari sebanyak 29 hari.

Bulan ruwah berimpit dengan bulan Sya’ban dalam kalender Islam. Nama “Ruwah”, berawal pada Nifsu Syaban yang mana dianggap amalan dari suatu ruh selama setahun dicatat yang jatuh pada bulan Sya’ban pada sistem kalender Hijriyah.

9. Pasa

kalender jawa

Sumber : abiummi.com

Bulan Pasa merupakan urutan bulan kesembilan dalam sistem penanggalan kalender Jawa. Pasa biasanya diucapkan dengan pengucapan “Poso”. Bulan Pasa memiliki jumlah hari sebanyak 30 hari. Bulan ini juga disebut sebagai Bulan Puasa, Bulan Siyam atau Bulan Ramelan.

Bulan pasa berimpit dengan bulan Ramadhan pada kalender Islam. Nama Pasa berasal dari ibadah puasa yang wajib dijalankan oleh umat Islam selama bulan Ramadhan pasa sistem penanggalan kalender Hijriyah.

10. Sawal

Memasuki bulan kesepuluh dalam sistem penanggalan kalender Jawa yaitu Sawal. Bulan Sawal memiliki jumlah hari sebanyak 29 hari.

Bulan ini berimpit dengan bulan Syawal pada kalender Islam. Nama Sawal juga berasal dari nama bulan Syawal pada sistem kalender Hijriyah.

11. Sela

Bulan sela adalah urutan bulan Jawa yang kesebelas. Bulan sela ini juga sering disebut sebagai bulan Dulkangidah atau bulan Apit. Bulan ini memiliki hari sebanyak 30 hari. Sela biasanya diucapkan “selo”.

Sela berimpit dengan bulan Dzulkaidah pada penanggalan kalender Islam. Nama sela berasal dari bahasa Sansekerta.

12. Besar

kalender jawa bulan haji

Sumber : wikipedia.com

Urutan bulan yang terakhir atau keduabelas dalam sistem penanggalan kalender Jawa ialah Besar. Bulan  Besar sering disebut sebagai Bulan Dulkahijjah. Bulan Besar memiliki jumlah hari sebanyak 29 hari atau bisa 30 hari.

Bulan ini berimpit dengan Bulan Dzuhijjah pada kalender Islam. Nama “Besar” berkaitan dengan hari raya Idul Adha dan Ibadah Haji yang diperingati di bulan Dzulhijjah pada sistem kalender Hijriyyah.

Dengan demikian, jumlah hari dalam satu tahun jawa atau satu tahun saka yaitu sebanyak 354 atau 355 hari.

Urutan Nama Bulan Islam di Kalender Hijriyah

kalender Hijriyah

Sumber : Pixabay.com

Pada kalender Hijriyah atau biasa yang disebut kalender Islam, menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya.

Penetapan kalender Hijriyyah dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari kurang lebih bekisar 29 – 30 hari.

Dari Abu Bakrah Nufai bin Al Harits, berkata Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya jaman telah berputar seperti masa Allah menciptakan langit dan bumi, tahun memiliki 12 bulan, 4 diantaranya adalah bulan Haram. Pada bulan haram tersebut tiga diantaranya berurutan, yaitu Dzulqo’idah, Dzulhijjah, dan Al Muharram dan satu lagi bulan Rajab berada di antara bulan Jumadil Tsani dan Sya’ban’”

( Al Muttaffaqun ‘alaihi Al Bukhori 4662, Muslim 1679).

Berikut nama nama bulan Islam pada kalender Hijriyah              :

1. Muharram

kalender Hijriyah bulan Muharram

Sumber : porsiwp.eumroh.com

Bulan ini diharamkan atau menjadi pantangan. Nama Muharram karena pada bulan ini dilarang berperang atau menumpahkan darah. Larangan tersebut berlaki sampai masa awal Islam.

2. Shafar

Shafar berarti kosong. Nama Shafar, karena pada bulan ini semua penduduk laki-laki Arab dahulu pergi meninggalkan rumah untuk merantau, berniaga dan berperang, sehingga pemukiman mereka kosong dari penduduk laki-laki.

3. Rabi’ul Awal

kalender Hijriyah Rabiul awal

Sumber : ahlulbaitindonesia.or.id

Rabi’ul Awal berasal dari kata Rabi (menetap) dan awal(pertama). Artinya ialah masa kembalinya kaum laki-laki yang telah meninggalkan rumah atau merantau, sehingga awal waktu menetapnya kaum laki-laki di rumah.

Pada bulan ini banyak peristiwa bersejarah bagi umat Islam, yaitu:

  • Nabi Muhammad SAW lahir
  • Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul
  • Nabi Muhammad SAW Hijrah
  • Nabi Muhammad SAW wafat

4. Rabi’ul Akhir

Bulan keempat ialah Rabi’ul Akhir yang berarti masa menetapnya kaum laki-laki Arab untuk terakhir dan penghabisan

5. Jumadil Awal

Bulan selanjutnya ialah Jumadil Awal. Nama bulan ini berasal dari kata Jumadi (kering) dan Awal (pertama). Dinamakan Jumadil Awal karena bulan ini merupakan awal musim kemarau, dimana mulai terjadi kekeringan.

6. Jumadil Akhir

Bulan keenam ialah Jumadil Akhir, yang berarti musim kemarau telah berakhir.

7. Rajab

kalender Hijriyah bulan Rajab

Sumber : klimu.co.id

Bulan Rajab memiliki arti mulia. Dinamakan Rajab, karena bangsa Arab tempo dulu sangat memuliakan bulan ini, antara lain dengan melarang berperang.

8. Sya’ban

Bulan kedelapan yaitu Sya’ban yang berarti kelompok. Dinamakan Sya’ban karena orang-orang Arab dibulan ini, pada umumnya berkelompok mencari nafkah. Peristiwa penting bagi umat Islam yang terjadi pada ini ialah perpindahan arah kiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka’bah (Baitullah).

9. Ramadhan

kalender islam bulan ramadhan

Sumber : merahbirunews.com

Bulan Ramadhan memiliki arti sangat panas. Bulan ini membakar dosa, karena dibulan ini kaum muslimin diwajibkan berpuasa sebulan penuh.

Bulan Ramadhan merupakan satu-satunya bulan yang sering disebut dalam Al-Quran, karena pada bulan ini memiliki keutamaan, kesucian, dan aneka keistimewaan.

Peristiwa penting dalam Bulan Ramadhan antara lain :

  • Allah menurunkan ayat-ayat suci Al-Quran pertama kali.
  • Terciptanya malam Lailatul Qadar, yakni malam yang sangat tinggi nilainya, karena para malaikat turun memberkati orang-orang beriman yang sedang beribadah.
  • Bulan yang diwajibkan puasa bagi semua kaum mukmin.
  • Kaum mukmin dapat menaklukkan kaum musryik dalam perang Badar kubra
  • Nabi Muhammad berhasil mengambil alih kota Mekah dan mengakhiri penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaum musryik.

10. Syawal

Bulan kesepuluh ialah bulan Syawal, yang berarti kebahagiaan. Makna bulan syawal yaitu kembalinya manusia ke dalam fitrah (kesucian) karena usai menunaikan ibadah puasa dan membayar Zakat serta saling bermaaf-maafan. Itulah yang sangat membahagiakan.

11. Dzulqo’dah

Bulan Dzulqodah berasal dari kata dzul (pemilik) dan qa’dah (duduk). Bulan ini dinamakan  Dzulqodah, karena bulan ini merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki Arab dahulu kala. Mereka menikmati dan menghabiskan waktu santai di rumah.

12. Dzulhijjah

kalender Islam Bulan Dzulhijjah

Sumber : dreamstime.com

Bulan keduabelas atau yang terakhir adalah Bulan Dzulhijjah. Bulan ini memiliki arti yaitu menunaikan haji. Dinamakan Dzulhijjah, karena pada bulan ini umat Islam sejak Nabi Adam as. telah menunaikan Ibadah Haji.

 

Demikianlah urutan 12 nama-nama bulan pada sistem kalender jawa dan kalender hijriyah. Penjelasan di atas semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kalian, serta bisa bermanfaat dan menjadi referensi.

Selain informasi di atas, perbanyak pengetahuan anda mengenai nikah yang juga bermanfaat.

Tags:
  • Add Your Comment

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.